Berita DeputiDeputi 4

Lakukan Tinjauan Lapangan, Kemenko Marves Upayakan Optimalisasi Food Estate dari Hulu ke Hilir di Kalimantan Tengah

Dibaca: 17 Oleh Kamis, 1 April 2021Tidak ada komentar
Lakukan Tinjauan Lapangan, Kemenko Marves Upayakan Optimalisasi Food Estate dari Hulu ke Hilir di Kalimantan Tengah
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-213/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

 

Marves – Kalimantan Tengah, Menjadi salah satu wilayah tempat dikembangkannya program Penyediaan Pangan Nasional (Food Estate), Wilayah Kalimantan Tengah kini terus gencar digarap dengan menanam berbagai varietas tanaman khususnya padi. Selain itu, kawasan Food Estate di wilayah ini dikembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan melalui konservasi keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem gambut.

Terkait hal tersebut, Kemenko Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan melakukan kunjungan lapangan bersama Profesor Utomo dan Profesor Wenefrida dari Louisiana State University. Kedua Profesor yang ahli dalam bidang agronomi tersebut datang untuk melihat langsung perkembangan kawasan Food Estate yang ada di Kalimantan Tengah pada Senin-Selasa, 29-31 Maret 2021.

“Kunjungan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu menginventarisasi berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi, serta (mendapatkan update) perkembangan terkini terkait program ini,” ungkap Asisten Deputi (Asdep) Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Sugeng Harmono. Hal yang dilihat di sini akan dilaporkan langsung perkembangannya kepada Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan setelah kunjungan dilaksanakan.

Baca juga:  Konferensi Pers Virtual, Deputi Purbaya Bahas UNCLOS dan Kenaikan Tarif Listrik

Sebelum melakukan kunjungan lapangan, Kemenko Marves bersama Kementerian Lembaga terkait melakukan koordinasi bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik dari Pemerintah, petani, kelompok kerja, hingga masyarakat setempat. “Food Estate merupakan program yang begitu baik, karena ini seperti interpretasi gotong royong yang sesungguhnya, semua K/L terlibat, dan mampu menciptakan pertanian yang modern,” tegas Profesor Utomo. Menurutnya, penting pula untuk dilakukan koleksi data demi melihat berbagai aspek, mulai dari dara curah hujan, data produksi, data panen, hingga penjualan. Hal ini memerlukan keseimbangan proses Food Estate dari hulu ke hilir demi keberhasilannya.

Kunjungan lapangan dilakukan pada dua kabupaten utama FE Kalteng yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Wilayah seluas 10.000 Ha di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 Ha di Kabupaten Kapuas tentu memiliki berbagai halang rintangan tersendiri dalam proses pengembangannya. Supriyadi , Direktur Pelayanan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa PDTT mengungkapkan bahwa Food Estate di wilayah ini dikembangkan tidak hanya sekedar padi, tetapi harus mampu mengakomodir permasalahan pangan nasional. Selain itu, Erwin Noor Wibowo, Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan (PPL) Kementan menyatakan bahwa kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kapuas mempersulit keadaan yang ada, sehingga sistematika irigasi air harus diperhatikan.

Baca juga:  Menko Luhut pertemuan dengan BUMN Financing Scheme for Africa

Setelah dilakukan berbagai diskusi dengan Pemda dan K/L terkait yang terjun langsung dalam pengembangan Food Estate, seperti Kementerian PUPR, KLHK, BRG, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Pertanian, Kantor Staf Presiden, telah diinventarisasi tantangan maupun prestasi yang telah dicapai. Diskusi berjalan optimal karena seluruh K/L mampu mengkomunikasikan kebutuhan dan kendala yang ada di lapangan. Diharapkan, pertemuan dan kunjungan ini akan menjadi bahan yang cukup bagi Profesor Utomo dan Profesor Frida untuk mengolahnya dan memberikan masukan solusi terbaik yang berbentuk program yang dapat diimplementasikan bagi masyarakat juga kemajuan Food Estate yang ada.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel