FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Rencana Infrastruktur Pengendalian Banjir Kali Cikarang-Bekasi-Laut

Dibaca: 33 Oleh Senin, 12 April 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Rencana Infrastruktur Pengendalian Banjir Kali Cikarang-Bekasi-Laut
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-245/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves – Jakarta, Pembangunan inland waterway  (jalur air pedalaman) yang memanfaatkan Kanal Cikarang-Bekasi–Laut (CBL) sudah diinisiasi sejak tahun 2017 dan sudah termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Terkait proyek ini, kami akan coba bantu koordinasi antara BBWS Ciliwung-Cisadane, BPTJ, dan investor potensial agar pembangunan dapat berjalan selaras,” sebut Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Rahman Hidayat pada Senin (12-04-2021) terkait kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Bendung Gerak Kanal CBL di Desa Sri Amur, Kabupaten Bekasi pada Kamis (08-04-2021).

Menambahkan, pada kesempatan terpisah, Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane mengatakan pembangunan Bendung Gerak Kanal CBL merupakan bentuk dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mengendalikan banjir, pencegahan intrusi air laut, dan penanganan degradasi dasar sungai. “Namun, pekerjaan pengerukan dan pelebaran kanal agar kanal dapat digunakan sebagai sarana transportasi menjadi tanggung jawab dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ),” jelasnya.

Baca juga:  Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya alam dan Jasa Serah terima Konverter kit kepada Nelayan Banyuwangi

Saat ini, Kanal CBL memiliki lebar yang bervariasi antara 30 hingga 120 meter dengan kedalaman antara -2 sampai dengan -4 meter di atas permukaan laut (mdpl). Fungsi utama Kanal CBL adalah untuk mengendalikan banjir di Sungai Cikarang, Sungai Cisadang, Sungai Jambe, Sungai Jambu, Sungai Bedah, dan Sungai Bekasi

Sebagai informasi, sebenarnya kanal ini telah selesai dibangun pada tahun 1980 oleh BBWS Citarum. Seiring berjalannya waktu, kanal CBL sudah tidak dapat menampung debit banjir sampai dengan Q2. Oleh karena itu, BBWS Ciliwung–Cisadane memberikan rekomendasi untuk melakukan normalisasi sepanjang 32,4 kilometer di Kali CBL. Selain itu, guna mendukung kebutuhan waterway, pihak BBWS akan melakukan pelebaran kanal menjadi 75 meter pada lebar atas dan 55 meter pada lebar bawah. Nantinya, kedalamannya akan menjadi -4.5 lowest low water level (level permukaan paling rendah) sepanjang 18,6 kilometer.

Pembangunan bendung gerak yang bertujuan untuk mencegah mengalirnya air laut ke darat akan dilakukan pada kilometer 20. Selain itu, pembangunan groundsill juga akan dilakukan agar tidak terjadi erosi dan scoring di daerah sekitar sungai.  Fasilitas pendukung Inland Waterway, seperti terminal dan dermaga akan dibangun pada kilometer 17 hingga 18,6 yang akan menjadi tanggung jawab BPTJ. Mekanisme investasi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) diyakini sangat mungkin untuk dilakukan dalam pengembangan waterway. Lebih lanjut, PT Pelindo II pun menjadi salah satu investor yang potensial untuk proyek ini.

Baca juga:  Menko Luhut Melaksanakan Vidcon Menko Rakor Program Padat Karya

Melanjutkan, Asdep Rahman menyampaikan agar selama pembangunan inland waterway, Kementerian PUPR melalui BBWS Ciliwung-Cisadane dengan Kementerian Perhubungan melalui BPTJ perlu melakukan koordinasi dengan baik. “Rencana pembangunan Kanal CBL ini harus sinkron antara BBWS dan BPTJ,  jangan sampai pengerjaannya seperti berjalan sendiri-sendiri,” tutur Asdep Rahman.

Dia juga mengimbau agar pembangunan CBL melibatkan pemerintah daerah. Ia juga menyarankan agar daerah sekitar memperoleh keuntungan dari program teraebut, baik melalui mekanisme right of participant dengan membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) maupun melalui mekanisme lainnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Sri Amur yang terletak di kilometer 20 tempat pembangunan Bendung Gerak CBL. Pada kesempatan tersebut, Asdep IDPSDA didampingi oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Farman, pihak BBWS Ciliwung-Cisadane, serta perwakilan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Sukamwaty.

Di lokasi yang berdekatan dengan pembangunan Tol Cibitung-Cilincing ini sudah dibangun sekolah dan komplek perumahan. Mengetahui hal tersebut, Asdep Rahman menyarankan untuk memberhentikan pemberian izin mendirikan bangunan di lahan yang menjadi target normalisasi CBL guna mengamankan lahan yang dibutuhkan oleh Kementerian PUPR.

Baca juga:  Menko Luhut Hadiri Undangan Peluncuran Buku "Panggil Dia Ucok"

Menutup kunjungan, Asdep Rahman juga berpesan agar dilakukan pengkajian feeder dari inland waterway dan memastikan konetivitas antara waterway CBL dengan pengguna potensial. “Tolong dipastikan lagi konektivitas antara kanal CBL dengan kawasan industri yang akan memanfaatkan kanal ini.”

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel