FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Infrastruktur Rekayasa Pantai Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma

Dibaca: 25 Oleh Minggu, 14 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Infrastruktur Rekayasa Pantai Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-88/HUM/ROKOM/ SET.MARVES/II/2021

Marves – Jakarta, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rahman Hidayat meninjau infrastruktur rekayasa pantai Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma Provinsi Bengkulu sekaligus menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Kamis (11-02-2021) di Kantor Bupati Kabupaten Seluma.

Kegiatan diawali dengan tinjauan lapangan di lokasi Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma, kemudian Asdep Rahman memimpin rakor. Rapat tersebut membahas tentang progres dan kendala proses pengusulan Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma ke dalam dokumen Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nasional (RIPPN) serta kewenangan pengelolaannya. Rakor ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seluma, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Bengkulu, Selain itu, hadir secara daring Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan perwakilan Direktorat Pelabuhan, Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berdasarkan keadaan umum lokasi rencana Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasar Seluma, Asdep Rahman menyatakan bahwa model pengembangannya mirip dengan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, yakni dengan kolam labuh berada di darat dan jalur masuk kapal memanfaatkan alur sungai.

Baca juga:  Kemenko Maritim Sambut Baik Dukungan BPOM terkait Ekspor Garam Rakyat

Pejabat Sekretaris Daerah (Pjs Sekda) Kabupaten Seluma Ricky Gunawan mengusulkan agar Feasibility Study (FS) Pelabuhan Pasar Seluma yang sebelumnya telah dibuat, dapat segera dilakukan review. “Kami berharap dapat memperoleh dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu di tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menyatakan bahwa pihaknya secara prinsip ingin mendapatkan legal formal terkait kewenangan pengelolaan pelabuhan Perikanan Seluma. Ia menegaskan bahwa usulan dari Sekda Kabupaten Seluma dapat dilaksanakan setelah kewenangan pengelolaan PPP Pasar Seluma resmi menjadi kewenangan provinsi. Sebelumnya, Pemprov Bengkulu telah menerima P3D Pelabuhan Perikanan Pasar Seluma dan saat ini sedang dalam proses penyetujuan.

Kriteria PPP memang seharusnya menjadi kewenangan pengelolaan Pemerintah Provinsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan, diantaranya mampu melayani kapal perikanan yang melakukan kegiatan perikanan di perairan Indonesia, memiliki fasilitas tambat labuh untuk kapal perikanan berukuran sekurang-kurangnya 10 gross ton (GT), panjang dermaga sekurang-kurangnya 100 meter dengan kedalaman kolam sekurang-kurangnya minus 2 meter, mampu menampung kapal perikanan sekurang-kurangnya 30 unit atau jumlah keseluruhan sekurang-kurangnya 300 GT, dan memanfaatkan dan mengelola lahan sekurang-kurangnya 5 hektar.

Baca juga:  Menko Luhut Lakukan Peninjauan Pelabuhan Di Batam Terkait Lego Jangkar

Diketahui saat ini PPP Pasar Seluma telah memiliki lahan seluas kurang lebih 6 hektar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan dermaga/pelabuhan, serta potensi lahan untuk pengembangan mencapai 100 hektar sehingga layak menjadi pelabuhan perikanan yang dikelola oleh provinsi. Sementara itu, karena lokasi pelabuhan yang berdampingan dengan Cagar Alam Pasar Seluma, maka diperlukan data dan informasi terkait peta/deliniasi cagar alam sekitar PPP Seluma.

“Kami meminta agar BKSDA Wilayah II Bengkulu segera menyampaikan data dan informasi delineasi Cagar Alam Pasar Seluma, khususnya titik koordinat muara sungai untuk dilakukan penataan sebagai akses channel yang menghubungkan lokasi rencana PPP Pasar Seluma,” tegas Asdep Rahman.

Rahman menekankan perlunya pembentukan tim asistensi dalam rangka mengakselerasi proses persiapan Pembangunan PPP Pasar Seluma, khususnya untuk memastikan agar PPP Pasar Seluma termuat dalam Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional (RIPPN) yang tengah diperbaharui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nantinya, anggota tim akan mencakup Kemenko Marves, KKP, Sekda Provinsi Bengkulu (Biro Pemerintahan dan Dinas Kelautan dan Perikanan), serta Kabupaten Seluma. “Tim ini melengkapi tim teknis yang telah dibentuk sebelumnya,” urai Asdep Rahman.

Baca juga:  Menko Luhut Terima Presdir PT. HM Sampoerna Tbk di Kantor Maritim

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu secara paralel dapat menyiapkan rencana alokasi ruang PPP Pasar Seluma sebagai materi usulan perubahan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K) Provinsi Bengkulu. Rahman menyatakan langkah ini penting untuk merespon saran dari perwakilan KKP agar rencana Pelabuhan Perikanan Seluma dapat disinkronisasikan dengan RZWP-3-K, mengingat adanya cagar alam. “Diharapkan kedepannya tidak akan terjadi konflik alokasi pemanfaatan ruang,” pungkas Asdep Rahman.

Sebagai informasi, setelah melakukan kunjungan dan rapat koordinasi di hari pertama, keesokannya Asdep IDPSDA melakukan tinjauan ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Maras. Lokasi ini terletak sekitar 69 kilometer dari Pasar Seluma ke arah selatan, menyusuri Jalan Inggris. Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi existing pelabuhan, konektivitas dan peluang pengembangannya. Berdasarkan kondisi yang ada, Pelabuhan Pasar Seluma layak dikembangkan sebagai pusat pelabuhan perikanan yang ada di pantai barat Provinsi Bengkulu.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel