Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

KSPN Tanjung Kelayang Kembangkan Konsep “an Environmentally and Socially Responsible Tourism Development”

By 20 Dec 2016 13:58Artikel
Deputi SDM, Iptek dan Budaya Maritim dalam FGD Dukungan Pengembangan KSPN Tanjung Kelayang (20/12)
[Humas-Maritim] Belitong, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang (20/12). Dalam FGD yang juga dihadiri oleh akademisi, perwakilan tokoh masyarakat, asosiasi pemandu wisata hingga kepala desa, Wakil Bupati Belitung Erwandi menyampaikan ,”Kita yang tahu daerah kita, kita yang tahu potensi daerah kita. Potensi mangrove, potensi pulau-pulau dan pantai. FGD ini masukan bagi kita semua, untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang bisa dikembangkan untuk Belitong.”

Deputi Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin dalam sambutan sekaligus membuka acara FGD, menambahkan pentingnya pengembangan Aksesibilitas, atraksi, amenities termasuk menambah frekuensi penerbangan. “Untuk mencapai target 6 kali lipat kunjungan wisatawan, serta melihat posisi Belitong yang strategis Karena hanya 45 menit terbang dari Singapura dan 55 menit dari Jakarta, perlu menetapkan bandara Belitong sebagai bandara internasional. Kabupaten Banyuwangi punya 54 atraksi setiap tahun. Belitong juga bisa membuat calendar of events dan pengembangan destinasi wisata melalui kawasan Geopark Belitong dan potensi pariwisata kabupaten Belitong Timur.Masyarakat perlu terlibat. Kemitraan dibangun agar bisa ada rasa saling memiliki.”

Salah satu potensi baru Belitong selain wisata mangrove dan geopark adalah lokasi dive wreck. Deputi Safri mengingatkan potensi wisata minat khusus yang menargetkan penggemar selam seluruh dunia akan mengunjungi lokasi-lokasi selam pada 200 site kapal karam di sekitar Belitong.

Terkait peran Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Deputi Safri menjelaskan bahwa “Peran kementerian Koordinator dapat membantu menyelesaikan masalah lintas kementerian. Khusus KSPN Tanjung Kelayang, Belitong adalah tanggung jawab Deputi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim.”

Tanjung Kelayang ditetapkan menjadi KSPN berdasarkan PP no.50/2001, mengangkat Konsep kawasan “an Environmentally and Socially Responsible Tourism Development” (nature and cultural tourism). Direktur KEK Tanjung Kelayang Adek Julianwar dalam paparannya menjelaskan konsep pengembangan KSPN Tanjung Kelayang yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar lokasi KSPN. Adek Julianwar menyatakan “Peresmian fasilitas pertama KEK Tanjung Kelayang dijadwalkan tanggal 17 Agustus 2018”

Pemerintah siap berpartisipasi untuk mewujudkan konsep Environmentally and Socially Responsible Tourism Development. Deputi Safri menjelaskan, Kementerian UKM bisa berperan dalam pelatihan (identifikasi, produksi, pemasaran), Kementerian pariwisata untuk pelatihan guide dan promosi, Penanganan dan pelatihan masalah kecelakaan, latihan penanganan keselamatan. Safety procedure merupakan hal yang perlu mendapat perhatian untuk mengangkat kawasan Belitong dalam kancah pariwisata internasional. Deputi Safri juga mengingatkan pentingnya penyelenggaraan kebersihan. Setiap pengelola perahu, termasuk pengunjung perlu diajak agar menjaga kebersihan. Operator tour perlu mendapat pelatihan standar pengelolaan kebersihan dan keselamatan.

Sebagai kawasan wisata yang mengusung tema lingkungan, souvenir dan kerajinan yang berbahan baku kerang perlu memperhatikan konservasi. Masyarakat perlu mendapat sosialisasi mana kerang atau koral yang telah berstatus terbatas dan langka, agar masyarakat dan pengelola KEK KSPN Tanjung Kelayang dapat bersama-sama mendapat manfaat dalam perkembangan pariwisata Belitong sekaligus menjaga kelestarian alam. ***

Humas Kemenko Maritim

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Artikel Reformasi Birokrasi Foto Narasi Tunggal
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

KSPN Tanjung Kelayang Kembangkan Konsep “an Environmentally and Socially Responsible Tourism Development”