FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Minta Penyelesaian Terintegrasi sebagai Solusi Penyelesaian Masalah di Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto

Dibaca: 37 Oleh Minggu, 7 Maret 2021Maret 8th, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Minta Penyelesaian Terintegrasi sebagai Solusi Penyelesaian Masalah di Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-149/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Yogyakarta, Menindaklanjuti rapat koordinasi tingkat Menteri bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis lalu (04-03-2021), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves melakukan kunjungan ke Pelabuhan Perikanan (PP) Tanjung Adikarto, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (07-03-2021). Pada kegiatan tersebut, Deputi Ayodhia Kalake didampingi oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (IDPSDA); Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah; Asdep Infrastruktur Konektivitas; dan Asdep Industri Pendukung Infrastruktur.

Dalam kunjungannya, Deputi Ayodhia berpesan agar penanganan masalah pelabuhan dilakukan secara terintegrasi dengan penanganan kawasan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport), khususnya di daerah aliran sungai Serang. “Persoalan breakwater (pemecah ombak) harus segera ditangani dan perencanaannya diintegrasikan dengan kawasan YIA,” jelas Deputi Ayodhia.

Senada dengan pernyataan Deputi Ayodhia, Pemerintah Provinsi DIY menyambut baik upaya penyelesaian breakwater PP Tanjung Adikato dalam perencanaan kawasan pantai yang terintegrasi. “Infrastruktur kawasan pantai PP Tanjung Adikarto dan sekitanya dapat diintegrasikan dalam rencana penataan kawasan aerotropolis yang sedang digagas Bapak Gubernur DIY,” ungkap Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi yang turut mendampingi di lapangan.

Baca juga:  Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja, Kemenko Marves Selenggarakan Validasi Eviden

PP Tanjung Adikarto sendiri didesain untuk dapat memuat 400 kapal dengan 5 ribu nelayan setiap tahunnya dengan produksi tangkapan sebesar 27,4 ribu ton pertahun atau senilai 276 miliar per tahun. Pembangunan PP ini sudah dikerjakan sejak tahun 2005 dan sudah rampung pada tahun 2014 dengan menghabiskan dana yang sudah cukup banyak.

Meskipun begitu, proyek ini belum beroperasional akibat sedimentasi pasir yang menutupi pintu alur masuk pelabuhan. “Terkait hal tersebut, pada tahun 2020 Pemerintah Daerah DIY mengajukan perpanjangan breakwater untuk mecegah terjadinya sedimentasi agar nantinya kapal dapat masuk,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat rapat bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis (04-3-2021) lalu. Secara lebih rinci, solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menyelesaikan pembangunan breakwater pada sisi timur lebih menjorok ke laut daripada sisi barat. Pada kesempatan yang sama, Menko Luhut pun meminta agar segera dilakukan kajian ulang mengenai desain yang tepat guna untuk mencegah terjadinya penumpukan sedimen pada bagian dalam breakwater dapat selesai dalam dua bulan.

PP Tanjung Adikarto merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan jetty muara Sungai Serang di Pantai Glagah. Beberapa tujuan pembangunan infrastruktur di muara Sungai Serang dan PP Tanjung Adikarto, antara lain untuk mengendalikan banjir di daerah aliran Sungai Serang, Kabupaten Kulon Progo, DIY; mendukung pengembangan PP Tanjung Adikarto menjadi pelabuhan yang dapat menampung kapal ikan dan mampu beroperasi di pantai maupun lepas pantai; memanfaatkan potensi sumber daya perikanan di Samudera Hindia untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Kulon Progo dan DIY; serta mengembangkan daerah sekitar pelabuhan menjadi daerah industri dan wisata.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Sinkronisasi Pengawasan Maritim

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Dwi Purwantoro yang mendampingi saat kunjungan lapangan menerangkan bahwa desain awal breakwater PP Tanjung Adikarto yang dibuat tahun 2013 sebenarnya dirancang sampai kedalaman laut -14 meter, tetapi yang terbangun saat ini baru sampai kedalaman -9 meter. “Sebagian breakwater yang telah dibangun untuk menyelesaikan masalah banjir telah selesai, dan untuk sisanya yang menjorok ke laut sedimentasi pelabuhan perlu diamankan. Kami siap menunggu arahan lebih lanjut,” pungkas Dwi

Menindaklanjuti arahan Deputi Ayodhia untuk penyelesaian breakwater yang menjadi kendala utama, serta pengkajian kawasan pantai Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto terintegrasi dalam kawasan strategis Bandara YIA dan Kawasan Pantai Selatan DIY, Asdep IDPSDA Rahman Hidayat menyatakan akan segera menindaklanjuti koordinasi pada level teknis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemen PUPR.

“kami akan memfasilitasi penyelesaian pembangunan PP Tanjung Adikarto,” dukung Asdep IDPSDA Rahman. Target jangka pendek PP Tanjung Adikarto adalah dapat beroperasi, setidaknya sebagai pelabuhan perikanan pantai (PPP). Penyelesaian pembangunan breakwater yang sudah pernah didesain oleh BBWS Serayu Opak dan Kemen PUPR tahun 2013 adalah kunci utama beroperasinya PP Tanjung Adikarto. Untuk target jangka menengah, diharapkan PP ini dapat berkembang menjadi PP Nusantara atau PP Samudera yang pendanaannya dapat menggunakan konsep kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Baca juga:  Menko Luhut Mendampingi Presiden Jokowi Memberikan Sertifikat Lahan di Sumatera Utara Secara Virtual

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo pun optimis dengan kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi yang akan nembantu menyelesaikan masalah yang telah berlarut-larut ini. “Beliau-beliau hadir dalam rangka mencarikan solusi agar breakwater Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto yang saat ini belum rampung dapat segera diselesaikan agar pada saatnya nanti dapat dioperasionalkan,” ujar Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel