FotoBerita DeputiDeputi 3

Kemenko Marves Tinjau Rencana Usulan Pembangunan Infrastruktur di Jembrana, Bali

Dibaca: 19 Oleh Senin, 12 April 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Tinjau Rencana Usulan Pembangunan Infrastruktur di Jembrana, Bali
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-242/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021 

Marves – Bali, Untuk melakukan pengembangan wilayah dan pembangunan infrastruktur di wilayah Bali, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia Kalake bersama Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (IDPSDA) Rahman Hidayat dan Asdep Infrastruktur dan Konektivitas Rusli Rahim melakukan kunjungan lapangan ke beberapa titik yang berlokasi Jembrana, Bali. Kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu (10-04-2021).

“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat menentukan lokasi yang perlu mendapatkan prioritas untuk segera ditindaklanjuti,” sebut Deputi Ayodhia.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry Yusuf Hadi dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Pelabuhan Gilimanuk memberikan paparan. “Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Bali yang berperan dalam mendukung kegiatan distribusi logistik dan pariwisata nasional,” ungkap Direktur PT ASDP. Bupati Nengah menambahkan bahwa poin pengembangan selain pada terminal, baik angkutan kendaraan maupun angkutan orang, juga memperhatikan aspek komersialisasi terminal dengan memberdayakan usaha mikro-kecil-menengah (UMKM) di Gilimanuk.

Menanggapi paparan itu, Deputi Ayodhia meminta, dalam konteks pengembangan wilayah, agar ASDP dan pemerintah daerah memerhatikan aspek public service dan aspek komersial, dengan tetap memerhatikan aspek safety dan security. Selain itu, aspek kebersihan juga perlu mendapatkan perlu mendapatkan perhatian yang tinggi.

Baca juga:  Menko Luhut Vidcon rakor Penetapan Alur Pipa Di Bawah Laut

Setelah itu, dilakukan kunjungan ke Bali Banjar Jineng Agung yang mengalami abrasi. Hal ini disebabkan oleh naiknya level muka air laut dan pendangkalan pesisir. Selama ini, masyarakat sekitar melakukan gotong royong untuk menangani abrasi, yaitu dengan berupaya membuat tanggul seadanya menggunakan bahan yang dapat diperoleh dengan mudah, seperti kampil yang berisi materai.

Sebagai wujud keseriusan menangani abrasi tersebut, pembangunan tanggul abrasi pantai yang berdekatan dengan Pelabuhan Gilimanuk ini akan direalisasikan di tahun 2021, terlebih didorong oleh kondisi pemukiman warga yang terletak hanya 110 meter dari lokasi abrasi. Rekomendasi penanganan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah untuk merelokasi pemukiman warga yang ada di sekitar garis pesisir rawan abrasi.

Setelah itu, dilakukan peninjauan ke lahan yang diusulkan untuk digunakan sebagai lokasi pengenbangan Gudang ASDP menyimpan segala keperluan logistik. “Gudang ini memerlukan penataan supaya semua barang tidak menumpuk di Pelabuhan Gilimanuk dan mampu memberikan manfaat,” ucap Direktur Ferry.

Pihak Kemenko Marves juga mengunjungi Pantai Pebuahan di Desa Banyu Biru sebagai titik lain abrasi. Di sana, banyak bangunan runtuh karena tanah tergerus air laut. “Kondisi dapat menjadi lebih parah saat cuaca ekstrem, yaitu angin kencang dan gelombang tinggi yang biasa terjadi pada bulan Mei-Juli,” jelas Bupati Nengah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif untuk membuat sedimentasi bergerak dari arah selatan ke barat.

Baca juga:  Lakukan Pertemuan Bilateral Tingkat Menteri dengan Pemerintah Jepang, Menko Luhut: Kita Berkomitmen Selesaikan Tantangan Lingkungan

Kemudian, Kemenko Marves juga meninjau lokasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dan meminta perhatian untuk meningkatkan kebersihan dan penyediaan subsidi bahan bakar bagi nelayan.

Di sekitar lokasi direncanakan akan dibuat pacuan kerbau untuk meningkatkan minat wisatawan datang mengunjungi Jembrana, tetapi demikian perlu diperhatikan kesiapan lokasi, baik untuk rencana pembangunan podium, tempat parkir, dan juga saluran irigasi yang saat ini sedang dikerjakan oleh masyarakat sebagai program padat karya tunai. Selain itu, perlu dipikirkan pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah sebelum dialirkan ke laut.

Kemudian, peninjauan dilanjutkan ke Terminal Kota Negara yang menjadi titik singgah logistik Pelabuhan Gilimanuk. Di masa mendatang, pihak Kabupaten Jembrana merencanakan akan membangun Rumah Tenun yang menampilkan kerajinan UMKM setempat.

Terakhir, Kemenko Marves mendatangi Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi. _Rest area_ multifungsi ini diharapkan dapat menjadi tempat istirahat pengendara yang melalui jalan nasional. Selain itu, lokasi ini menjadi titik pengenalan dan pemasaran budaya lokal dan pusat informasi berbagai produk dan potensi daerah sekitar.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Vidcon Rakor Tindak Lanjut Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)

Saat ini, ACM masih tampak kosong dan tidak terlalu dimanfaatkan. Status aset yang merupakan milik pemerintah pusat membuat pemerintah kabupaten (pemkab) belum berani turun tangan untuk mengelola dan memanfaatkan ACM. Terkait hal tersebut, Deputi Ayodhia menyarankan agar pemkab segera berkoordinasi kepada Kementerian PUPR terkait dengan kepemilikan dan pengelolaan aset ACM tersebut.

Menutup kunjungan kerja, Deputi Ayodhia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur berperan besar dalam menghubungkan berbagai sektor, seperti pertanian, pelayaran, dan sebagainya. Ia pun mengingatkan, “Kalau ingin membangun infrastruktur, maka harus dilakukan dengan feasibility study (FS) yang komprehensif dan terintegrasi.”

Kabupaten Jembrana yang memiliki posisi strategis, khususnya dalam menghubungkan Pulau Bali dan Pulau Jawa, diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel