ArtikelFotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu dan Beberapa Infrastruktur Kawasan Pantai Labuan Bajo

Dibaca: 142 Oleh Minggu, 28 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 27 at 8.32.14 PM 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-768/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Rahman Hidayat melakukan kunjungan untuk memantau kondisi jalan akses Pelabuhan Wae Kelambu dan beberapa infrastruktur strategis Kawasan Pantai Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur pekan lalu pada Rabu-Sabtu (17-20 November 2021).

Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi infrastruktur strategis nasional. “Kami ingin melihat langsung kondisi jalan akses ke terminal Wae Kelambu serta progres pembangunan beberapa infrastruktur strategis lainnya sebagai infrastruktur pendukung acara G20 di tahun 2022,” jelas Asdep Rahman.

Terdapat alternatif jalan akses dari pusat kota Labuan Bajo menuju Terminal Multipurpose Wae Kelambu sepanjang ± 10 kilometer melalui jalur Lancang. Sedangkan alternatif jalur lainnya dapat melalui pesisir, namun jika dilewati kendaraan berat dapat berpotensi merusak estetika dan kondisi jalan tersebut. Permasalahan Kondisi jalan akses diantaranya adalah kondisi jalanan yang terjal dan banyak tikungan tajam, banyak material yang tumpah di jalan, dampak dari longsoran bukit juga seringkali menutupi jalan. Selain itu, lebar jalan kurang memadai untuk dilalui dua kendaraan besar, seperti trailer; disamping penerangan jalan juga masih kurang.

Baca juga:  Menko Rizal Sambut Kedatangan Juara Tari Catalonia 2016

Menanggapi permasalahan jalan akses ini, General Manager Pelindo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Dimaz Yulion, mengharapkan adanya perbaikan jalur kendaraan berat menuju Terminal Multipurpose Wae Kelambu. “Kami harap ada penataan kendaraan berat, pelebaran jalan akses, pencegahan dampak longsoran, dan tambahan penerangan jalan demi nyamannya akses menuju dan dari Wae Kelambu,” jelasnya.

Dimaz juga mengungkapkan bahwa pelabuhan logistik Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan dilengkapi dengan terminal bahan bakar minyak (TBBM) yang pembangunannya dimulai pada 2022. “Kita akan mulai penbangunan di tahun 2022 dan ditargetkan TBBM ini selesai pada 2023 mendatang,” ucap Dimaz.

Pembangunan TBBM dalam rangka mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo serta sebagai bentuk kehadiran Pertamina dalam meningkatkan keandalan permintaan jumlah BBM di wilayah Manggarai Barat, Labuan Bajo. PT Pertamina (Persero) selaku holding menugaskan PT. Pertamina Patra Niaga selaku subholding commercial and trading untuk dapat mengeksekusi Proyek Pembangunan TBBM Labuan Bajo bekerja sama dengan Pelindo dan menugaskan PT Elnusa Petrofin selaku afiliasi PT. Pertamina (Persero) untuk Pembangunan proyek tersebut. Ground breaking (peletakan batu pertama) Pembangunan TBBM Labuan Bajo telah dilaksanakan pada 26 Maret 2021 yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM.
Perwakilan Kontraktor dari PT. Elnusa Petrofin Andry Haris, menyampaikan bahwa progres konstruksi untuk tahap awal pembangunan TBBM akan dilakukan di fase 1 dengan konfigurasi 4×22 KL untuk Pertalite, Pertamax, Biosolar, dan Pertadex. Status di lapangan saat ini, yaitu telah dilakukan peletakan IsoTank, Portacamp serta sarana pendukung (layaknya pendirian pagar dan sarfas HSSE) ke area TBBM Labuan Bajo. Sedangkan untuk tahap lanjutan terkait fase 2, saat ini sedang dalam proses penyusunan engineering calculation untuk infrastruktur 4×100 KL dan fasilitas penunjangnya. “Secara keseluruhan, target beroperasi TBBM tahap awal pada triwulan I tahun 2023, tetapi sebagai upaya mendukung kebutuhan BBM Labuan Bajo dan sekitarnya pada gelaran G20, kita ingin semua dapat dipenuhi dari fase 1,” beber Andry.

Baca juga:  Menko Luhut Gandeng ITB untuk Percepat Program B30 dan Kembangkan Green Diesel

Asdep Rahman juga meninjau lokasi landing station kabel laut milik PT Mora Telematika Indonesia dan Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT-Cable Based Tsunameter) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan  Pantai Rangko, serta koordinasi di kantor Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores (BOPLBF).

General Manager Teknik Perwakilan PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Margi Subagio bersama Bernard yang turut mendampingi di lapangan menyatakan bahwa pihaknya menggelar jaringan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai jaringan tulang punggung (backbone) sekaligus persiapan dalam menyambut 5G. “Dalam pemanfaatan kawasan pantai dan ruang laut kami memproses persetujuan kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL) di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Margi.

Asdep Rahman berpesan agar pilihan trase jalan akses segera dapat diputuskan dan dilaksanakan pembangunannya supaya keberadaan Terminal Multipurpose Wae Kelambu dapat berfungsi optimal. Pada akhirnya, fasilitas tersebut akan mampu mendukung kemajuan perekonomian nasional melalui peningkatan konektivitas logistik antardaerah.

Asdep Rahman juga berharap pembangunan TBBM dapat dipercepat. “Kami akan mendorong koordinasi percepatan infrastruktur dasar, sumber daya air, dan infrastruktur pendukung lainnya sehingga upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik dapat terwujud,” pungkas Asdep Rahman.

Baca juga:  Menko Luhut Bincang Tokoh Nasional dan Tokoh Masyarakat di Lahan Otorita Danau Toba

Dalam kunjungan ini, dia didampingi oleh Kepala Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pantai, Suraji; Guru Besar Ekonomi Manajemen dan Sumberdaya Institut Pertanian Bogor Akhmad Fauzi; peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional Suhendar I Syahoemar; Direktur Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suharyanto; dan Subkordinator Perizinan Wilayah Barat, Didit Eko Prasetiyo.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel