Berita DeputiDeputi 4

Kemenko Marves Serahkan 2 Insinerator Sampah ke TPA Kebon Kongok Lombok  

Dibaca: 122 Oleh Selasa, 18 Agustus 2020Agustus 19th, 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Serahkan 2 Insinerator Sampah ke TPA Kebon Kongok Lombok  
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Lombok, Dalam rangka pengurangan dan penanganan sampah, Kemenko Marves memberikan bantuan 2 insinerator kepada Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (18/08).  Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti di TPA Regional Kebon Kongok, Lombok, NTB.

Untuk insinerator tersebut, Deputi Nani menjelaskan skalanya mini/kecil dengan kapasitas kisaran 5 ton/ hari.

“Insinerator ini skalanya memang mini/ kecil. Tapi walaupun kapasitasnya kecil, keberadaan insinerator ini bisa kontribusi juga dalam upaya pengurangan sampah dan diharapkan menjadi solusi darurat untuk nantinya tentunya menuju solusi yang lebih baik lagi,” Kata Deputi Nani di lokasi.

“Dukungan pengadaan ini sebagai bentuk semangat berkolaborasi mencari solusi permasalahan sampah khususnya solusi untuk pengelolaan yaitu pengurangan dan penanganan sampah,” kata Deputi Nani.

Selain itu, Deputi Nani menyampaikan bahwa Insinerator yang diberikan merupakan produksi anak bangsa dengan lokal kontennya tinggi.

“Insinerator ini produk anak bangsa. Teknologinya mungkin belum sempurna dan masih perlu perbaikan di bebera bagian, namun dalam kondisi masa sekarang, masa pandemi, bahwa lokal konten harus kita dorong untuk menumbuhkan kreatifitas dan menggerakan kembali ekonomi nasional. Yang paling penting adalah agar insinerator ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga tidak mangkrak” jelasnya.

Baca juga:  Menko Maritim: Pulau Nipa dan Pulau Tolop Tidak untuk Disewakan

“Sebenarnya selain insinerator ini kita juga mendorong PUPR bersama BPPT bekerja sama untuk membuat insinerator di Labuan Bajo. Tentunya produk ini akan bersaing, artinya yang penting lokal konten dan tidak satu perusahan, tujuannya agar semakin berkompetitif dan produk cepat lebih baik lagi. Mungkin tahun depan ada insinerator di Labuan Bajo,” tambah Deputi Nani.

Seperti diketahui bahwa TPA Regional Kebon Kongok yang terletak di Kabupaten Lombok Barat ini merupakan lokasi pembuangan sampah untuk 3 kabupaten/kota di sekitar Mataram dengan volume sampah yang masuk sekitar 250 – 300 ton per hari.  Sampah yang masuk belum mendapat perlakukan khusus selain berupa penimbunan (landfill).  Bantuan berupa inisinerator ini merupakan solusi sementara untuk pengurangan timbulan sampah sampai dengan adanya solusi yang lebih baik dan permanen.

Selain insinerator, Deputi Nani juga menjelaskan bahwa di TPA Kebun Kongok sedang direncanakan untuk dikembangkan sarana pengolahan sampah dengan sistem refuse-derived fuel (RDF), seperti yang dilaksanakan di Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rakor Program Pelatihan 1000 Pemimpin

 “Nanti kita juga akan bahas mengenai teknologi RDF, jadi bisa ditingkatkan kapasitas penanganan sampahnya. Karena di Cilacap ada kapasitas 150 ton/ hari, sudah diresmikan. Nah di sini produksi sampah 250-300 ton/ hari, itu akan sangat membantu. Kita harus terus berkolaborasi dan bekerja sama, karena sampah jika tidak ditangani akan terus bertambah,” pungkasnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Deputi Nani, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi berharap agar pemberian insinerator ini bisa membantu sedikit demi sedikit permasalahan sampai di NTB.

“Dengan insinerator mudah-mudahan membantu bagaimana kapasitas kemampuan mengolah sampah dapat ditingkatkan dan menginisiasi lahirnya BUMD yang dapat mengolah lahan sampah secara profesional hingga semoga ke depan sampah nantinya memberikan nilai tambah masyarakat dan daerah seperti salah satunya dalam perekonomian dan lainnya,” ujar Sekda Lalu.

Terkait dengan rencana pembangunan fasilitas RDF, Lalu Gita Ariadi menyambut baik usulan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah menunjuk NTB sebagai salah satu prioritas pengembangan RDF dan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan segera menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan seperti penyediaan lahan di sekitar TPA Kebon Kongok dan membuat detail engineering desian (DED) sebagaimana dimintakan oleh Kementerian PUPR.

Baca juga:  Aplikasi YachtERS: Percepat Proses Perizinan Kapal Yacht di Indonesia

Pada kesempatan penyampaian bantuan tersebut, Deputi Nani menyampaikan terima kasih kepada General Affair Management PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara, yang telah mendukung penyiapan pengadaan kedua insinerator tersebut melalui program CSR.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel