Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Kunjungan Kerja dan Audiensi ke Kawasan Pengembangan Edukasi Ekologi Bahari Kampong Teripang Emas

Siaran_Pers__6_agustus

Maritim – Tanjungpinang, Hari ketiga (3/8/2018) Kunjungan Kerja dan Audiensi di dalam kawasan yang terdapat berbagai olahan bioteknologi seperti produk HPI (Hidrolisat Protein Ikan) yang bahan aktifnya dapat digunakan sebagai produk pencegahan stunting melalui produk pancake, biskuit, sereal dan brownies. Selain itu juga dihasilkan albumin dan kolagen dari teripang mas.

Khususnya produk HPI dan turunannya turut mendukung pencegahan stunting yang merupakan amanah Perpres 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, Inpres 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Perpres 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi.

“Hari ini kami berkunjung ke Kepri bertemu dengan Wakil Gubernur, berbicara tentang pemanfaatan sumberdaya kelautan perikanan melalui pengolahan produk, yang skalanya masyarakat tetapi nilai tambahnya luar biasa dengan bahan baku teripang mas dan ikan yang nilai tambahnya kecil atau gak laku”, tegas Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandowo.

Pemerintah Kabupaten Bintan menggandeng investor PT. AIMK perusahaan swasta yang mendorong inovasi produk kelautan dan perikanan, dalam pengadaan bahan baku untuk industri kosmetik serta produk farmasi.

Masyarakat diberdayakan melalui koperasi yang membeli produk bahan baku ikan rucah, teripang dan gabus untuk di olah di dalam pabrik. Masyarakat dibayar tunai oleh Koperasi sehingga memutus mata rantai pedagang perantara.

“Kita harus kerjasama antar pusat dan daerah untuk memulai budidaya teripang, dan ikan yang lain, sehingga bahan bakunya tidak habis, walaupun itu bukanlah pekerjaan yang mudah”, tegas Agung Kuswandono.

“Dengan proses sederhana itu bisa ditingkatkan nilai tambah luar biasa, pasarnya sudah ada, jadi ini menjadi contoh kerjasama masyarakat nelayan dengan koperasi dan perusahaan dengan baik yang nanti harus kita tingkatkan”, tambah Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa.

Ke depannya di kawasan ini akan dibangun pusat kuliner, spa, pariwisata yang menonjolkan pemanfaatan produk teripang emas.

Kunjungan ke Universitas Maritim Raja Ali Haji

Demi mendorong peningkatan nilai tambah produk perikanan di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau, pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritiman mengadakan peninjauan langsung ke Kepulauan Riau (Kepri) guna mengetahui apa saja kendala yang dapat dicarikan solusi bersama antara pusat dan daerah.

“Kami berkunjung ke Kepri bertemu dengan stakeholder dan para akademisi tentang proses dalam bidang perikanan, yang skalanya masyarakat tapi nilai tambahnya luar biasa untuk mengolah teripang mas, dan mengolah ikan yang nilai tambahnya kecil atau kurang laku di pasaran,” ujar Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono saat diwawancarai di Universitas Maritim Al Haji (UMRAH), Kepri, Jumat (3/8/2018).

Kunjungan kerja audiensi ini dilakukan bersama antara Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Sementara itu, Agung Dhamar Syakti selaku Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH mengatakan, pihaknya berserta mahasiswa akan membantu masyarakat nelayan untuk pembelajaran mengenai budidaya teripang yang tepat. Selain itu dia mengharapkan agar budidaya ini terus berkembang ke depannya.

“Ini bisa menjadi kerja yang luar biasa, yang mengerjakan anak-anak bangsa kita sendiri. Menurut saya ini merupakan contoh yang sangat luar biasa,” Ujarnya.

Converter Kit Pada Nelayan Setempat

Pemerintah juga terus berupaya dalam meningkatkan pemanfaatan
Converter Kit ABG (Amen Ben-Gas), yang mengkonversikan sistem bahan bakar mesin yang awalnya menggunakan bensin lalu diubah menjadi bahan bakar LPG (Gas). Menghemat penggunaan bahan bakar yang menurunkan biaya produksi dalam penyediaan bahan baku produk.

Manfaat lain yaitu mesin onelayan lebih awet dan lebih bertenaga. Nelayan juga diuntungkan dengan mudahnya perawatan dan praktisnya pemakaian converter kit ini.

“Nah ini yang saya maksud dari bersinergi, jadi selain nelayan menyediakan bahan baku produk kolagen teripang, nelayan juga terbantu adanya converter kit ini, bisa menghemat dan memberdayakan masyarakat khususnya nelayan”, tegas Agung Kuswandono.

Biro Informasi dan Hukum
Bagian Hubungan Masyarakat

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kunjungan Kerja dan Audiensi ke Kawasan Pengembangan Edukasi Ekologi Bahari Kampong Teripang Emas