Siaran PersBerita DeputiDeputi 5

Kemenko Marves Turut Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa

Dibaca: 43 Oleh Rabu, 9 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Turut Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-139/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Sulut, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) turut hadir bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa, Benteng Moraya, Tondano Barat, Sulawesi Utara, pada 9-10 September 2020.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Barekraf, bekerja sama dengan DJKI Kemenkumham, Bupati Minahasa, Sekda, Kadispar Kabupaten Minahasa, dan Asosiasi Indikasi Geografis Indonesia.

Kabid Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Ervan Susilowati (Susi) mengatakan, kegiatan Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Arabika Kabupaten Minahasa dilakukan untuk melindungi kopi khas daerah setempat sesuai dengan geografisnya sehingga kedepannya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Minahasa. Salah satu produk kopi dengan Indikasi Geografis yang telah terbukti berhasil adalah Kopi Gayo khas Aceh.

“Banyak potensi perkebunan di kabupaten Minahasa seperti cengkeh, kelapa, pala, vanili, kopi, aren, kemiri, serat Abaka, dan lainnya yang bisa di dorong perlindungan kekayaan intelektualnya dari segi Indikasi Geografis.” Jelas Kabid Susi.

Baca juga:  Pengumuman Hasil Seleksi Peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

Potensi ini dapat menjadi kekuatan industri kreatif masyarakat yang berkualitas sesuai dengan Undang-undang Merek dan Indikasi Geografis Nomor 20 Tahun 2016. Hal ini turut menjadi prospek akan berkembangnya desa wisata Indikasi Geografis, sebagai penguatan dari produk Indikasi Geografis (IG) tersebut. Penguatan tidak hanya menargetkan sertifikat IG, namun juga mencakup peningkatan terhadap SDM maupun pengembangan produk IG tersebut kedepannya.

Keterlibatan dan dukungan penuh dari seluruh pihak yang terkait baik pemerintah pusat maupun daerah dibutuhkan, karena IG tak hanya melindungi kopi khas daerah setempat, namun juga mendorong lahirnya produk terbaik yang ke depannya dapat menjadi dasar pengembangan wisata kopi IG mulai dari konsep agrowisata, eduwisata kopi hingga mobil wisata kopi IG.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel