HeadlineArtikelBerita

Kunjungi Pabrik Hyundai, Menko Luhut Bahas Perkembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Dibaca: 17 Oleh Senin, 30 Agustus 2021September 2nd, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 30 at 5.35.26 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-546/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan melaksanakan kunjungan ke Pabrik Hyundai Motor Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Senin (30-8-2021). Tujuan kunjungan ini adalah untuk memonitor kemajuan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, persiapan KTT G20 hingga produksi oksigen medis oleh Hyundai.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas undangan dari Hyundai Motor Manufacturing Indonesia ke fasilitas produksi Hyundai hari ini. Kunjungan hari ini terutama ditujukan untuk membahas tiga topik utama yaitu kemajuan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, Persiapan KTT G20, serta produksi oksigen medis di fasilitas milik Hyundai,” kata Menko Luhut di lokasi.

Membuka pertemuan, Menko Luhut memaparkan bahwa pemerintah sangat bersemangat untuk pelaksanaan ground breaking (peresmian) yang akan datang untuk konsorsium Hyundai dengan LG Chem, KIA, Mobiss, dan IBC untuk paket baterai dan sel produksi yang akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian nasional. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia sendiri sudah membahas mengenai aspek regulasi, dan peta jalan (road map) untuk kendaraan listrik.

Baca juga:  Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Limbah B3, Kemenko Marves Tinjau Langsung PLTU Suralaya

“Kami telah menetapkan peraturan pemerintah 74/2021 sebagai komitmen kami untuk mendukung rantai pasokan kendaraan listrik di Indonesia. Seperti yang kita dorong dengan regulasi, itu akan memudahkan terkait produsen dan pemasok kendaraan listrik, serta produsen untuk membangun produksi mereka di Indonesia,” jelas Menko Luhut. Sejalan dengan itu, lanjutnya, dengan mengikuti regulasi dan membangun permintaan kendaraan listrik, pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk membangun ekosistem dan infrastruktur, seperti stasiun pengisian daya, mengubah resmi dan mobil operasional menjadi kendaraan listrik dan secara bertahap mengubah transportasi publik ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

KTT G20

Sehubungan dengan KTT G20 Indonesia di Bali pada November 2022 mendatang, Menko Luhut menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia merencanakan penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi untuk Delegasi Indonesia dan Internasional. Hal ini juga sebagai salah satu upaya dalam menunjukkan komitmen Indonesia terhadap ekonomi hijau (green economy).

“Hyundai mendukung pemerintah Indonesia untuk mempromosikan program transportasi hijau ini,” ujarnya.

Produksi Oksigen Medis

Baca juga:  Menko Luhut Melakukan Kunjungan Sekaligus Memimpin Rakor Bandara Internasional Kertajati

Dalam pertemuan ini juga, Menko Luhut mengungkapkan terima kasih kepada pihak Hyundai atas pembangunan pabrik yang mampu memproduksi oksigen medis.

“Saya ingin mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk Hyundai atas partisipasi dalam penanggulangan Covid-19 berupa kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam fasilitasnya, donasi terkait Covid-19, serta keputusan baru-baru ini untuk membangun produksi oksigen medis. Memahami bahwa itu bukan keahlian Hyundai sebagai produsen mobil, dan kesediaan untuk menempuh jarak lebih jauh, membuktikan bahwa Hyundai tidak hanya peduli, tetapi juga bertindak dalam memberikan solusi untuk masalah yang muncul,” jelasnya.

Menurutnya, besar harapan pemerintah Indonesia kepada Hyundai, sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik, untuk terus mendukung pemerintah dan menciptakan kemajuan satu sama lain.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel