Berita DeputiFotoDeputi 6

Kemenko Marves Upayakan Peningkatan Peringkat Kemudahan Berusaha Melalui Percepatan Arus Investasi ke Jawa Tengah

Dibaca: 93 Oleh Senin, 19 Oktober 2020Tidak ada komentar
Kemenko Marves Upayakan Peningkatan Peringkat Kemudahan Berusaha Melalui Percepatan Arus Investasi ke Jawa Tengah
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Semarang, Dalam rangka peningkatan peringkat kemudahan berusaha/ Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia 2020, Kemenko Marves melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Arus Investasi ke Jawa Tengah yang Selaras dengan Upaya Peningkatan EoDB Indonesia, di Semarang, 19 Oktober 2020. Bekerja sama dengan Asisten 2 dan Kepala DPM PTSP Provinsi Jawa Tengah, Rakor ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi para stakeholder mengenai strategi kebijakan dalam rangka peningkatan investasi ke Provinsi Jawa Tengah, sehubungan dengan rencana pengembangan Kawasan Industri Batang sekaligus mendorong percepatan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah.

“Saya melihat peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan. Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk investasi baterai lithium. Di aspek investasi, saya melihat ini untuk bisa menjadi salah satu kawasan industri strategis untuk kawasan industri farmasi dan obat-obatan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto pada pembukaan Rakor.

Baca juga:  Rapat Koordinasi Mengenai E-Waste dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Pandemi Covid-19 telah menurunkan tingkat investasi di Indonesia sebesar 8,6%. Sebagaimana diketahui, investasi merupakan instrumen penting dalam memulihkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) serta mendorong pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia. Asisten Deputi (Asdep) Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Ferry Akbar Pasaribu selaku moderator kegiatan menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia masih menduduki posisi ke 73 dari 190 negara dalam Ease of Doing Business 2020.

“Permasalahan utama investasi kita ialah regulasi dan birokrasi yang rumit. Indonesia baru urutan 73. Bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara kita masih di bawah. Kedepannya, perlu diberikan stimulus fiskal disertai dengan optimalisasi penggunaan Online Single System (OSS) dan mendorong pengalihan sebagian besar wewenang perizinan dari K/L kepada BKPM. Kita juga perlu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Haryo Yudho selaku Perwakilan Direktorat Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan realisasi investasi Indonesia 2020 adalah telah mencapai 49,3%, atau sebesar 402,6 triliun dari total target 817,2 triliun. Berdasarkan wilayah, Jawa Tengah menempati posisi ke 4 yang berarti masih berpotensi untuk dikembangkan.

Baca juga:  Sail Moyo Tambora Dilaksanakan September 2018

Sehubungan dengan percepatan arus investasi, perlu dikembangkan pula beberapa Kawasan Industri lain di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri (KI) Batang, Rembang, Demak, Brebes, Kebumen, Cilacap, serta Kendal.

Ratna Kawuri, DPM PTSP Jateng, menyampaikan bahwa kemudahan usaha diawali dengan penentuan pemilihan lokasi investasi, yang seringkali menimbulkan berbagai persoalan. “Keinginan investor ingin berada di lokasi tertentu tapi tidak sesuai dengan perizinan. Atau sudah sesuai tapi ada resistensi dari masyarakat. Kemudahan berusaha itu tidak mudah,” ujar Ratna.

Namun, dengan adanya kawasan industri, pembangunan lokasi usaha akan cenderung menjadi mudah, karena didalamnya sudah ada terdapat ketercukupan dan ketersediaan infrastruktur dan berbagai kebutuhan. Karena itu, pengembangan kawasan industri menjadi sangat penting untuk dilaksanakan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel