FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta

Dibaca: 26 Oleh Sabtu, 3 April 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-221/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves – Yogyakarta, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan peninjauan ke beberapa titik pembangunan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (03-04-2021). Lokasi-lokasi yang dimaksud, antara lain Yogyakarta International Airport (YIA), Stasiun Kedundang, dan Stasiun Tugu.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Pak Menko Marves pada pertengahan Maret lalu. Kami ingin melihat progres pembangunan infrastruktur di Yogyakarta secara lebih rinci,” ungkap Deputi Ayodhia Kalake pada saat kunjungan.

Tidak sendiri saat berkunjung ke Yogyakarta, Deputi Ayodhia didampingi pula oleh Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (IDPSDA) Rahman Hidayat; Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo; Asdep Infrastruktur dan Konektivitas Rusli Rahim; serta Asdep Industri Maritim dan Transportasi Firdausi Manti.

Pemantauan Sistem GeNose di YIA dan Stasiun Tugu

Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi salah satu bandara yang menggunakan alat GeNose untuk skrining pelaku perjalanan menggunakan pesawat sejak tanggal 1 April 2021, selain Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya. Selain itu, Stasiun Tugu juga sudah menyediakan fasilitas GeNose bagi penumpang. Diketahui meskipun biaya Genose hanya Rp40.000 untuk satu kali tes, Genose ini memiliki keakuratan senilai 93 persen.

Di YIA dan Stasiun Tugu, GeNose sudah menjadi salah satu alternatif tes Covid-19 yang menjadi pilihan masyarakat yang berlaku selama maksimal 1×24 jam. Menurut data di YIA, pada 1 April 2021 terdapat 289 orang melakukan Genose dan di hari selanjutnya sebanyak 457 orang. “Di dua hari tersebut, terdapat 23 orang dan 29 orang di antaranya terdeteksi positif Covid-19,” beber Bambang Triyono Airport Planning Safety Health Enviroment Quality and Risk Management Senior Manager YIA.

Baca juga:  Kemenko Marves Gelar Rakornas Lintas Kementerian dan Lembaga, Menko Luhut Ingatkan Tugas Negara Selesaikan Masalah

Hal lain, di Stasiun Tugu, Kepala PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Asdo Artrivianto menuturkan, “Dalam sehari, di sini ada kurang lebih 1.400 orang yg tes GeNose. Persentase orang yang positif sekitar satu persen dari angka tersebut.”

Peninjauan Lapangan dan Diskusi terkait Penanganan Dampak Abrasi Pantai terhadap YIA

Meskipun pembangunan bandara YIA membawa dampak positif dan peluang untuk pengembangan potensi daerah sekitar, mendukung aksesibilitas dan konektivitas di wilayah Jawa, menjangkau berbagai destinasi wisata, dan mendukung bisnis di lingkungan YIA, tetapi terdapat YIA menghadapi permasalahan abrasi di Pantai Glagah dan sedimentasi di Pelabuhan Perikanan (PP) Tanjung Adikarto.

Sebelumnya, pada Sabtu (13-03-2021), Menko Luhut telah mengunjungi longsor yang terjadi di barat runway YIA, di muara Sungai Bogowonto. Pada saat peninjauan, diketahui bahwa pada muara sungai telah dilakukan pembangunan dan pemeliharaan groin muara sungai, serta akan segera dibangun double jetty di bagian barat dan timur yang masing-masingnya sepanjang 306 meter. Breakwater ini berfungsi untuk mengurangi potensi sedimentasi. Sementara itu, untuk sisi timur masih di dalam proses pengkajian ulang karena menjadi terintegrasi dengan penyelesaian sedimentasi di PP Tanjung Adikarto.

Baca juga:  Indonesia Siap Bekerjasama Membangun Infrastruktur di Kawasan Afrika

Selain itu, Angkasa Pura I pun telah membuat saluran pencegah banjir dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam perancangan pembangunan green barrier di sisi selatan landasan untuk menangani masalah. Namun, untuk menanganinya secara jangka panjang, diperlukan integrasi antarproyek yang melibatkan para K/L yang bersangkutan.

Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Sony Santoso menjelaskan, “Per 20 Maret 2021, proyek pembangunan sarana pengendali banjir Sungai Bogowonto dan anak sungainya sudah 11,25 persen, sedangkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang sebesar 11,25 persen.” Keduanya menurut Sony, telah melebihi target pengerjaan yang ditetapkan sebelumnya, dengan deviasi masing-masingnya 0,74 persen dan 0,28 persen.

“Salah satu tantangan dalam pembangunan adalah pengendalian banjir. Hendaknya pengendalian tidak hanya mengedepankan sektor teknis, tetapi juga naturalisasi dan normalisasi yang akan berperan banyak dalam pengendalian banjir,” pesan Deputi Ayodhia.

Peninjauan Stasiun Kedundang dan Operasional Kereta Bandara Dari Stasiun Tugu

Kereta api bandara rute Kedundang-Bandara YIA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari YIA. Stasiun Kedundang terletak di Kulur, Kapanewon Temon dan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Per April 2021, pembangunan elevated rail sepanjang 5,4 kilometer ini telah mencapai 85,59 persen.

Baca juga:  Pastikan Capai Target, Kemenko Marves Tinjau Pembangunan Bendungan Sukamahi

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Hari Susanto mengungkapkan bahwa Stasiun Kedundang hanya akan menjadi stasiun operasi saja, tidak melayani penumpang. Kalau ada penumpang yang ingin naik kereta bandara, ia dapat berpindah kereta di Stasiun Wates. Kereta ini pun terhubung dengan jalur  existing yang menuju jalur lintas selatan utama. Kereta bandara ini akan diuji coba pada Juli 2021 dan diproyeksikan dapat beroperasi tahun Agustus 2021.

Nantinya, kereta bandara akan mampu mengefisiensikan waktu tempuh perjalanan dari dan ke pusat kota Yogyakarta menuju bandara internasional. Apabila melakukan perjalanan via darat dari pusat kota Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, dengan kereta bandara intenasional dapat memangkas waktu menjadi 39 menit dalam satu kali perjalanan. Waktu tunggu antar kedatangan kereta (headway) adalah 30 menit dan ditargetkan mampu mengangkut 3.800 penumpang setiap harinya.

“Untuk saat ini, kami persiapkan 20 perjalanan per hari karena masih menyesuaikan dengan jumlah penerbangan di YIA. Mengacu pada pengalaman kereta Bandara Adi Soemarmo Solo yang memiliki 34 perjalanan per hari, tapi hanya diisi oleh 50 penumpang, kami akan terus melakukan kolaborasi untuk meningkatkan minat pariwisata,” ungkap Kepala Daop 6 Asdo.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel