BeritaFotoPenguatan Implementasi Reformasi Birokrasi

Kuatkan Output Kebijakan dan SDM, Kemenko Marves Selenggarakan Bimtek Kebijakan Strategis

Auto Draft
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Depok, Di awal tahun 2020, menyongsong adanya perubahan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kebijakan Strategis pada hari Kamis-Sabtu, 20-22 Februari 2020 di Depok, Jawa Barat. Sekretaris Kementerian Koordinator Agung Kuswandono hadir dan secara langsung membuka acara bimtek ini.

Sesmenko Agung menyampaikan Bimtek Kebijakan Strategis ini merupakan satu langkah lagi untuk memberikan pembekalan kepada para pegawai Kemenko Marves. Apalagi saat ini Kemenko Marves tengah melakukan perubahan besar-besaran dalam waktu setengah tahun untuk mempersiapkan para pegawai Eselon III dan IV yang akan berubah dari jabatan struktural menjadi jabatan fungsional.

“Untuk itu kita harus memiliki bekal yang cukup untuk menjadi fungsional analis atau analis kebijakan. Apalagi analis kebijakan yang strategis. Sehingga, kita harus paham apa itu analis, apa itu kebijakan strategis dikaitkan dengan Kemenko Marves,” kata Sesmenko Agung.

Sesmenko Agung juga mengingatkan bahwa para pegawai harus mengimplementasikan budaya PATEN Kemenko Marves, utamanya Passion dalam menyerap berbagai ilmu yang akan dibagikan dalam bimtek kali ini.”Para analis ini nantinya harus paham apa saja kebijakan strategis yang ada.
Semua harus tahu investasi itu apa, kemaritiman itu apa. Jadi kita harus belajar karena objek pembelajaran kita banyak. Selain itu, pembekalan yang akan diberikan tidak hanya secara teknis tapi yang makro juga harus diketahui terlebih dahulu,” tambah Sesmenko Agung.

Baca juga:  Pertemuan Bilateral Indonesia - Belanda

Bimtek ini juga merupakan salah satu wadah pengembangan diri. Sesmenko Agung berpesan untuk manfaatkan kegiatan seperti ini untuk mengembangkan kemampuan dan kapabilitas dalam bekerja.

“Kita masih banyak ruang untuk dilakukan pembaharuan. Semuanya berkembang karena passion dalam bekerja. Dilihat juga proses dan hasilnya.
Saya inginkan Anda bisa membuka wawasan, pahami apa itu kemaritiman dan investasi itu scope-nya apa saja.
Kembangkan pikiran Anda juga mengembangkan Kemenko Marves lebih baik,” tutup Sesmenko Agung.

Sesmenko Agung meminta para peserta berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh materi bimtek sehingga nanti akan memiliki pemahaman utuh terkait pengelolaan kebijakan strategis.

Kepala Biro Perencanaan dan Informasi Arif Rahman juga menyampaikan dalam sambutannya kegiatan ini guna membekali para pegawai yang akan beralih ke jabatan fungsional analis kebijakan dan adanya perubahan SOTK baru.

“Tujuan diadakannya bimtek ini agar tersedianya SDM yang handal yang
mampu melaksanakan pengelolaan
kebijakan strategis di lingkungan
Kemenko Bidang Kemaritiman dan
Investasi untuk mendukung penyusunan
kebijakan yang berkualitas,” kata Karo Arif.

Baca juga:  Menko Luhut dan Menhub Budi Rapat Bandara Kejati

Karo Arif juga menyampaikan bahwa saat ini jumlah dan sebaran jabatan analis kebijakan di Kemenko Marves, yaitu 44 orang per Januari 2020 dengan rincian dua orang Analis Kebijakan Ahli Madya, dua orang Analis Kebijakan Ahli Muda, dan 40 orang Analis Kebijakan Ahli Pertama.

“Kemenko marves karena outputnya menghasilkan kebijakan maka semua SDM bekerja harus mengerti betul mengenai tusi, lingkup kegiatan dari Kemenko Marves. Maka kawan-kawan yang berminat analis kebijakan harus dibekali dengan informasi yang cukup agar menghasilkan kebijakan-kebijakan yang PATEN,” tambah Karo Arif.

Paparan dilanjutkan oleh Kepala Bagian Akuntabilitas Kinerja Bambang Herunadi terkait Standar Kinerja untuk Peningkatan Kualitas Kebijakan Kemaritiman. Kemenko Marves dituntut tidak hanya membuat output tapi juga outcome. Output dari Kemenko Marves adalah kebijakan. Oleh karena itu, kebijakan Kemenko Marves tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen saja tapi harus berdampak juga.

“Melalui budaya SAKIP dan IKU, kita perlu mengembangkan budaya kerja yang mendorong tidak sekedar bekerja, tetapi juga berkinerja dan berprestasi,” kata Kabag Bambang.

Dalam bimtek kebijakan strategis ini, Kemenko Marves mengundang Pengamat Kebijakan Publik Riant Nugroho dari Rumah Reformasi Kebijakan yang akan memberikan pembekalan kepada para pegawai Kemenko Marves. Di antara terkait proses penyusunan kebijakan, startegi umum Regulatory Impact Analysis, Cost Benefit Analysis, Regulatory Management Analysis, dan Modelling : Omnibus Law dan Online Single Submission.

“Jika Kemenko Marves ingin menjadi kemenko terbaik sangat mudah karena menkonya sudah PATEN. Oleh karena itu kita akan belajar bagaiman membuat Menkonya lebih PATEN lagi. Tugas kita nanti membuat tabungan terkait data. Saya harapakan semua orang yang bekerja sebagai analis kebijakan di Kemenko itu tugasnya mengkaji baik secara grup atau perorangan terkait isu-isu terkini dan terdepan. Jadi, menko akan penuh dengan ide yang bersumber dari data,” Kata Riant.

Baca juga:  Menko Luhut Bahas Permasalahan Sampah Di Bali Pada Rapat Tentang Sampah Dan Studi Bali Terkait IMF

Bimtek Kebijakan Strategis ini diikuti oleh 46 orang Pejabat dan Staf dilingkup Kemenko Marves yang didasarkan pada Pasal 2 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2020 tentang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bahwa tugas Kementerian Koordinator Bidang sinkronisasi, dan pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di Bidang Kemaritiman dan Investasi. Output yang dihasilkan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi adalah Kebijakan, sehingga dibutuhkan
SDM yang memiliki kapasitas yang memadai dalam pengelolaan kebijakan.

Biro Perencanaan dan Informasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel