Berita DeputiDeputi 2

Kuatkan Sinergitas Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves Gelar Rakor dengan Kementerian dan Lembaga Terkait

Dibaca: 22 Oleh Jumat, 2 April 2021April 8th, 2021Tidak ada komentar
Kuatkan Sinergitas Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves Gelar Rakor dengan Kementerian dan Lembaga Terkait
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-231/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

Marves Surabaya, Daya saing produk pada sektor kelautan dan perikanan perlu untuk terus dikuatkan, karena pemerintah sejak awal tahun ini sedang berfokus kepada RPJMN 2020 – 2024 sesuai dengan Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 yang ingin meningkatkan produktivitas di sektor kelautan dan perikanan dan mampu bersaing di pasar dunia. Untuk itu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim khususnya pada Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing melakukan rapat koordinasi dalam rangka penguatan, pengendalian implementasi sistem jaminan mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan pada industri hulu (02-04-2021). 

Rapat koordinasi ini dilakukan sebagai upaya mendorong sinergitas segenap stakeholder terkait baik pemerintah pusat, daerah, para pelaku usaha dan para asosiasi perikanan guna mewujudkan peningkatan mutu produk hasil kelautan dan perikanan yang berdaya saing tinggi.  Selain itu juga sebagai upaya mereduksi kasus-kasus penolakan oleh negara buyer dan upaya pencapaian target ekspor produksi produk kelautan dan perikanan yang tertuang dalam RPJMN 2020 – 2024 serta turut mendukung keberhasilan dalam perencanaan pelaksanaan program Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang dicanangkan pada Tahun 2023 mendatang di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (WPPNRI) 714, 715 dan 718. Turut mendukung dalam kegiatan ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan jajarannya.

“Kita sedang mengejar target RPJMN kita dan major project di sektor kelautan dan perikanan yang dalam hal ini adalah peningkatan produktivitas perikanan tangkap dan budidaya melalui LIN. Ini sudah menjadi perintah dari Presiden Joko Widodo dan kita harus mampu mencapai target yang sudah ditentukan, meski banyak tantangan yang perlu kita selesaikan, misalnya dalam hal daya saing produk kita dengan negara lainnya,” papar Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Elvi Wijayanti. 

Tantangan Indonesia dalam melakukan peningkatan daya saing produk di sektor kelautan dan perikanan dalam lingkup ekspor produk telah teridentifikasi, yaitu adanya tuntutan Jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan oleh Internasional semakin meningkat, adanya kasus penolakan di negara tujuan ekspor, hasil temuan inspeksi negara mitra, lemahnya sistem jaminan mutu pada rantai produksi dari hulu ke hilir, sinergitas antar pemerintah dan pelaku usaha yang perlu ditingkatkan, tarif batas yang tinggi, approval number negara tujuan yang masih tertutup seperti di Uni Eropa dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), kemudahan perizinan, dan penerapan sistem ketelusuran (traceability) dari produk yang perlu diperhatikan. Beberapa poin tantangan ini mulai diselesaikan satu per satu oleh pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait.

“Kita perlu bersinergi antara regulator dan operator baik dalam implementasi mutu di sektor hulu agar mutu produk kelautan dan perikanan yang menjadi komoditas ekspor tetap terjaga sehingga mempunyai harga yang bagus. Di samping itu juga terus bersinergi dalam pencapaian target khususnya peningkatan diversifikasi, juga nilai tambah dan daya saing produk ekspor dan jasa, dimana,” papar Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Dedy Miharja.

Perlu diketahui, sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024 target hasil perikanan adalah sebesar 6,6 miliar US dollar untuk tahun 2021 dan 8,2 miliar US dollar pada tahun 2024, disertai dengan peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan. Angka Konsumsi ikan ditargetkan mencapai 58,9 kilogram per kapita pada Tahun 2021 dan mencapai 60,9 kilogram per kapita pada Tahun 2024.

Rapat koordinasi ini dilanjutkan dengan tinjauan secara langsung ke lapangan untuk mengecek progres dari usaha pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk hasil perikanan. Kunjungan dilaksanakan oleh jajaran dari Asisten Deputi Bidang Koordinasi  Peningkatan Daya Saing beserta perwakilan Asisten Deputi Perikanan Tangkap, Asisten Deputi Perikanan Budidaya, Direktorat Perbenihan, Ditjen Perikanan Budidaya serta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan BKIPM Surabaya II. Beberapa spot dan kegiatan yang dikunjungi adalah observasi pelaksanaan aktivitas penanganan pembongkaran ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, operasional pertambakan udang milik Bapak Halilintar di Tuban yang telah mendapatkan sertifikasi CBIB dan proses produksi surimi sebagai intermediate product pada UPI PT. Starfood Internasional di Lamongan yang telah memiliki beberapa sertifikat mutu baik SKP dan HACCP.

“Melalui kegiatan ini dapat diketahui dengan jelas terkait dengan implementasi pengendalian mutu pada perikanan tangkap, budidaya dan pada industri hulu. Berbagai masukan dari regulator dan operator terkait implementasi mutu tersebut dan permasalahan yang didapat dari hasil Rakor maupun kunjungan lapangan ini akan digunakan sebagai  bahan dalam merumuskan kebijakan terkait implementasi mutu di hulu  tersebut”, papar Asdep Dedy Miharja dalam menutup acara tersebut. 

Biro Komunikasi

Baca juga:  Inovasi Produk dan Jasa Bahari di Kampong Edu Ekologi Teripang Mas Kepulauan Riau

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel