ArtikelBeritaFotoBerita DeputiDeputi 3Siaran Pers

Kemenko Marves Tinjau Program Pengembangan Superhub: Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) 

Dibaca: 281 Oleh Selasa, 2 November 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-685/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves, Bali – Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Kemenko Marves) melakukan rapat koordinasi dan kunjungan lapangan ke Bali Maritime Tourism Hub. Dalam kesempatan tersebut, Deputi Ayodhia Kalake didampingi oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Rahman Hidayat, Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Djoko Hartoyo, Asdep Industri Pendukung Infrastruktur Y. Yudi Prabangkara, Asdep Industri Maritim dan Transportasi Firdausi Manti, Plt. Asdep Infrastruktur Konektivitas Lukijanto, serta Penasihat Khusus Menko Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim sekaligus Komisaris Utama PT Pelindo Marsetio.

Pelabuhan Benoa telah masuk dalam Program Pengembangan Superhub sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Kebijakan lain yang mengatur tentang pengembangan Pelabuhan Benoa adalah Nomor 18 Tahun 2020. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Mengenai maksud kedatangan Kemenko Marves dalam kunjungan ini adalah untuk mendengarkan hambatan yang dihadapi  supaya pengerjaan proyeknya dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai tenggat waktu. Deputi Ayodhia menjelaskan bahwa pihaknya ingin memprediksi pengerjaannya seperti apa supaya dapat disinkronkan dengan pengembangan pelabuhan dan pariwisata di Indonesia.

Baca juga:  Menko Luhut Menerima HSBC Group di Kantor Maritim

“Ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan pariwisata nasional,” lanjut Deputi Ayodhia.

Mengingat eksotisme berbagai pulau di Indonesia, terdapat potensi pariwisata yang perlu dikonsepkan (crafting), seperti dengan memberikan pengalaman berwisata  ke dalam paket-paket destinasi wisata.

“Sekarang ini sedang ramai di media tentang Presiden RI Joko Widodo yang baru saja menerima tongkat komando dari Presiden Itali untuk kepemimpinan G20. Jadi mari sama-sama sukseskan proyek BMTH, karena welcome to Bali berarti welcome to BMTH sebagai salah satu side event G20,” tutur Penasihat Menko Marsetio.

Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) akan menjadi pusat pariwisata maritim di Indonesia. Ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2023, rencana pembangunan BMTH dinilai sudah menggambarkan Bali sebagai lokasi wisata yang kaya akan budaya dan tradisi. Untuk peralatan dan bahan yang digunakan untuk proyek juga diminta sesuai dengan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Semuanya pakai produk Indonesia, kecuali untuk komponen yang tidak dapat diproduksi di sini,” tegas Deputi Ayodhia.

Baca juga:  Bangka Belitung Kembangkan Potensi Wisata Lewat Festival

Dalam kesempatan yang sama, Ali Sadikin, CEO Regional Bali-Nusa Tenggara mengatakan apa yang  dilakukan sekarang ini tentunya untuk mencapai tujuan akhir bangkit bersama dari pandemi. Dengan dibangunnya BMTH, ia ingin agar mampu mengembalikan Benoa sebagai sentral hub kapal pesiar. Sebelum pandemi, Benoa menjadi tempat kunjungan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 100 call/year dan 2.000-3.000 penumpang.

Selain menjadi pilot project untuk proyek sejenis, kehadiran BMTH akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. “Kalau jadi nanti, semua wilayah yang punya potensi pariwisata cruise akan dapat manfaatnya,” lanjut CEO Ali.

BMTH bukan hanya memiliki zona pariwisata, tetapi secara bertahap juga akan dibangun bertahap dibangun zona yacht terminal, zona perikanan, zona curah cair dan petikemas, serta pelabuhan Benoa eksisting. BMTH diproyeksikan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi laut sekaligus wisata di Benoa, Bali.

Disana akan menjadi tempat sandar kapal pesiar terbesar di Indonesia. Saat ini, kapal pesiar yang dapat bersandar di Pelabuhan Benoa hanya sepanjang 280 meter, tetapi nantinya akan diperpanjang menjadi 350 meter atau setara dengan kapal pengangkut 6.000 penumpang.

Baca juga:  Bangkitkan Semangat Maritim, Kemenko Marves Rayakan Hari Maritim Nasional ke-56

Selain itu, keberadaan BMTH diperkirakan mempu menggenjot kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, juga menyediakan lapangan kerja yang luas. Beragam fasilitas yang ditawarkan menjadi selling point. “BMTH ini untuk membangun Bali, bukan untuk membangun di Bali,” tegas Head Project Management Hub Bali-Nusa Tenggara Fathoni.

Saat ini pekerjaan fisik yang sedang berjalan adalah pengerukan pelabuhan, infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang pariwisata, revetment dan retaining wall dumping serta dermaga, pengerukan Pelabuhan Benoa, serta pemusnahan dan relokasi kapal eks asing. Deputi Ayodhia beserta jajaran juga melakukan site visit untuk melihat secara langsung progres pembangunan di BMTH.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel