HeadlineArtikelBeritaDeputi 4

Kunjungi Food Estate dan TSTH Pollung di Humbang Hasundutan, Menko Luhut: Pemerintah Berikan yang Terbaik Kepada Petani

Dibaca: 53 Oleh Rabu, 1 September 2021September 2nd, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 01 at 12.19.40 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-550/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves, Humbang Hasundutan – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja untuk melihat perkembangan kawasan Lumbung Pangan atau Food Estate serta Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) Pollung di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (01-09-2021).

Selain melakukan kunjungan, Menko Luhut juga berdialog langsung dengan para petani guna memperoleh informasi tentang kemajuan maupun kedala yang dihadapi selama ini. Ia mengatakan, hingga akhir 2021 ini diperkirakan sudah ada 1.000 hektar lahan yang sudah tergarap atau dikerjakan. “Ini peluang yang tidak pernah terjadi. Jadi sekarang pemerintah mendorong, jangan sampai hilang kesempatan ini untuk membuat masa depan keluargamu (lebih baik). Jadi petani jangan kecil hati, percaya kepada pemerintah kalau ada masalah lapor kepada saya,” kata Menko Luhut dalam sambutannya.

Menko Luhut mengatakan bahwa food estate yang berada di Sumatera Utara ini sudah berjalan dengan baik dan tertata dengan optimal. Pasalnya, proses perencanaan hingga implementasi lumbung pangan ini melibatkan dan dirancang oleh para ahli-ahli di bidangnya sehingga terencana dengan baik pula.

“Jadi kita harus membuat team work yang bagus. Jadi ahlinya harus diberdayakan supaya hasilnya baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Kemenko Kemaritiman Gandeng USU Gelar Seminar Nasional Bahas Pelabuhan Kuala Tanjung

Dia menambahkan pengalaman di Pulau Jawa dalam membuat perencanaan yang baik dan terukur seperti sektor pertanian juga bisa dicontoh dan dimplementasikan di daerah, termasuk pada food estate dan TSTH yang ada di Sumatera Utara. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini semata-mata tujuannya untuk membantu masyarakat dan hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

“Kami menyiapkan, supaya rakyat itu bisa menikmati. Ujung-ujungnya semua kepada rakyat, bapak ibu sekalian pemilik lahan, saya terus terang sampaikan pemerintah memberikan yang terbaik kepada kalian,” sebutnya.

Menurutnya, pengahasilan yang diperoleh para petani di kawasan lumbung pangan di Humbang Hasundutan ini sudah terbilang besar dan cukup lumayan. Dalam satu hektare lahan yang ditanami, hasil panen bisa mencapai 20 ton dan nilai ekonominya cukup tinggi. Namun hal ini dipandang masih belum maksimal, sehingga pemerintah berusaha untuk membantu meningkatkan penghasilan para petani tersebut.

“Ini yang ingin kita proteksi, Ppresiden minta supaya petani-petani tidak dirugikan oleh tengkulak-tengkulak. Kalau lahan sudah 2 kali ditanami itu hasilnya bisa 30 ton per hektare dari benih lokal, sekarang kami mau mengembangkan benih yang lebih bagus,” terangnya.

Baca juga:  Nantikan Program Seru Di Kepulauan Seribu

“Sekarang pemerintah bantu lagi, dengan penerapan Drip Irrigation System (sistem irigasi tetes) itu hasil panennya bisa 30 ton. Bisa naik lagi 30 persen,” tambahnya.

Di samping itu, Menko Marves juga meminta para petani untuk bekerja keras dalam mengolah lahan sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih banyak dan maksimal. Dengan hasil tersebut akan membuat taraf hidup petani menjadi lebih baik dan sejahtera seiring perjalanan waktu. Selain itu, Menko Luhut juga menyampaikan agar para petani bisa memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah ini, apalagi setiap petani memperoleh sertifikat sebagai penggarap lahan resmi.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Luhut juga menyampaikan terkait Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini terus membaik dari waktu ke waktu. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tetap disiplin dan menerapkan protokol kesehatan. “Covid-19 ini belum selesai, pakai masker, vaksin, jaga jarak, dan kalau sakit segera laporan karena ada tempat isolasi terpusat,” sambungnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Menko Luhut menuturkan terkait dengan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) yang dipersiapkan menjadi lokasi pusat riset center herbal kini tengah dikerjakan dan sudah dilakukan
pembukaan lahan atau Landclearing. Lokasi TSTH ini berada di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.

Baca juga:  Belajar Strategi Pengamanan Kemaritiman, Lembaga Studi Pertahanan Inggris Kunjungi Kemenko Kemaritiman

“Tanahnya sudah landclearing. Persiapan saya lihat juga sudah bagus dan kita berharap bisa groundbreaking awal akhir Oktober atau akhir awal November 2021,” jelasnya.

Menko Luhut menyebut bahwa proses pengerjaan TSTH ini masih sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Jika pertanian model ini berhasil dilakukan dan hasilnya bagus, maka bisa diimplementasikan di daerah-daerah lain di Indonesia. “Kalau pertanian ini jalan, kita bisa copy ke tempat-tempat lain. Tapi kita sekarang sudah tahu bahwa membuat itu tidak gampang, tapi kita sudah belajar dan saya kira bagus sekali,” tandasnya.

Dalam kunjungan ini, Menko Luhut didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto, Gubernur Sumatera Utara, Bupati Humbang Hasundutan, dan pendamping lainnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel