Berita DeputiDeputi 4

Kuatkan Komitmen dalam Pengelolaan Laut Berkelanjutan, Kemenko Marves terus dukung Penerapan Sustainable Ocean Economy di Indonesia

Dibaca: 9 Oleh Kamis, 1 April 2021Tidak ada komentar
Kuatkan Komitmen dalam Pengelolaan Laut Berkelanjutan, Kemenko Marves terus dukung Penerapan Sustainable Ocean Economy di Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-210/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

 

Marves – Jakarta, Tergabung dalam agenda pembangunan ekonomi kelautan yang berkelanjutan dan menjadi salah satu negara partisipan dalam forum High Level Panel for Sustainable Ocean Economy dengan 13 pemimpin dunia lainnya, Indonesia membuktikan manifestasi komitmennya untuk mewujudkan pembangunan ekonomi kelautan berkelanjutan. Terus mendukung dan terus mengawal hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berpartisipasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan webinar “Menuju Sustainable Economy di Indonesia,” pada 30-31 Maret 2021 yang dilaksanakan secara daring.

“Indonesia sebagai negara maritim memiliki komitmen untuk merealisasikan pengelolaan laut yang berkelanjutan, yang menyeimbangkan keamanan pangan dan tujuan ekonomi, mendorong keberlanjutan dan dampak jangka panjang demi keberlangsungan ekologi kelautan,” Buka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan sebagai Keynote Speaker pada (30/03/2021). Menurut Menko Luhut, Indonesia sedang mengembangkan model ekonomi biru yang berkelanjutan, dimana resiko ancaman lingkungan dapat diatasi, kerusakan ekologis dapat dikurangi, dan kegiatan ekonomi mampu dimanfaatkan demi memulihkan kesehatan laut.

Tanggung jawab untuk melindungi serta mengembalikan kesehatan laut merupakan milik seluruh bangsa di dunia. Ekonomi kelautan harus mampu menyediakan kebutuhan pangan, memberdayakan komunitas pesisir serta berbagai solusi inovatif lainnya. Ancaman Pandemi Covid-19 pun menjadi salah satu tantangan yang kini sedang dihadapi seluruh bangsa, sehingga diperlukan dukungan dari seluruh pihak terkait untuk memecahkan problematika tersebut. Menurut Menko Luhut, Pemerintah Indonesia telah menginisiasikan berbagai upaya demi mendorong hal ini, salah satunya menginisiasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memulihkan perekonomian yang sedang terguncang dengan inovasi dalam bidang kelautan dan perikanan.

Baca juga:  ENJ KRI Dewa Ruci Bukan Militeristis Tetapi Membangun Jiwa Kebaharian Generasi Muda

“Indonesia yang memiliki posisi strategis di jantung segitiga karang dunia, potensi tinggi dari hutan mangrove, hamparan luas rumput laut menjadi salah tiga dari sekian banyaknya potensi dan manfaat kelautan yang ada,” buka Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti dalam Keynote Speechnya pada (31/03/2021). Sayangnya, tantangan yang begitu besar dalam penerapan ekonomi biru juga tidaklah mudah. Deputi Nani menegaskan bahwa, sekitar 38 persen perikanan di laut nasional ditangkap secara berlebihan, sepertiga dari terumbu karang Indonesia berada dalam kondisi kritis, ekosistem pesisir seperti mangrove mengalami degradasi 50.000 Ha/tahun dan sampah laut terus berdampak pada kesehatan manusia, dunia pariwisata, perikanan dan pastinya merusak ekosistem yang ada.

Pemerintah terus berupaya menciptakan berbagai inovasi dalam berbagai sektor demi keberlanjutan kelautan. Indonesia memiliki berbagai program prioritas seperti rehabilitasi mangrove, memerangi sampah laut, meningkatkan potensi laut dalam sektor energi, serta meningkatkan indeks Kesehatan laut terus dioptimalisasikan melalui berbagai koordinasi serta berbagai usaha bersama dari seluruh institusi terkait. “Pemerintah Indonesia akan berusaha untuk meningkatkan indeks kesehatan lautnya dengan strategi yang terdapat dalam RPJMN 2020-2024 sehingga akan turut menghasilkan kelembagaan politik yg mantap, kesejahteraan masyarakat yang meningkat, struktur ekonomi yang semakin maju dan kokoh dan terwujudnya keanekaragaman hayati yang terjaga,” tegas Deputi Nani.

Baca juga:  Suar Kemaritiman 10 November 2018

Untuk itu, rekomendasi terkait peningkatan skor Kesehatan laut Indonesia yang pada tahun 2017-2019 hanya sebesar 65 dari standar global sebesar 71 harus ditingkatkan hingga memenuhi standar global. Aktivitas seperti overfishing, degradasi mangrove, pencemaran sampah di laut, perusakan ekosistem dan perariannya akibat aktivitas manusia dapat dikurangi dan diatasi bersama. Hal ini terus diupayakan melalui peningkatan nilai Indeks Kesehatan Laut Indonesia (OHI Indonesia) yang akan diupayakan di tingkat nasional dan provinsi melalui RPJMN.

Turut dihadiri oleh berbagai narasumber yang ahli dalam bidangnya, Webinar dan FGD yang dilaksanakan dalam dua hari ini dibuka dengan Keynote Speech pula oleh Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, Febian Alphyanto Ruddyard, Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Collet Wabnitz,Research Associate University of Columbia, Rashid Sumaila, Director of the Fisheries Economic Unit, University of Columbia, dan Anthony Dvarskas, Regional Adviser for Environment Statistics with UN ESCAP pada diskusi hari pertama. Dilanjutkan dengan sistem panel di hari kedua, Deputi Nani, H.E. Vegard Kaale sebagai Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, serta Sjarief Widjaja Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP menjadi keynote Speaker untuk hari kedua. Di hari ini, ada lima breakout rooms yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu topik Ocean Health, Ocean Wealth, Ocean Equity, Ocean Knowledge, dan Ocean Finance yang sesuai dengan lima bidang yang perlu dijadikan fokus dalam implementasi sustainable ocean economy.

Baca juga:  Kembangkan Potensi Kemaritiman Indonesia Denmark, Kemenko Marves gelar Forum Bilateral Kedua

“Sebagai penutup, merujuk kepada komitmen sesuai prinsip Ocean Health, Ocean Wealth, Ocean Equity, Ocean Finance, dan Ocean Knowledge di dalam dokumen Transformation SOE, dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk dapat mewujudkan semua komitmen tersebut,” ungkap Deputi Nani. Ia juga menegaskan bahwa diharapkan FGD ini dapat kembali mengulang gagasan dan komitmen Indonesia dalam terus mendorong terciptanya ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel