Berita DeputiDeputi 4

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Intip Cara Desa Kedungrejo di Banyuwangi ubah Sampah Plastik menjadi BBM

Dibaca: 131 Oleh Minggu, 15 November 2020Tidak ada komentar
Kurangi Pencemaran Lingkungan, Intip Cara Desa Kedungrejo di Banyuwangi ubah Sampah Plastik menjadi BBM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Banyuwangi, Persoalan sampah dari dulu hingga saat ini menjadi masalah tersendiri karena mencemari serta merusak lingkungan. Hal ini menjadi perhatian khalayak ramai di dunia untuk menemukan solusi cara mengatasinya. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan melalui Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memberikan perhatian serius untukterus mengkoordinasikan stakeholder dalam menemukan inovasi dan gagasan yang dapat mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.

Inovasi untuk mengolah sampah menjadi barang bermanfaat atau bernilai sudah banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya yang dilakukan oleh  masyarakat di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Sosok Nyoto Hariano adalah inisator sekaligus penggeraknya. Ia dibantu warga lainnya yang punya pemikiran sama untuk mengolah sampah plastik menjadi lebih bermanfaat. Menariknya, sampah yang diolah ini menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Di tempat pengolah sederhana dengan lebar 10 meter dan panjang 20 meter terpasang alat yang telah dirancang sedemikian rupa untuk mengolah semua jenis sampah plastik, baik sampah dari masyarakat maupun sampah yang dikumpulkan di TPS.

Baca juga:  Kemenko Maritim Inisiasi Percepatan Tindak lanjut Perpres No 32 Tahun 2018 Tentang BOP Labuan Bajo

“Inspirasi lahir karena ingin membantu masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih. Ide muncul sejak tahun 2006 dan baru direalisasikan tahun 2017,“ kata Nyoto ditemui di Bengkel Badan Pengelolaan Sampah-Go Sampah Sistem di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jatim (13-11-2020).

Nyoto menjelaskan sampah plastik masuk ke dalam tungku pembakaran kedap udara yang berfungsi sebagai reaktor yang dipanaskan menggunakan kayu bakar kemudian menghasilkan cairan berupa minyak mentah yang selanjutnya diproses menjadi BBM setara bensin, minyak tanah, dan solar dex.Residu yang dihasilkan juga aman dan hasil pembakaran di tungku bisa menjadi pupuk.

Menurut mantan tukang service elektronik ini, berkat kerja sama dan sinergisitas desa bersama masyarakat saat ini pihaknya membeli sampah dari masyarakat maupun TPS untuk diolah menjadi lebih barmanfaat. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp1.000, Rp1.500, hingga Rp2.000, artinya tergantung jenis dan kualitas sampahnya.

Mengolah sampah menjadi BBM sejak 2017 silam, lembaga swadaya masyarakat ini sudah memperoduksi dan menjual sekitar 5.000 liter BBM dan dinikmati masyarakat. Berkat temuan dan terobosan ini, Nyoto bersama masyarakat di desanya berharap mendapat perhatian dari pemerintahdi kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

Baca juga:  Indonesia Siap Merajai Pasar Ikan Hias Dunia

“Harapan saya kepada pemerintah membantu meringankan beban kita untuk memperoleh perizinan. Yang paling penting selama kita ada izin dan dilindungi, saya jamin bisa mengelola sampah di seluruh Indonesia. Setiap alat bisa kita buatkan dan digunakan untuk mengolah sampah menjadi bermanfaat seperti BBM. Langkah ini sebagai bentuk untuk melindungi lingkungan dari pencemaran sampah dan juga membantu masyarakat untuk memperoleh BBM yang dapat digunakan untuk nelayan dan lainnya,“ bebernya.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel