Berita DeputiFotoDeputi 3Siaran Pers

Kemenko Marves Tinjau Empat Wilayah Usulan Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Nganjuk

Dibaca: 65 Oleh Rabu, 3 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-52/HUM/ROKOM /SET.MARVES/II/2021

Marves – Nganjuk, Kemenko Marves melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi melakukan kunjungan lapangan ke Nganjuk pada Hari Rabu (03-02-2021).

Kunjungan yang dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo tersebut dimaksudkan untuk meninjau secara langsung kondisi empat wilayah yang diusulkan oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat  kepada Menko Marves Luhut B. Pandjaitan.

Sebelum bertolak ke lokasi usulan, tim Kemenko Marves diterima oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat yang didampingi oleh Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Gunawan Widagdo, Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk Adam Muharto, Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan Heni Rochtanti, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Suharono dan Kebudayaan Fadjar Judiono beserta staf. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di kantor Bupati tersebut, Asdep Djoko mengungkapkan bahwa tujuan kunjungan kerja tersebut adalah menindaklanjuti Rakor Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pengembangan Wilayah di 4 Kabupaten dengan Menko Marves Luhut B. Pandjaitan pada tanggal 20 Januari lalu.

“Pak menko selalu memberikan arahan untuk melihat secara langsung lokasi-lokasi yang diusulkan oleh daerah untuk dibantu pemerintah pusat,” ujarnya dalam pertemuan dengan Pemda Nganjuk tersebut.

Usulan tersebut, lanjutnya terkait dengan alokasi anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tahun ini berjumlah Rp 402,8 Triliun. “Khusus untuk bantuan pembiayaan bagi pemerintah daerah, jumlah yang dialokasikan oleh pemerintah pusat kurang lebih Rp 100 Triliun. Dan ini akan dikompetisikan,” tambah Asdep Djoko.

Khusus untuk Kabupaten Nganjuk, dia sangat mengapresiasi karena telah berkomunikasi secara intensif dengan Kemenko Marves sebagai kementerian koordinator. “Nganjuk Ahamdulillah, kami komunikasi bagus dan welcome. Kami juga sudah lihat dokumen yang diusulkan lengkap,” ungkapnya. Dengan  telah dipenuhinya dokumen seperti DED (detail engineering design), FS (feasibility study) dan izin lingkungan, Asdep Djoko berharap agar pengajuan usulan Kabupaten Nganjuk dapat disetujui oleh Kementerian Keuangan setelah mendapat rekomendasi dari Menko Marves.

Baca juga:  Sambut Kongres Budaya Nasional, Kemenko Kemaritiman Selenggarakan Dialog Budaya Maritim

Menanggapi Asdep Djoko, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat mengungkapkan bahwa ada empat wilayah yang diusulkan ke pemerintah pusat untuk dibangun infrastrukturnya. Menurutnya usulan tersebut tujuannya untuk meningkatkan iklim investasi, memperbaiki pengairan di musim kemarau agar petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal, menunjang pariwisata, mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta pengendali banjir.

Secara detil dia menyebutkan wilayah-wilayah yang diusulkan antara lain kawasan Industri Kabupaten Nganjuk (KING 1-4), Bendungan Margopatut, pelebaran dan perbaikan geometri Selingkar Wilis (ring 1), serta pembangunan tol Nganjuk-Kediri.

Selain itu, Bupati Novi juga menyebutkan usulan untuk pembangunan pengendali banjir  di Kali Kuncir, Kali Bodor dan Kali Konang. “Sungai-sungai ini adalah sumber pengairan untuk pertanian di tempat kami, bila dihajar banjir maka pertanian kami akan hancur,” keluhnya kepada Asdep Djoko.

Kemudian, untuk pelebaran dan perbaikan jalan selingkar Wilis, menurutnya perlu dilakukan untuk memperbaiki jalur konektivitas dengan 5 kabupaten lainnya. Kabupaten tersebut antara lain Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, dan Kediri. “Pengembangan jalan selingkar wilis selatan ini selain mempermudah jalur logistik juga mengoneksikan destinasi-destinasi wisata di kabupaten sebelah barat Provinsi Jawa Timur. Total anggaran yang diusulkan ke pemerintah pusat dalam rangka PEN itu adalah Rp 285 Miliar.

Usai melakukan pertemuan dengan bupati serta pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten Nganjuk, rombongan Kemenko Marves melakukan kunjungan ke Air Terjun Sedudo yang melewati jalur Selingkar Wilis. Di lokasi ini Kepala dinas PU dan Penataan Ruang Gunawan Widagdo mengatakan bahwa sumber air terjun Sedudo inilah yang akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian di empat kecamatan. “Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk optimalisasi pembangunan Bendungan Margopatut agar warga kami masih bisa memperoleh air dari Air Terjun Sedudo yang debit airnya cukup besar untuk pengairan sawah saat musim kemarau,” jelasnya.

Baca juga:  Menko Luhut Keynote Speaker di acara Indonesia Outlook 2018 : Kenapa Kita Harus Bergegas

Menambahkan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan Fadjar Judiono yang juga ikut dalam rombongan mengatakan, selain untuk pengairan, air terjun Sedudo juga telah lama dikenal sebagai lokasi wisata alam maupun religi. “Warga disekitar sini percaya bahwa air dari kawasan air terjun dapat membuat awet muda sehingga banyak warga masyarakat yang melakukan ritual mandi pada saat tanggal 1 Suro di penanggalan Jawa,” tambah Fadjar.

Selain Air Terjun Sedudo, di sekitar lokasi tersebut juga ada Air Terjun Singokromo dan Air Terjun Sedepok. Disamping fungsi religinya, air terjun ini banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Bahkan karena besarnya manfaat air terjun tersebut, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan saat Rakor bersama Bupati Nganjuk pada tanggal 20 Januari lalu meminta agar lingkungan air terjun terus dijaga kelestariannya.

Usai meninjau Air Terjun Sedudo, rombongan Kemenko Marves yang dipimpin oleh Asdep Djoko melanjutkan perjalanan ke Jembatan Magangan di desa Sawahan. Di lokasi ini, kembali Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Gunawan Widagdo menjelaskan rencana pemdanya untuk membangun jembatan kembar. “Kami ingin menambah akses bagi angkutan logistik maupun wisatawan karena jembatan yang ada saat ini lebarnya hanya sekitar 6 meter padahal di pinggir jembatan adalah jurang dan sungai sehingga menyulitkan saat ada kendaraan yang melintas bersimpangan,” tukasnya.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Lanjutan Pendalaman Alur di Kantor Maritim

Lebih jauh, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke destinasi wisata Air Merambat Roro Kuning, rencana wilayah Kawasan Industri Nganjuk (KING) 1 di desa Rejoso, KING 4 di Desa Balonggebang, pedestrian kawasan kota serta lokasi pasar Kertosono.

Lokasi terakhir yang dikunjungi ini menurut Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan Heni Rochtanti adalah bekas pasar Kertosono yang telah terbakar beberapa tahun lalu. “Kami sudah berupaya membangun kembali pasar ini sejak tahun 2019 dengan anggaran multi years namun terpaksa berhenti ketika pandemi pada tahun 2020 karena ada refocusing anggaran,” keluhnya.

Sebelum terbakar, pasar ini cukup besar dan melayani beberapa kabupaten disekitar Nganjuk, tapi setelah terbakar pedagang terpaksa direlokasi ke lokasi milik PG Lestari. Namun, lanjut Heni, tanah yang digunakan untuk relokasi pedagang statusnya pinjaman sehingga harus segera dikembalikan. “Kami mohon kepada pemerintah pusat untuk membantu membangun kembali Pasar Kertosono agar pedagang dapat kembali berdagang sehingga perputaran ekonomi kembali normal,” katanya.

Diakhir kunjungannya, Asdep Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo berjanji akan  membantu memfasilitasi usulan Kabupaten Nganjuk sesuai Perpres Nomor 80/2019. Perpres tersebut berisi tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Namun, disisi lain, dia meminta agar pihak Kabupaten Nganjuk juga dapat berkoordinasi terus dengan Gubernur Jawa Timur terkait usulan mereka.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel