BeritaFotoSiaran Pers

Kunjungi Fasilitas Isoter dan Vaksinasi Covid-19 di Malang Raya, Menko Luhut Minta Pemda Tak Tutupi Data

Dibaca: 254 Oleh Jumat, 13 Agustus 2021Agustus 16th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 13 at 15.13.25
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-508/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves – Malang, Pemerintah terus menggiatkan upaya pengendalian Pandemi Covid-19. Untuk memantau kesiapan daerah, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan bersama dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengunjungi beberapa fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) dan sentra vaksinasi di kawasan Kota Malang dan Kota Batu pada Hari Jumat (13-8-2021).

“Jadi, isoter ini sangat penting. Nanti ditesting, tracing ternyata anda kena ya anda ikut aja ke isoter, disana kan ada dokternya, obatnya, ada pengecekannya, ada semua. jadi tidak menulari keluarga kita,” pinta Menko Luhut saat mengunjungi fasilitas isoter di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Malang. Dengan berjangkitnya varian delta ini, sambung dia, bila masyarakat tidak berhati-hati maka akan berbahaya.

“Ngga tahu tiba-tiba saturasi Oksigen dibawah 80. kalau itu terjadi sudah susah ditolong sehingga angka kematian tinggi,” ujar Menko Luhut beralasan. Oleh karena itu, dia meminta dengan sangat kepada masyarakat agar apabila telah terjangkit Covid-19 segera masuk ke fasilitas isoter. “Saya mohon bapak-ibu sampaikan ke keluarganya melalui whatsapp,  saya sudah sampaikan bahwa kalau kena, tidak perlu malu, masuk saja di isoter,” tukasnya.

Baca juga:  Mengantisipasi Trend Low Carbon Emission dan Green Product: Menko Marves Sebut Indonesia akan Manfaatkan dan Optimalkan Sumber Daya Semaksimal Mungkin

Dengan semakin masifnya upaya pemerintah untuk melakukan proses 3T (pengetesan, pelacakan dan pengobatan), vaksinasi, fasilitas isoter serta peralatan pengobatan, Menko Luhut meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) tidak menutup-nutupi data terkait Covid-19. “Saya titip kepada Pemda ndak perlu ada angka-angka yang ditutupi.  Biar aja dibuka, itu masalah kita rame-rame kok. Ndak ada yang salah.  Yang salah kalau kita tutupi, kalau kita patuh dengan protokol itu pasti (angka kasus aktif) turun,” pesannya.

Lebih jauh, Menko Luhut menyebutkan bahwa Pandemi Covid-19 dapat diselesaikan. “Semua saya sudah lihat. Jadi saya lihat ini masalahnya bisa diselesaikan bila kita  mau melihat utuh dan menanganinya secara bersama-sama.

Diapun lantas menyontohkan upaya pemerintah untuk mengkarantina penderita Covid-19 di fasilitas isolasi terpusat Buleleng, Bali. “Seperti waktu saya di Buleleng mereka melakukan itu (isolasi) sehingga disana relatif aman. Jadi jangan khawatir mengenai angka (kasus aktif), biar aja tinggi, nanti kalau sudah kita obati pasti turun,”urainya. Alasan perlunya penderita Covid-19 dirawat di fasilitas isolasi terpusat karena untuk kasus dengan gejala sedang hingga berat bila ditangani di rumah maka akan berakibat fatal. “Kalau di rumah, obatnya belum tentu ada, dokter ngga ada, nakes ngga ada, pengukur saturasi Oksigen tidak ada,” sebut Menko Luhut.

Baca juga:  Menko Marves Pmpin Rakor Proyek Prioritas Nasional

Dengan kondisi tersebut, dia meminta kepada masyarakat melalui media untuk mematuhi anjuran pemerintah tersebut. “Jadi saya titip bapak-ibu sekalian mematuhi itu semua. Dan saya mohon teman-teman media sampaikan kepada saudara-saudara kita yang lain. Ikutilah program itu dan pemda saya minta untuk disiapin kerangka yang benar karena dananya ada,” lanjut Menko Luhut.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk divaksin. “Nah orang yang meninggal itu rata-rata tidak divaksin. Saya ulangi, rata-rata yang meninggal itu orang yang tidak divaksin. Jadi kalau divaksin tetap kena,  rata-rata dia mild atau tidak parah (gejalanya),” sebutkan. Karenanya, Menko Luhut menganjurkan semua masyarakat untuk vaksin. “Sekarang sudah 80 juta vaksin yang disuntikkan dan Pak Budi (Menkes) sudah menyampaikan bahwa vaksin kita ndak ada masalah,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Luhut yang juga didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi fasilitas isoter di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Malang, RS Lapangan Jalan Ijen, dan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPI) Kota Batu. Selain itu, rombongan juga mengunjungi sentra-sentra vaksinasi di Poltekes Kota Malang dan Puskesmas Junrejo Dadaprejo Kota Batu.

Baca juga:  Memperingati Hari Nusantara ke-19, Deputi Safri: Hari Nusantara Memperkuat Rasa Kesatuan

Agenda terakhir Menko Luhut dalam kunjungan di Kota Batu dan Malang ini adalah Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Malang Raya yang diikuti oleh Gubernur Jawa Timur, Walikota Malang, Walikota Batu, Kapolda Jatim, Danrem 83 Kota Malang, serta perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Dalam rakor tersebut dibahas mengenai permasalahan pelacakan (tracing), penyiapan fasilitas isoter dan vaksinasi.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel