FotoBerita DeputiDeputi 2

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Pasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Pasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Dalam rangka pemanfaatan energi terbarukan pada bangunan pemerintah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi, dan Nonkonvensional, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa melakukan pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) pada Senin (16/12/2019) di Kantor Kemenko Marves, Jakarta. Sekretaris Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono menyaksikan penyerahan LTSHE tersebut dari PT. Adyawinsa Solar ke Kepala Biro Umum dengan menerima tiga paket di mana setiap satu panel surya dapat menyalakan 4 buah LTSHE.

Sesmenko Agung menyampaikan bahwa Indonesia sangat luas, lebih dari 17.000 pulau, sehingga untuk distribusi aliran listrik tidak bisa hanya melalui kabel. Masyarakat di daerah-daerah terpencil juga memiliki hak untuk mendapatkan listrik seperti lampu untuk kehidupan mereka.

“Saat ini masih ada sekitar 2500 desa yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia. Kondisi ketimpangan yang harus kita segera bereskan salah satunya melalui Lampu Tenaga Surya Hemat Energi ini,” kata Sesmenko Agung.

Baca juga:  Pemerintah-Perguruan Tinggi Ramu Program Percepatan Pembangunan Danau Toba

Akibat ketidaktersediaan lampu, Sesmenko Agung menambahkan hal tersebut membuat kualitas pendidikan anak-anak menurun karena anak-anak tidak bisa belajar dengan efektif di kegelapan. LTSHE ini menggunakan tenaga surya di mana Indonesia yang berada di garis katulistiwa, sehingga matahari bersinar sepanjang tahun.

“Selama ini energi matahari ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Sekarang kita manfaatkan untuk lampu tenaga surya dan ke depan tidak hanya untuk lampu tapi untuk bisa macam-macam. Akhirnya, kepentingan dasar masyarakat akan terpenuhi dan ke depan listrik bisa mengalir di seluruh Indonesia,” kata Sesmenko Agung.

Selanjutnya, Sesmenko Agung juga berpesan agar pembagian LTSHE ini tidak hanya pada masyarakat perorangan atau keluarga, tetapi juga pada sekolah, pesantren, kelompok tani atau kelompok-kelompok usaha yang sifatnya mengembangkan sektor pendidikan di daerah masih belum dialiri listrik.

“Karena lampu yang tidak ada, otomatis anak-anak tidak bisa belajar dengan maksimal. Tolong progres program ini dipercepat,” tutup Sesmenko Agung.

Pada tahun 2017, 79.556 rumah di 5 provinsi telah menerima LTSHE. Di tahun 2018 sebaran ditambah ke 16 provinsi dengan jumlah 172.996 rumah menerima LTSHE. Di tahun 2019 target ditambah menjadi 22 provinsi dengan 100.546 unit dan pada semester I 2019 telah dipasang 508 unit.

Baca juga:  Pembekalan Pendidikan dan Pelatihan Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemaritiman

Prinsip Kerja dari LTSHE ini adalah panel surya menangkap energi yang terkandung dalam cahaya/sinar matahari, lalu mengubahnya menjadi energi listrik yang kemudian menyimpan energi tersebut di dalam baterai yang selanjutnya akan digunakan sebagai energi untuk menyalakan lampu tersebut. Komponen dari LTSHE menggunakan lampu berteknologi ultra efisien light emiting diode (LED) 3 Watt setara dengan lampu pijar 25 Watt, yang terintegrasi dengan Lithium Energi Storage Pack (baterai Lithium) dan chip manajemen energi. Dapat menyala hingga 6 jam, 12 jam atau dapat beroperasi maksimum 60 jam.

Direktur Operasional PT. Adyawinsa Solar Anshar Muchtar mengatakan bahwa sangat senang dapat dilibatkan sebagai penyedia LTSHE dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Program LTSHE ini sudah menjalan sejak tahun 2017 dan selanjutnya akan didirikan service center sehingga jika ada keluhan atau kerusakan dari masyarakat terkait LTSHE dapat diberikan penanganan secepatnya dan diganti selama 3 tahun masa garansi.

“Kami berharap apapun program pemerintah tentunya kami berusaha untuk menjadi bagian dalam menyukseskan program tersebut di dalam hal memajukan anak bangsa atau saudara-saudara kita yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” kata Anshar.

Baca juga:  Reformasi Birokrasi Kemenko Bidang Kemaritiman, Plt Sesmenko: Yang Penting Perubahan, Bukan Nilainya

Ke depan akan ada program-program yang lain kurang lebih sama tapi skalanya lebih besar seperti rooftop yang akan diberikan kepada pesantren atau pedesaan yang memang listriknya tidak ada atau yang sangat minim listriknya.

Biro Perencanaan dan Informasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel