Berita DeputiSiaran Pers

Konverter Kit Bantu Nelayan Hemat Bahan Bakar dan Lebih Ramah Lingkungan

Konverter Kit Bantu Nelayan Hemat Bahan Bakar dan Lebih Ramah Lingkungan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Karangasem-Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman. Adapun 4 kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (KemenPar).

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Pertamina bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil. Pertamina menyiapkan 25.000 paket perdana Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di 18 wilayah pada tahun 2018. Penugasan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).

Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Agung mengatakan kunjungannya ke Karangasem meninjau pembagian Konverter Kit merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada nelayan. Khususnya kepada nelayan-nelayan di Bali sebagai tuan rumah Our Ocean Conference 2018. “Pembahasan kelautan harus komprehensif”, tegas Deputi Agung, “Kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap masalah kelautan dan perubahan iklim adalah kelompok masyarakat pesisir khususnya nelayan-nelayan kecil ini.” Deputi Agung juga menyampaikan bahwa Kemenko Kemaritiman mendukung program konversi BBM ke BBG karena lebih ramah lingkungan. “Paket konverter kit ini bisa dipasang di jukung-jukung nelayan Bali (jukung adalah perahu nelayan tradisional), operasionalnya akan lebih murah dibanding BBM dan lebih ramah lingkungan. Konverter kit bisa menjadi solusi untuk meningkatkan taraf ekonomi nelayan”.

Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).

Penyerahan 1.081paket perdana yang  terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.

Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM  ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini  hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT. Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.

Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.

Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung. ***

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel