FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur

Dibaca: 28 Oleh Minggu, 14 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-87/HUM/ROKOM/ SET.MARVES/II/2021

Marves – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Nasional Ruas Probolinggo-Lumajang. Acara tersebut digelar pada Rabu (10-02-2021) hingga Kamis (11-02-2021) di Jawa Timur.

“Rakor ini dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan terkini progres dan kendala pembangunan infrastruktur Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, serta rencana pengembangan pengusulan pembangunan infrastruktur Jalan Nasional Ruas Probolinggo–Lumajang”, ungkap Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur dan Tranportasi Lukijanto. Pembangunan infrastruktur di titik ini menjadi komitmen pengembangan wilayah Jawa Timur sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Mengacu pada hasil Feasibility Study (FS) yang dibuat pada tahun 2006, Direktur PT. Jasamarga Probolinggo–Banyuwangi menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol tersebut tidak layak dilaksanakan. Terdapat beberapa parameter yang tidak mencapai nilai di dalam FS, seperti traffic lalu lintas yang hanya mencapai 40 persen dari target 18.000 kendaraan pertahun, tingkat inflasi yang memengaruhi kenaikan tarif tol, besarnya biaya konstruksi, dan adanya rencana pembangunan jaringan tol baru Probolinggo–Lumajang–Jember–Banyuwangi yang berpotensi mengurangi _traffic_ Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi. Karena alasan-alasan tersebut, diperlukan adanya perubahan skema pengusahaan, termasuk dalam bentuk dukungan dari pemerintah.

Baca juga:  Indonesia Berbagi Pengalaman dan Informasi Soal Kesetaraan Gender Dalam Kebijakan Perubahan Iklim di Sidang UNFCCC Jerman

Selain itu, karena banyaknya kendaraan berat yang melewati Jalan Nasional Ruas Probolinggo-Lumajang, maka telah dilakukan pelebaran jalan dan peningkatan konstruksi. “Peningkatan kapasitas dan konstruksi telah dilakukan sejak tahun 2019 dan diharapkan pada tahun 2023 telah dapat melayani kebutuhan lalu lintas Probolinggo–Lumajang,” ucap Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Probolinggo–Lumajang. Pada masa mendatang akan dibangun pula Tol Surabaya–Malang–Tulungagung, juga klaster mega wisata Bali-Banyuwangi-Jember.

Untuk membahas pembangunan kedua jalan ini secara lebih rinci, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan akan mengadakan Rakor terkait Perpres Nomor 80 Tahun 2019. Dalam rapat tersebut akan dibahas tentang percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah sekaligus pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru Jawa Timur.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel