Berita

Kemenko Marves Tinjau Persiapan Infrastruktur Pendukung Sail Tidore

Dibaca: 108 Oleh Minggu, 27 Juni 2021Juni 30th, 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Persiapan Infrastruktur Pendukung Sail Tidore
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-395/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VI/2021

 

Marves – Pelaksanaan Sail Tidore ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi nomor 28/2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Sail Tidore 2021. Dimana berdasarkan surat keputusan tersebut Asdep Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air merupakan salah satu Pantia Pelaksanaan Sail Tidore 2021. Pelaksanaan Sail ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk mempercepat pembangunan perekonomian Maluku Utara.

Pelaksanaan Sail Tidore direncanakan akan dimeriahkan kehadiran beberapa kapal asal Spanyol dan Portugal yang berlayar bertepatan dengan perjalanan keliling dunia untuk mengenang ekspedisi Magelhaens 500 tahun lalu. Sail Tidore akan dipusatkan di Pantai Tugulufa Kota Tidore Kepulauan. Namun, Berdasarkan Surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi nomor 2300/MENKO/MARVES/HM.002.02/VI/2021 tertanggal 7 Juni 2021 tentang Penundaan Sail Tidore ke Tahun 2022. Berdasarkan informasi tersebut, Asdep IDPSDA Rahman Hidayat mengatakan “Pemerintah Daerah perlu melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait dengan penundaan Sail Tidore ke Tahun 2022 sehingga dapat disusun rencana/ tindak lanjut terhadap penundaan Sail Tidore ini”.

Adapun kesiapan yang telah dilakukan antara lain: TNI Angkatan udara telah melakukan survey untuk tempat pendaratan penerjun payung. Selain itu, Pengembangan Pelabuhan Rum sebagai pelabuhan utama dan juga pelabuhan lain yang menjadi akses keluar masuk wisatawan ke Pulau Tidore perlu diperhatikan. Asdep Rahman Hidayat mengatakan “Pemerintah Daerah perlu membuat skenario pergerakan wisatawan yang akan masuk, keluar maupun menginap di Kota Tidore sehingga Pemerintah Daerah dapat membuat kebijakan dan strategi yang tepat sasaran yang dampaknya kepada perkonomian masyarakat Tidore dan Maluku Utara pada umumnya”.

Baca juga:  Menko Luhut Bahas Pembangunan Infrastruktur di Banten, Salah Satunya Tol Serang-Panimbang

Pada saat Asdep IDPSDA melakukan kunjungan lapangan 24/06/2021 terlihat adanya pengerjaan perluasan panggung untuk acara puncak di Pantai Tugulufa. Perluasan ini dilakukan sejauh 15-30 meter kearah laut dan membentang sepanjang 200 meter. Kedepan, Pemkot Ternate melalui Dinas PU Kota ternate ingin perluasan sampai 50meter kearah laut dengan kedalaman ideal 5 meter. Saat melakukan perluasan, dinas PU Kota Tidore telah mendapatkan izin lingkungan. Asdep Rahman menambahkan “Perluasan yang dilakukan Pemkot Tidore sudah sesuai dan tepat sasaran, karena perluasan Pantai Tugulufa dapat dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat, namun kedepannya perlu dibuat regulasi untuk pengelolaan RTH Pantai Tugulufa yang melarang pembangunan pertokoan atau aktivitas jual beli di kawasan RTH tersebut.

Asdep IDPSDA juga melakukan kunjungan lapangan dalam rangka meninjau kualitas dan kelayakan jalan serta jembatan yang merupakan aksesibilitas utama yang mengelilingi Pulau Tidore. Dari hasil pantauan dilapangan ada beberapa ruas jalan yang lebarnya kurang memadai kurang lebih 4 meter terutama ada penyempitan jalan ketika melewati jembatan hal ini berpotensi terjadinya antrian kendaraan pada saat kegiatan Sail Tidore. Selain itu, ada satu ruas jalan dan jembatan yang perlu diubah alurnya agar lurus dan tidak berbelok-belok namun butuh usaha untuk desain alur jalan baru yang digeser dan desain jembatan yang baru. Pemkot Tidore memberikan perhatian khusus untuk fasilitas sanitasi yang baik terutama pada panggung utama (Tugulufa), kemudian pedestrian, penyediaan air bersih dan juga air bersih langsung minum akan dikerjakan oleh Balai Perumahan Pemukiman.

Baca juga:  Pemerintah RI-Afrika Adakan Forum Infrastruktur Untuk Implementasikan Kerjasama Ekonomi

Asdep Rahman menegaskan “Ada dua keuntungan yang diperoleh Pemerintah Daerah dari kegiatan Sail Tidore ini yang pertama adalah adanya peningkatan ekonomi atau perputaran uang karena adanya wisatawan yang berdatangan dan yang kedua adalah fasilitas Infrastruktur yang tidak dibangun di Kota Tidore maupun Provinsi Maluku Utara adalah infrastruktur yang bukan sekali pakai tetapi dapat digunakan secara berkelanjutan yang bermanfaat bagi pengembangan daerah dan pengembangan wilayah, karena belum tentu infrastruktur tersebut mendapatkan prioritas pembangunan jika tidak ada Sail Tidore”.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan dalam rangka meninjau kesiapan Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air serta koordinasi di Kantor Walikota Tidore antara lain:

  1. Kemenko Marves dalam hal ini Kedeputian Infrastruktur dan Transportasi yang diwakili oleh Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air menunggu hasil konsolidasi Pemerintah Daerah terhadap pelaksanaan Sail Tidore di Tahun 2022;
  2. Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi pada bulan Juli 2021 dalam rangka persiapan pelaksanaan Sail Tidore di Tahun 2022.
Baca juga:  Rizal Ramli Pimpin Rapat Koordinasi Reklamasi

Menutup kunjungannya di Walikota Tidore, Asdep Rahman Hidayat mengatakan “Sail Tidore hanyalah label namun secara substansi Sail Tidore merupakan acara Provinsi Maluku Utara secara umum untuk pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara.”

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel