Maritim – Jakarta, Secara umum, pariwisata menjadi salah satu sektor yang harus dikembangkan, karena potensi pariwisata Indonesia yang banyak dan potensial belum diimbangi dengan jumlah turis yang datang ke Indonesia. Oleh karena itu, perlu perhatian promosi, perbaikan produk-produk pariwisata, dan marketing (arahan Sidang Kabinet terkait pariwisata pada tanggal 3 November 2014). Fokus pada 10 Destinasi Pariwisata Baru antara lain adalah:

  1. Danau toba
  2. Borobudur
  3. Mandalika
  4. Tanjung Lesung
  5. Tanjung Kelayang
  6. Labuan Bajo
  7. Wakatobi
  8. Bromo Tengger Semeru
  9. Morotai
  10. Kepulauan Seribu

Pengembangan destinasi pariwisata baru mutlak diperlukan dalam rangka mendukung target pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia pada tahun 2019, yakni sekitar 20 juta wisatawan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan yang mengatakan bahwa pembangunan 10 destinasi pariwisata Indonesia harus diiringi dengan perhatian kepada kebersihan lingkungan sekitar. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang membahas pembangunan kawasan wisata Borobudur dan pembentukan Badan Otoritas Borobudur, di Yogyakarta, Jumat (27-01-2017). Pada kesempatan ini Menko Luhut menambahkan, bahwa bukan hanya laut dan pantai yang harus dijaga kebersihannya, sungai-sungai yang mengalir dari hulu pun harus bersih.”Laut Indonesia masuk di urutan ke dua sebagai laut yang paling tercemar (sampah) di dunia. Ini menjadi pekerjaan kita untuk mengatasinya. Karena negara kita ini negara kepulauan, terkadang sampah-sampah tersebut datang dari negara dan kawasan lain yang dibawa air laut masuk ke Indonesia,” ujarnya kepada peserta rakor. Ia juga meminta kepada pejabat terkait untuk menyelesaikan proses AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) pada setiap kawasan destinasi wisata tersebut. “Ini penting. Jangan sampai saat pembangunan sudah terlaksana dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita disalahkan karena kawasan tersebut tidak memiliki AMDAL,” kata Menko Luhut.

Untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan destinasi wisata dibentuk Badan Otorita Pengelola (BOP) kawasan pariwisata di setiap lokasi destinasi wisata tersebut.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *