FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Infrastruktur Pantai dan Lepas Penyu di Tapak Paderi Kota Bengkulu

Dibaca: 29 Oleh Selasa, 5 Januari 2021Januari 28th, 2021Tidak ada komentar
Tanggapi Isu Kerusakan Pantai, Kemenko Marves Monitor Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Pantai Bali
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No. SP-02/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Jakarta, Guna mempercepat pembangunan infrastruktur Proyek Prioritas Strategis (Major Project) dan Proyek Strategis Nasional (PSN), Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rahman Hidayat menggelar rapat koordinasi dan kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu. PSN itu di antaranya sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020-2024) di Provinsi Bengkulu.

“Melongok sejarah pantai Tapak Paderi merupakan pusat pelabuhan pertama di Bengkulu dan diperkirakan menjadi salah satu yang tertua di Indonesia. Pada zaman penjajahan, pelabuhan ini sering digunakan sebagai jalur perdagangan dan pintu masuk para prajurit Inggris,” kata Asdep Rahman dalam penjelasannya di Jakarta, Selasa (5-1-2021).

Rahman menjelaskan letak pelabuhan pertama di Bengkulu itu tidak jauh dari Benteng Marlborough yang dibangun oleh Inggris pada awal abad ke-18. Bangunan, Monumen Thomas Parr, dan Pantai Tapak Paderi kini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling sering dikunjungi di Bengkulu, serta reruntuhan bangunan pelabuhan yang masih tersisa menjadikan pantai ini sebagai salah satu lokasi foto terbaik selain lokasi lainnya.

Baca juga:  Menko Marves Melakukan Rapat Bersama Menteri PUPR

Asdep Rahman dan tim yang didampingi Direktur Lestari Alam Laut untuk Negeri (Latun), Ari Anggara pun meninjau langsung kolam Tapak Paderi yang mengalami pendangkalan. Menurut Rahman seharusnya kolam ini direvitalisasi agar bisa dimanfaatkan untuk pelabuhan wisata dan nelayan.

“Upaya revitalisasi di antaranya dapat dilakukan pada mulut pantai, dengan menata kembali reruntuhan pelabuhan, breakwater dan pengerukan sehingga sirkulasi air di kawasan pantai tersebut lancar, perahu-perahu wisata dapat singgah. Serta kondisi kelestarian ekosistem pesisir berupa mangrove maupun pantai peneluran penyu dapat kembali lestari,” ujarnya.

Melihat kondisi langsung di lapangan, Rahman juga mengapresiasi upaya Latun yang telah berupaya mengkonservasi penyu lewat penangkaran maupun upaya pelestarian lainnya. Selain menunjau langsung, Asdep Rahman berserta tim dan rombongan juga melepasliarkan sekitar 20 ekor tukik jenis Lekang (Lepidochelys Olivacea). Selain tukik, ada juga seekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang sebelumnya tterjerat jaring kelompok nelayan Camar Laut.

Sementara itu Direktur Latun, Ari Anggoro menyampaikan dan berharap Kemenko Marves dapat mendorong pembangunan infrastruktur pelabuhan di Tapak Paderi dan terwujudnya kawasan edukasi ekowisata. Menurutnya, Tapak Paderi sangat cocok menjadi kawasan edukasi ekowisata yang fokus pada pelestarian penyu.

Baca juga:  Menko Luhut Rakor Blended Finance di Kantor Maritim

“Selain menjadi daya tarik wisata, masyarakat bisa mendapatkan edukasi agar sama-sama ikut peduli pada pelestarian penyu di Bengkulu,” kata Ari dalam kesempatan yang sama.

“Penyu itu kemudian diserahkan secara sukarela ke Latun untuk diselamatkan dan diberi metal tag (tanda) terbitan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum kembali dilepasliarkan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, adapun rapat koordinasi Asdep Rahman bersama Gubernur dan kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu ini dilaksanakan pada Jumat lalu (18-12-2020). Ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves di Provinsi Bengkulu.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel