Siaran PersBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Siap Dukung Realisasi Kawasan Industri Terpadu Batang

Dibaca: 117 Oleh Senin, 7 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Siap Dukung Realisasi Kawasan Industri Terpadu Batang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-136/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves-Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), diwakili oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL Kalake saat kunjungan kerjanya ke Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada tanggal 5 September 2020 , menyatakan bahwasanya Kemenko Marves siap membantu mengkoordinasikan, apabila ada permasalahan yang sifatnya harus segera diatasi oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Kami siap membantu jika ada permasalahan yang harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Kami akan membantu lewat rakor dengan pemangku kepentingan. Pun, investor selalu bertanya tentang insentif dan penerapan pajak dikawasan industri tersebut . Insentif apa yang akan diberikan oleh daerah kepada investor asing? Jadi ini salah satu benchmark dari pengusaha untuk menarik penanam modal. Ini juga harus menjadi perhatian kita,” ujar Plt Deputi Ayodhia melalui keterangan resmi hasil peninjauannya, ditulis pada Senin (07-09-2020).

Adapun, Sejak Juni 2020, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT). KIT Batang berada di lokasi yang sangat strategis, karena dekat dengan jalur tol trans Jawa dan juga rel kereta api serta berada di tepi pantai. rencananya ada 4 konsorsium yang berperan dalam proyek strategis tersebut, antara lain ; PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebagai konsorsium utama, KIW, PTPN9 dan Perusda Batang.

Baca juga:  Perayaan Hari Trisuci Waisak, Menko Luhut Sambangi Wihara Ekayana Arana Indonesia Buddhist Centre

Terkait usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar KIT Batang dapat dijadikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo lalu mengatakan, bahwa usulan tersebut telah ditindaklanjuti. Selain itu, ia juga mengingatkan perihal akses jalan bagi sebagian warga di bakal area lokasi KIT Batang.

“Usulan PSN sudah diajukan oleh Pemprov Jateng, draf usulan tersebut sudah dalam proses di Sekretariat Negara (Setneg). dari segi pengembangan wilayah. Batang akan sangat bagus karena di bagian selatan merupakan dataran tinggi yang sejuk dengan view pegunungan dan perkebunan sebagai daya tarik wisata alam. Ada beberapa warga kampung nelayan sekitar 25 KK yang jika akses jalannya tertutup akan terisolasi. Supaya diberikan akses kepada mereka,” ungkapnya.

Sementara, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kemenko Marves, Rusli Rahim lebih menekankan pada kesesuaian tata ruang/pola ruang, aksesibilitas, utilitas dan keterpaduan dengan sektor lain. Menurutnya sisi aksebilitas sudah bagus, karena lokasi KITB dilalui jalan tol dan kereta api, serta ada rencana pembangunan dryport.

“Usul saya jika ingin membangun kawasan industri bagaimana rencana jangka panjang 25 tahun. Keterpaduan dgn sektor lain. karena di sekitar ada Kawasan Industri Kendal, diharapkan masing-masing Kawasan Industri punya produk andalan. Tidak kalah penting utilitas, karena suatu perencanaan kawasan harus punya  strategi terkait air limbah, air bersih, dan listrik,” jelasnya.

Baca juga:  Spesies Baru Orangutan di Sumatera: Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)

Lebih lanjut, perihal pasokan listrik bagi KIT Batang, Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves Yohannes Yudi Prabangkara menyatakan, Infrastruktur PLN Jateng harus dihitung lagi jenis listrik yang diharapkan Kawasan Industri, apakah berjenis listrik curah atau premium. Ia pun menjelaskan, agar nantinya konsep keterintegrasian antar KIT Batang dengan Infrastruktur lain agar diwujudkan.

” Terkait PLN, saat ini masih dalam pembahasan mungkin bisa sebagaian curah dan sebagian bisa dengan jenis lain, konsep terintegrasi dengan laut melalui penyeberangan laut dan pengembangan kawasan pantai wisata. Posisi Kp. Nelayan, akan dipertahankan eksistensinya, supaya saling menjembatani antara masyarakat dan KIT,” ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dimiliki PT PP, keseluruhan total lahan KIT adalah 4300 hektar dan terbagi dalam beberapa klaster. Klaster 1 seluas 3100 hektar dan sudah memulai fase pengerjaan di tahun 2020, klaster 2 seluas 800 hektar dan klaster 3 seluas 400 hektar direncanakan infrastrukturnya pada tahun 2021.

Terkait akses jalan, pada awal Desember tahun ini, akses jalan target sudah mencapai 70%, kemudian sisanya sebesar 30%, pada Maret tahun 2021. PP sendiri sudah mengurus dokumentasi tanah, terkait perizinan dan juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Batang untuk percepatan proyek KIT.

Baca juga:  Menko Luhut Jadi Keynote Speakers Acara Indonesia Digital Day

Mengenai persoalan lahan, PTPN 9 menyatakan, bahwa pihaknya sedang mengurus izin lokasi. Kemudian, PTPN juga meminta rekomendasi dari Kementerian ATR BPN terkait kesesuaian Tata Ruang.

Untuk KIT Batang, diketahui juga sudah ada beberapa tenant yang sangat berminat, salah satunya adalah perusahaan baterai ternama asal Korea Selatan.

Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

 

Kemenko Marves Siap Dukung Realisasi Kawasan Industri Terpadu Batang

Kemenko Marves Siap Dukung Realisasi Kawasan Industri Terpadu Batang

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel