Deputi 5Berita Deputi

Kemenko Marves dan Pelaku Wisata Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata

Dibaca: 136 Oleh Jumat, 17 Juli 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves dan Pelaku Wisata Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Sektor Pariwisata adalah sektor yang paling terdampak akibat adanya covid-19. Namun, pemerintah terus optimis untuk bisa menyikapi hal tersebut. Koordinasi dengan lintas _stakeholder_ juga terus dilakukan dalam rangka mendorong secara bertahap reaktivasi aktifitas pariwisata.

Kemenko Marves dan Pelaku Wisata Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata“Kita terus berfikir untuk menyikapi hal ini, kita akan mencari terobosan apa saja agar tetap semangat memulihkan pariwisata secara bertahap“, sambut Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Kosmas Harefa saat melakukan webinar bertema Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Bisnis Perjalanan Wisata, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, pada Jumat (17-07-2020).

Asdep Kosmas mengatakan sampai akhir tahun 2020 ini kekuatan dalam rangka pemulihan kepariwisataan adalah dengan wisata domestik. Ini artinya wisata domestik yang harus dikelola dengan baik. Terlebih tren wisata ke depan menurut Asdep Kosmas, para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan wisata akan sangat memperhatikan faktor kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keamanan.

“Oleh sebab itu, ini penting bagi pelaku industri wisata agar semuanya harus merujuk kepada upaya-upaya yang memberikan jaminan-jaminan ke wisatawan bahwa hal yang terkait kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keamanan adalah yang nomor satu”, jelas Asdep Kosmas.

Baca juga:  Sesmenko Marves Lantik 8 Pejabat Fungsional Auditor

Dalam webinar hadir narasumber Co-Founder of Traveloka, Albert Zhang, yang dalam paparannya mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah di masa pandemi ini. Untuk itu agar mempercepat pemulihan pariwisata Traveloka menerapkan 3 tahap strateginya.

Kemenko Marves dan Pelaku Wisata Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata“Pertama mulai membuka akses di dalam kota, kedua secara bertahap membuka akses antar kota jika perjalanan wisata dinilai aman, tahap ketiga baru mulai membuka akses antar negara dimulai dari negara tetangga dan negara lain yang dinilai relatif aman untuk dikunjungi”, papar Albert.

Selain itu, Albert menambahkan, selama pandemi Traveloka juga sangat aktif untuk berusaha berinovasi membantu mitra UMKM nya yang sangat terdampak. Seperti mitra UMKM restoran, atraksi, akomodasi (_bed and breakfast_, _guest house_, losmen), _tour guide_, dan penyedia jasa life style.

Adapun Inovasi yang dilakukan Traveloka untuk mitra akomodasinya yaitu seperti program _Long Stay Promo_. ”Kita berusaha mendorong mitra akomodasi kita untuk bisa memberi layanan _Long Stay Promo_ kepada ahli-ahli medis atau konsumen-konsumen yang ingin mengisolasi diri di masa pandemi ini”, ungkap Albert.

Selanjutnya, tambah Albert, ada program _Sale dan Buy Now_, _Experience Later_. Ini juga sangat membantu mitra UMKM traveloka karena perputaran uang akan terjadi dan bisa masuk ke dalam mitra tersebut dahulu.

Baca juga:  Bandung jadi Pusat Komando Citarum

Tidak hanya itu ada juga program _Online Experience_, kelas online yang dibawakan oleh profesional ternama. Ini merupakan langkah awal dari traveloka untuk mendukung program nasional Bangga Buatan Indonesia. “Ini memungkinkan pengguna untuk menambah wawasan dari pelaku ekonomi kreatif yang berbakat di tanah air secara digital”, kata Albert.

Kampanye Traveloka _Clean_ dan dukungan terhadap protokol kesehatan dari pemerintah juga terus digaungkan. Dengan demikian traveloka mempromosikan kepada penggunanya bahwa mitra UMKMnya telah menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Di samping itu narasumber kedua dalam webinar ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) _Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies_ (ASITA), Rusmiati, juga turut memberikan cara dalam rangka memulihkan pariwisata saat ini. Pertama, dengan wisata domestik dan _private tour_. Kedua dengan memperhatikan harga transportasi. Ketiga untuk destinasi wisata dapat memilih wisata alam atau desa wisata, dan hindari tempat yang ramai. Keempat tetap memperhatikan CHS (Clean, Health, and Safety).

“Intinya tren wisata pasca covid-19 ini yaitu wisata domestik menjadi referensi, objek wisata alam lebih populer, wisatawan dari kalangan muda lebih bersemangat untuk bepergian, dan konsumen memerlukan pengalaman wisata baru”, jelas Rusmiati.

Baca juga:  Negara Kepulauan dan Negara Pulau Hadapi Ancaman Nyata Perubahan Iklim

Selain itu untuk adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata, Rusmiati mengatakan ASITA melakukan inovasi dengan mengadakan ASITA _Wise Travel Fair_ 2020 pada tanggal 27-29 November 2020 mendatang di Ice BSD City, Tangerang. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan 34 provinsi dengan harga yang fantastis.

“Ini mudah-mudahan menjadi salah satu solusi untuk menghadapi adaptasi Kebiasaan Baru dalam Bisnis Perjalanan Wisata. Bagaimana 34 provinsi ini dikenal oleh kaum milenial,” kata Rusmiati.

Sebagai penutup Asdep Kosmas mengatakan bahwa diharapkan pelaku industri pariwisata mendapatkan kiat-kiat untuk menghadapi adaptasi Kebiasaan Baru dalam Bisnis Perjalanan Wisata. Dirinya juga menghimbau semua yang terlibat dalam pariwisata agar dapat mengontrol kegiatan pariwisata yang merujuk kepada protokol kesehatan.

“Pemerintah tidak akan bisa mengatur semuanya tanpa ada peran serta dari semua pihak dan _stakeholder_”, tutup Asdep Kosmas.

*Biro Komunikasi*
*Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi*

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel