Berita DeputiDeputi 3

Kunjungi Pulau Enggano, Deputi Ayodhia Tinjau Infrastruktur Dasar, Potensi Lokal hingga Serahkan Bantuan Alat Kesehatan

Dibaca: 148 Oleh Minggu, 3 Oktober 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 28 at 01.57.11
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-619/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves, Bengkulu Utara – Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia G.L. Kalake melakukan kunjungan ke Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, sejak Senin-Selasa (27-28 September 2021). Dalam kegiatan ini, Deputi Ayodhia meninjau langsung kondisi infrastruktur dasar dan menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada pemerintah setempat.

“Kunjungan kami ke Enggano ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Pak Menko Luhut beberapa waktu lalu,” kata Deputi Ayodhia dalam sambutannya, Selasa (28-09-2021).

Deputi Ayodhia menyampaikan bahwa kedatangannya ke Enggano merupakan perintah Menko Marves Luhut B. Pandjaitan untuk melihat langsung kondisi di pulau-pulau kecil terluar (PPKT) yang sekaligus menyandang gelar 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) ini. Ia mengatakan terdapat sejumlah infrastruktur yang memang memerlukan perhatian atau pembangunan, seperti jalan, jembatan, dan telekomunikasi. “Untuk pelabuhan, diperlukan perbaikan beberapa sarana dan prasarana untuk mendukung fungsi dan operasi pelayanannya. Kalau untuk bandara, perlu preservasi yang baik saja,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Pulau Enggano memiliki potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari komoditas lokal hingga wisata baharinya. Karena itu, infrastruktur dasar harus menjadi prioritas atau menjadi perhatian utama untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki saat ini. “Kami, bersama Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin sama-sama berkunjung ke beberapa lokasi yang berpotensi luar biasa, baik untuk agrikultur maupun wisata bahari, di mana infrastruktur sangat diperlukan sebagai konektivitasnya,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, terdapat potensi agrikultur yakni pisang dan perikanan. Terkait pisang, sumbernya sudah ada di sini, baik yang endemik maupun persilangan. Yang diperlukan adalah industrinya. Terkait potensi perikanan, rombongan kunjungan telah melihat langsung ikan yang besar-besar dan banyak saat berkunjung ke pelabuhan. Terkait potensi pengembangan wisata bahari, terdapat spot-spot yang secara alamiah dapat memanjakan wisatawan lokal maupun mancanegara. Harapannya, setelah kunjungan ini, berbagai pihak terkait dapat bersama-sama mengidentifikasi potensi yang ada di Pulau Enggano.

Baca juga:  Terkait 49 TKA di Kendari, Menko Luhut: Kita Harus Luruskan Segala Informasi

“Terkait dengan program tol laut, akan sangat disayangkan apabila (kapal) yang kembali ke Jawa tidak membawa muatan balik dari Enggano, jadi kami akan bersama-sama menindaklanjuti hal ini,” ujarnya.

Selain melakukan tinjauan langsung infrastruktur dasar di Pulau Enggano, Deputi Ayodhia juga menyerahkan bantuan alat kesehatan dari Kemenko Marves untuk masyarakat Enggano, yang secara simbolis diterima oleh Camat Enggano. Bantuan alat kesehatan ini berupa oksigen konsentrator, oksimeter, dan lainnya. “Semoga bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Enggano ini,” tandasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah, menyampaikan terima kasih kepada Kemenko Marves yang sudah memperhatikan daerahnya, dengan melakukan kunjungan langsung dan memberikan bantuan alat kesehatan.
Ia juga berharap Pulau Enggano ini dapat segera dibantu percepatan pembangunan infrastruktur dasarnya.

“Kita banyak sumber daya alam, jalannya kok begini (rusak). Ini menjadi tanggung jawab kita semua, ini Pulau yang harus diperhatikan. Karena itu saya meminta kepada Kemenko Marves (untuk dibantu),” katanya.

Rosjonsyah menuturkan adapun infrastruktur yang perlu diperhatikan sekaligus dibangun di antaranya infrastruktur jalan, ketersediaan internet 4G, pendidikan, kesehatan hingga pariwisata. Menurutnya jika bicara masalah ekonomi, maka yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah soal ketersediaan infrastruktur dasar. “Kalau kita bicara ekonomi, kita harus bicara infrastruktur dulu, kalau infrastruktur sudah baik maka ekonomi akan tumbuh,” sebutnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin menuturkan kedatangan dirinya berserta rombongan ke Pulau Enggano sudah direncanakan jauh-jauh hari namun tertunda karena pandemi. “Tapi hari ini terwujud. Kita juga sampaikan kepada Menko, kampung kita ini harus diurus juga akhirnya beliau langsung menurunkan tim lengkap dari deputinya,” kata Sultan.

Baca juga:  Kemenko Marves Teken 2 Perjanjian Kerja Sama Terkait Kemaritiman

Sultan menyebut bahwa Enggano bagian dari pulau terluar wilayah bagian barat Indonesia punya potensi yang luar biasa. Bukan hanya masayarakatnya, tapi juga keanekaragaman hayati. “Kami sengaja datang kemari itu untuk mengecek bandaranya, pelabuhan, infrastruktur jalan. Jadi kita sudah banyak punya bahan untuk segera ditindaklanjuti sehingga secepat mungkin ada perbaikan,” jelasnya.

Ia memandang pembangunan infrastruktur dasar di Pulau Enggano menjadi sangat penting saat ini, terutama keberadaan jalan utama yang menjadi akses bagi masyarakat. “Kalau jalan baik, arus transportasi juga baik,” ungkapnya.

Pembangunan Infrastruktur Pulau Enggano harus Terintegrasi dengan Potensi Lokal yang Ada

Perihal pembangunan infrastruktur di Pulau Enggano harus sesuai dengan skala prioritas dan terintegrasi dengan pengembangan potensi sumber daya lokal. “Misalnya di sini banyak kebun pisang dari berbagai jenis varietas, ini dapat dijadikan ikon pengembangan, dikemas dengan branding sebagai pisang Enggano. Perihal infrastruktur, semuanya harus terintegrasi dan ditentukan terlebih dahulu mana yang menjadi prioritas. Jalan dan jembatan perlu menjadi prioritas utama karena merupakan akses utama bagi transportasi masyarakat dan logistik komoditas lokal. Di era digitalisasi seperti saat ini, jaringan telekomunikasi dan koneksi internet turut menjadi prioritas, di bawah BTS (Base Transceiver Station) tadi, jaringan kita Edge. Sementara itu, untuk bandara Enggano, runway yang sudah 1.600×300 meter, sebenarnya sudah cukup untuk dilandasi pesawat jenis ATR 72, sehingga untuk saat ini perpanjangan runway belum menjadi prioritas, cukup preservasi saja.” kata Deputi Ayodhia kembali menekankan.

Waka DPD RI Sultan sependapat bahwa untuk mengangkat komoditas pisang sebagai ikon Enggano dapat menggerakkan ekonomi lokal serta didukung infrastruktur yang memadai. Selain itu, di bidang perikanan yang juga cukup menjanjikan potensinya sehingga bisa dikembangkan agro-mariculture estate ke depannya.
Sultan juga memandang pentingnya menggarap Enggano secara apik dan serius, berbagai kementerian/lembaga (K/L) terkait dapat turut bahu membahu membangun Enggano.

Baca juga:  Kemenko Marves Dukung Kemandirian Protein Dengan Produk Perikanan

“Pemerintah Daerah agar segera bikin proposal yang bagus dan terintegrasi,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga menilai membangun pulau terluar seperti Enggano ini memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan daerah lainnya khususnya daratan. Sehingga diperlukan kerja keras dan sinergisitas semua lini. “Ini butuh usaha yang luar biasa, kerja keras, dan terpenting adalah kekompakan masyarakat,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Kemenko Marves Rahman Hidayat mengungkapkan, infrastruktur dasar yakni jalan dan pendukungnya harus diupayakan terdahulu dulu sebagai prasyarat. “Di PPKT ini, semua merupakan infrastruktur dasar yang saling terkait,” katanya.

Rahman menjelaskan untuk membangun jalan di Enggano tidak bisa parsial atau terpisah. Baik berupa drainase dan penyediaan air baku, pengembangan kawasan pantai, pelabuhan dan konektivitas logistik. “Serta listrik juga harus digarap beriringan termasuk sarana komunikasi berupa internet,” urainya.

Selain itu, Asdep Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves Yudi Prabangkara, memandang bahwa infrastruktur digital, berupa internet 4G harus segera direalisasikan untuk kelancaran komunikasi yang akan mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat Pulau Enggano.

Dalam kunjungan ini, Deputi Ayodhia beserta rombongan meninjau beberapa infrastruktur di Enggano, diantaranya Runway Bandara Enggano, Jalan poros utama dari Desa Banjar Sari-Desa Kahyapu sepanjang 32,8 km, Base Transceiver Station (BTS), Pelabuhan Perintis Malakoni, Pelabuhan Penyeberangan Kahyapu serta potensi wisata bahari di Pulau Dua.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Camat Enggano dan Forkopimda Provinsi Bengkulu.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel