Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Kemenko Maritim Awali Panen Raya Garam di PT Garam Sumenep

WhatsApp_Image_2018-07-20_at_1.32.28_PM

Maritim – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono bersama Direktur Produksi PT.Garam Hartono, Direktur Pengembangan Edo Hariandja dan mitra-mitra PT Garam mengawali panen raya garam di lapangan pergaraman Sumenep, Madura, Jawa Timur (20 Juli 2018).

Bulan Juli hingga awal September merupakan masa-masa panen di lahan-lahan garam Indonesia yang umumnya masih tergantung cuaca. Demikian pula dengan lahan pergaraman Sumenep. Kabupaten yang berada di ujung Madura ini telah menjadi lumbung garam Indonesia sejak zaman Belanda kini mulai beralih dari metode konvensional dengan melakukan berbagai inovasi salah satunya dengan mitra kerja PT.Anta Tirta Karisma.

Kerja sama PT.Garam dengan PT. Anta Tirta Karisma berupa pembangunan prisma, yang diujicoba pada lahan seluas 200ha. Ujicoba ini berlangsung hampir setahun, selama ini metode prisma ini telah terbukti efektif meminimalkan ketergantungan petambak garam terhadap cuaca.

“Pada musim hujan petani beralih dari garam ke kangkung, garam yang dilepas ke pasar adalah garam yang sudah disimpan dalam gudang-gudang hasil panen garam pada musim kemarau. Pada musim kemarau para petambak kembali memanen garam. Siklus ini sudah berjalan bertahun-tahun. Tapi dengan inovasi dari PT.Anta Tirta Karisma (ATK), diharapkan produksi garam tetap stabil, tidak terkendala cuaca, jadi harga garam bisa lebih terkontrol” .

Inovasi yang dilakukan PT.Garam tidak hanya dari sistem tunnel and prism, PT.Garam  juga mengembangkan mekanisasi yakni penggunaan hand traktor yang dikembangkan mandiri oleh PT.Garam.

“Saat ini kita punya 2 purwarupa (prototype) yang akan digunakan tanggal 27 Agustus mendatang. Modelnya menyerupai traktor tangan untuk sawah, tapi bagian bawahnya menggunakan karet lembut agar tidak merusak meja garam yang sekarang dibuat dengan geo membrane. Satu meja garam nanti bisa dikerjakan oleh satu orang dengan satu traktor, jadi lebih cepat, jauh lebih cepat dan lebih produktif” Kata Direktur Produksi Hartono. Direktur Pengembangan Edo menambahkan bahwa traktor ini merupakan pengembangan mandiri PT.Garam,

“Ini dibuat oleh PT.Garam, baru ada dua, nanti kami akan mengajak PT.Bharata untuk bekerja sama produksi massalnya, bagian dari kerja sama BUMN”.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, energi dan NonKonvensional Amalyos mengatakan sebelumnya garam adalah pekerjaan padat karya. Satu meja garam harus dikerjakan oleh 10 orang, tapi seiring perkembangan zaman, kian sedikit orang yang mau bekerja sebagai petani garam.

“Ini kerja keras dalam cuaca panas, generasi muda sudah tidak ada yang mau, jadi mekanisasi produksi garam, mulanya dari traktor ini bisa jadi jawaban”.  Direktur Edo mengamini dengan menegaskan bahwa kekurangan tenaga kerja adalah bagian dari ‘seleksi alam’ jadi PT.Garam perlu terus berinovasi, termasuk melalui kerja sama BUMN agar target swasembada garam terwujud.

Deputi Agung Kuswandono menyambut baik inovasi-inovasi yang sudah berjalan maupun yang baru pada tahap uji coba dengan menekankan, inovasi pergaraman merupakan bagian dari solusi mewujudkan swasembada garam 2020, “Kelak, bila terus seperti ini, Saya yakin, pasti Indonesia tidak perlu lagi impor garam”. Tutupnya. ***

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kemenko Maritim Awali Panen Raya Garam di PT Garam Sumenep