Deputi 3Siaran Pers

Kemenko Marves Sinkronkan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Sumber Daya Air di KITB

Dibaca: 217 Oleh Selasa, 21 Desember 2021Desember 27th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 12 21 at 07.58.53
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-811/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XII/2021

Marves, Jakarta – Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mengawal pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kunjungan lapangan ke KITB untuk sinkronisasi pelaksanaan pekerjaan jalan dan drainase kawasan, serta penyediaan air baku, pada Sabtu (18-12-2021). Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Pembangunan Jalan PUPR, Kabid Infrastruktur Perkotaan Kemenko Marves, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jateng, dan jajaran direksi PT KITB.

KITB merupakan salah satu amanat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 mengenai Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Beberapa industri yang akan didirikan di kawasan seluas 3.100 hektar tersebut, antara lain industri makanan dan minuman; industri teknologi informatika dan elektronik; industri kimia; industri tekstil dan baterai; industri riset dan pengembangan juga komersial; serta industri otomotif dan UMKM Jawa Tengah. Beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, antara lain curah hujan yang tinggi yang menyebabkan terjadinya banjir di beberapa lokasi pekerjaan, pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas, dan proses pematangan lahan.

Baca juga:  Empat Program Prioritas Desa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang

Sebagian infrastruktur pendukung yang dimaksud adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA), pembangunan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi, serta pembuatan jaringan perpipaan air limbah. Infrastruktur air bersih/minum untuk memenuhi kebutuhan air di KITB terbagi atas tiga klaster. IPA yang mulai dikerjakan tahun 2021 tersebut diproyeksikan selesai tahun 2023. Nantinya, IPA akan memiliki kapasitas 1.882 liter/detik dengan memanfaatkan sumber air baku bendung Sungai Urang yang pada tahap pertama sebesar 285 liter/detik, sedangkan kekurangannya akan dipenuhi dari intake Kedung Langgar (Kali Boyo) pada tahap kedua. Sumber air tersebut kemudian dialirkan ke ketiga klaster kawasan. Pekerjaan IPA diwujudkan melalui dua paket. Per 12 Desember 2021, paket 1 sudah mencapai 45,859 persen dan paket 2 38,471 persen. Terkait rencana penambahan kapasitas suplai air baku ke KITB di masa datang dengan memanfaatkan sumber air sungai dari sekitar Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang, Asdep Rahman mengingatkan para pihak terkait terutama BBWS Pemali Juwana PUPR bahwa sumber air dimaksud juga akan digunakan sebagai sumber air pada program SPAM Regional Petanglong.

Baca juga:  Bantuan Lab Test Covid-19 Yang Dikoordinasikan Kemenko Marves Mulai Beroperasi Minggu Ini

Infrastruktur jalan dan jembatan juga merupakan salah satu dukungan Kementerian PUPR yang terdiri dari lima paket pekerjaan. Dua paket diantaranya sudah selesai dikerjakan dan tiga paket sisanya sedang berjalan. Kendala yang dialami di lapangan, antara lain pembebasan lahan di akses Pantura. Selain itu, pembatasan angkutan barang yang melewati tol saat periode Nataru (23 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022) juga dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan.

Saat ini, KITB telah memiliki enam investor, satu investor telah melakukan Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI) dan lima lainnya melalui prakontrak. “Kami berharap ketika investor sudah siap beroperasi, infrastruktur juga sudah siap,” ujar Achmad Zaki, VP Operation and Teknik PT KITB.

Hal yang penting dibahas juga adalah terkait serah terima dan pemindahtanganan aset infrastruktur Kementerian PUPR yang nantinya menjadi Barang Milik Negara. Dalam Rancangan Perpres Percepatan Investasi KITB, infrastruktur akan diserahterimakan kepada salah satu konsorsium BUMN yang ditunjuk oleh Menteri BUMN yang kemudian bekerja sama dengan PT KITB.

Baca juga:  Kelola Sampahmu!

Di hari yang sama, Asdep Rahman beserta Kabid Infrastruktur Perkotaan Indra Hermawan juga melakukan monitoring pengendalian banjir Sungai Bringin, Kota Semarang. Pekerjaan MYC tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak banjir bagi warga yang tinggal di sekitar Kelurahan Mangkang Wetan, Wonosari, Mangunharjo, dan Ngaliyan.

“Kami ingin di akhir tahun 2022 nanti, proyek yang di tahun ini realisasinya sebesar 38,785 persen ini dapat memberikan solusi tepat dalam pengendalian banjir di wilayah Semarang Barat,” tegas Asdep Rahman.

Pekerjaan proyek saat ini mencakup pekerjaan timbunan tanah padas pengisi, penguatan tanggul, pemancangan minipile, pekerjaan pintu inlet drainase, serta pembebasan lahan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel