Berita DeputiFotoDeputi 3

Kemenko Marves Sinergikan Semua Lini Untuk Akselerasi Pengembangan Wilayah Jawa Tengah

Dibaca: 110 Oleh Rabu, 21 Oktober 2020Oktober 22nd, 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Sinergikan Semua Lini Untuk Akselerasi Pengembangan Wilayah Jawa Tengah
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves–Semarang, Dalam rangka akselerasi pengembangan Wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus berupaya untuk bersinergi dengan semua lini. Sinergitas dari unsur pemerintahan, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan.

“Kami ingin bersinergi dengan semua lini. Alhamdulillah dalam FGD kali ini mengimplementasikan apa yang disebut Penta helix. Kami hadirkan dari unsur pemerintahan, akademisi, dunia usaha, komunitas/masyarakat, dan media,” demikian diungkapkan Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Deputi Bidang Koordinasi  Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Djoko Hartoyo dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergitas Stakeholder dalam rangka akselerasi pengembangan wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, Rabu (21-10-2020).  

Ditambahkan Djoko Hartoyo, dari unsur pemerintah selain dari Kemenko Marves kami mengundang Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, dari unsur kalangan akademisi diwakili Universitas Diponegoro. Dari dunia usaha menghadirkan beberapa UMKM di wilayah Jawa Tengah. Perwakilan dari masyarakat, menghadirkan juga salah satu anggota DPRD Jawa Tengah. Tak kalah pentingnya, dalam diskusi kali ini kami juga mengundang media.

“Masukan dari berbagai lini ini sangat penting, terutama di dalam proses akselerasi pengembangan wilayah Jawa Tengah. Apa yang kita inginkan, mari kita sinergi di dalam membangun Jawa Tengah. Apalagi Jawa Tengah mempunyai legal standing yang bisa dijadikan untuk percepatan,” kata Asdep Djoko.

Menurutnya, pembangunan RPJMN lima tahun mendatang bertumpu pada pengembangan kawasan. Artinya, semuanya harus terlibat. Tidak hanya selesai sampai di pembahasan diskusi saja, tetapi setelah ini harus ada follow up nya. Secara akademisi salah satu follow upnya bisa berupa dalam bentuk buku, yang paling penting adalah follow up di lapangannya nanti.

“Saya kebetulan ditugaskan untuk mengawal Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang sedang akan dibangun . Jadi, startnya sudah beberapa bulan yang lalu. Kami sudah dua kali ke lokasi,” ujar Asdep Djoko.

Di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ini berada di lokasi strategis, karena dekat dengan jalur tol Trans Jawa dan juga rel kereta api serta berada di tepi pantai. Ada 4 konsorsium yang berperan dalam proyek strategis tersebut. Mereka adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero), KIW, PTPN IX dan Perusda Batang. Dalam hal ini PT Pembangunan Perumahan menjadi konsorsium utama. Karena itu, pemerintah siap mengurus berbagai permasalahan yang bisa mengganggu proses pembangunan KIT Batang.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Ariwibowo, mengatakan FGD kali ini mencoba menyinkronkan pemikiran terkait dengan pengembangan infrastruktur, terutama dalam konteks mendorong pemulihan ekonomi ke depan.

Prasetyo menambahkan, dalam diskusi tadi muncul terkait aspek-aspek yang menyangkut ketidaksinkronan antara pusat dan daerah kita coba untuk pecahkan bersama. Paling tidak nanti ada pertemuan lanjutan untuk memetakan kembali problem-problem yang ada di Perpres 79 Tahun 2019, misalnya terkait dengan aspek administrasi, aspek pertanahan, aspek kewenangan, aspek pembiayaan, dan lainnya.

“FGD ini nantinya akan memberikan solusi bagi pelaksanaan pengembangan wilayah di Jawa Tengah, khususnya konteks Perpres 79 Tahun 2019,” kata Prasetyo.

Hal senada juga diungkapkan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Prof Ir Tri Winarni Agustini mengatakan, dipilih Jawa Tengah kali ini tidak lain karena pemerintah ingin mengembangkan potensi-potensi  yang ada di Provinsi Jawa Tengah, mulai dari pariwisata, sumber daya alam dan SDM menjadi sesuatu yang perlu kami apresiasi. Kami juga sangat mendukung kegiatan ini,    

Dalam FGD kali ini juga menghadirkan beberapa pembicara seperti:  AR Hanung (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Mara dan Cipta karya Provinsi Jawa Tengah). Sucipto (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah.) Dari kalangan akademisi menghadirkan pembicara: Samsul Ma’rif (Dosen perencanaan wilayah dan kota), Munasik Muntowi (Dosen FPIK), Firmasnyah, dan Riyono yang mengangkat strategi pembangunan ekonomi Jawa Tengah bangkit di tengah pandemi.

Biro Komunikasi

Baca juga:  Bersama Pakar Lintas Ilmu, Kemenko Kemaritiman Menelisik Sejarah Peradaban Maritim Nusantara

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel