FotoBerita DeputiDeputi 4Siaran Pers

Kemenko Marves Survey Lahan untuk Herbal Center di Pollung Provinsi Sumatera Utara

Dibaca: 19 Oleh Sabtu, 27 Maret 2021Maret 29th, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Survey Lahan untuk Herbal Center di Pollung Provinsi Sumatera Utara
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-206/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves Pollung, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan melakukan kunjungan ke kawasan lahan yang nantinya diperuntukkan sebagai Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) atau Herbal Center di Pollung, Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan ini dilakukan oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Mochamad Saleh Nugrahadi yang juga ditemani oleh dua profesor dari Louisiana State University, yaitu Profesor Utomo dan Wenefrida. Ketiganya melihat adanya potensi yang ditawarkan dari kawasan tersebut.

“Kawasan ini nantinya ingin kita jadikan sebagai tempat riset untuk berbagai varietas tanaman, khususnya untuk tanaman herbal. Ini dikarenakan, potensi dari tanaman herbal yang secara alami memang sudah ada di sini,” kata Asdep Saleh.

Hingga sekarang lokasi untuk TSTH2 atau Herbal Center masih merupakan sebuah lahan kosong, tetapi pengerjaan jalan untuk sampai ke tempat sudah mulai dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Dengan adanya jalan yang sedang dalam pembuatan, akan mempercepat akses untuk sampai ke sana.

Baca juga:  Bertemakan Ecotourism, Kemenko Maritim Bahas Persiapan Pelaksanaan AIS di Manado

TSTH2 atau Herbal Center ini nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk melakukan penelitian kepada bibit-bibit dari varietas tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk ditanam di food estate yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

“Biodiversitas di kawasan ini cukup tinggi dan ini sangat menjanjikan. Kita melihat contoh tanaman herbal yang memang sudah secara alami berada di tempat ini,” ujar Profesor Utomo saat melakukan kunjungan di kawasan tersebut.

Hal penting dari adanya lahan untuk TSTH2 ini adalah adanya kawasan hutan di sekitarnya dengan pepohonan yang masih asri, kemudian masyarakat sekitar yang masih mengandalkan Pohon Kemenyan liar sebagai sumber ekonomi mereka, juga adanya makhluk hidup berupa mamalia besar yang masih sering melintas. Beberapa hal ini masih menjadi perhatian untuk kawasan lahan ini, supaya saat nantinya pembangunan TSTH2 ini dimulai, sudah ada strategi tertentu dalam melakukan perlindungan dan upaya pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel