BeritaInformasiPublikasi

Kemenko Marves Undang 7 K/L Guna Sinkronisasi, Koordinasi, dan Keselarasan Penyusunan Renja 2022

Dibaca: 60 Oleh Senin, 22 Februari 2021Tidak ada komentar
Kemenko Marves Undang 7 K/L Guna Sinkronisasi, Koordinasi, dan Keselarasan Penyusunan Renja 2022
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-115/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Bandung, Guna sinkronisasi dan keselerasan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2022, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan 7 Kementerian/Lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves, di Bandung, Senin (22-02-2021).

“Pada kesempatan ini kami sengaja mengundang Bapak/Ibu para Kepala Biro Perencanaan 7 K/L yang tidak lain adalah untuk mendengarkan langsung tantangan rencana kerja yang disiapkan oleh 7 K/L, sehingga kami Kemenko Marves dapat sejalan, agar terjadi sinkronisasi, koordinasi, dan keselerasan untuk penyusunan Renja 2022”, demikian disampaikan Kepala Biro Perencanaan Kemenko Marves, Arif Rahman dalam sambutannya.

Sekretaris Kementerian Koordiantor (Sesmenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono yang turut hadir dan membuka rakor secara virtual memberikan arahannya. Menurut Sesmenko Agung, kegiatan penyusunan Renja ini dapat dilakukan secara bersama-sama, sinergi, dan berintegrasi.

“Jika mengadakan kegiatan, perhatikan interest nasional dari kegiatan tersebut. Harus ada nilai tambah untuk kepentingan nasional kita. Jadi, anggaran betul-betul dimanfaatkan untuk kegiatan yang mempunyai nilai tambah untuk nasional secara umum, dan secara khusus yang mempunyai nilai yang begitu besar bagi Kemenko Marves,” ungkap Sesmenko Agung.

Baca juga:  Menko Luhut: Indonesia Harus Siapkan Diri Hadapi Perkembangan Teknologi

Sehubungan dengan hal tersebut Kasubdit Pemantau, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian PPN/ Bappenas, Alex Oktavianus sebagai narasumber mengatakan, sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pada Tahun 2022 akan melanjutkan 7 prioritas pembangunan nasional, yaitu meliputi: (1) memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, (2) mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, (3) meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, (4) revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, (5) memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, (6) membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan Iklim, (7) memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.

Lebih lanjut Alex memaparkan Prioritas Nasional RKP Tahun 2022 ini memiliki tema khusus yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. Menurutnya tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama Indonesia mulai lepas dari tekanan Covid-19. “Ini merupakan tahun kunci pemantapan pemulihan ekonomi. Tantangan Indonesia tidak saja Pemulihan Ekonomi Nasional, namun juga Transformasi Ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan dari sekarang,” jelasnya.

Baca juga:  Menko Luhut Menghadiri Undangan Virtual Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam Rakor ini, dipaparkan juga beberapa major project yang berkaitan langsung dengan tema RKP 2022. Contohnya, Kementerian ESDM, dalam paparannya, Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM, Harya Adityawarman menuturkan sektor ESDM akan menekankan pada PN 1, PN 2, PN 3, PN 5, dan PN 6. Adapun arahan kebijakan pembangunan sektor ESDM, sumber daya tidak lagi dijadikan sebagai komoditas ekspor semata, tetapi sebagai modal pembangunan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga memiliki major project dan target pengembangan konektivitas tahun 2022, di antaranya jaringan pelabuhan utama terpadu, KA Makasar-Pare Pare, Proyek KA Cepat Pulau Jawa (Jakarta-Semarang dan Jakarta-Bandung), sistem angkutan umum massal perkotaan di 6 wilayah Metropolitan, dan jembatan udara 37 Rute di Papua.

Adapun untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki major project yaitu Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Yaitu, pertama membangun 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas: Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo,Manado-Likupang. Kedua, membangun 5 Destinasi Pariwisata Prioritas berikutnya yaitu: Wakatobi, Raja Ampat, Bangka Belitung, Bromo-Tengger-Semeru, dan Morotai.

Baca juga:  Menko Luhut Mendampingi Presiden Jokowi Mengunjungi Kawasan Food Estate di Humbanghas

Mendengar paparan tersebut Karo Arif mengharapkan agar Renja Kemenko Marves bisa sejalan dan dapat mendorong target yang sudah direncanakan kementerian/lembaga terkait. Lebih lanjut dirinya menambahkan, penyusunan rencana kerja dan anggaran juga harus tetap fokus pada money follow program, kemudian juga untuk memperkuat penerapan anggaran berbasis kinerja.

“Acuan penyusunan renja ini kita bisa lihat indikator yang terkait pada RPJMN, dan Kemenko Marves tentu kita harus memperhatikan tugas-tugas yang tidak lepas dari sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian”, tutur Karo Arif.

 

 

 

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel