FotoBerita

Maju Lawan Korupsi, Sesmenko Marves: Kita Akan Hilangkan Korupsi

Oleh 11 Des 2019 Desember 12th, 2019 Tidak ada komentar
Auto Draft
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Jakarta, Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) menjadi panelis pada Seminar yang diadakan oleh Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada 11 Desember 2019.

Seminar tersebut diadakan atas kerjasama KPK, USAID, dan Transparency International dengan tajuk Komitmen Anti Korupsi untuk Investasi yang Lebih Baik dengan ¬moto Fighting Corruption for Better Investment.

“Korupsi bukan hanya suap-menyuap, tapi bagaimana membuat regulasi kita menjadi lebih transparan, membuat pemikiran kita tidak koruptif” ucap Sesmenko Marves, Agung Koeswandono, pada sambutannya. Menurutnya, sifat koruptif tersebutlah menghambat kemajuan Indonesia khususnya terkait investasi, sehingga patut untuk di hilangkan.

“Barang kali tidak salah kalo kita bilang banyak hal yang sifatnya koruptif dalam melakukan regulasi atau penataan investasi di Indonesia. Sebagai contoh, kita adalah negara besar penghasil minyak mentah, tapi kita juga negara yang mengimpor bbm. Apa yang salah? Yang salah kita” jelas Sesmenko Marves.

Sesmenko Marves kemudian menginformasikan bahwa Indonesia mempunyai regulasi yang luar biasa, tapi hampir semua regulasi mengatur dirinya masing-masing, sehingga terjadi tumpang tindih aturan. Itulah sebabnya Presiden RI mencanangkan omnibus law untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Menurutnya jika hal tersebut dilaksanakan maka investasi di Indonesia akan semakin membaik.

Terkait pelaksanaan seminar sendiri, Ketua Komite Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, menjelaskan,
“Seminar ini kami adakan dengan menghadirkan akademisi, ekonom, perwakilan pemerintah, serta ahli hukum pidana untuk membahas tentang dampak korupsi terhadap investasi, upaya dan reformasi antikorupsi, serta transparansi dan integritas di sektor publik dan swasta” jelasnya.

Dirinya kemudian menambahkan bahwa pihaknya berharap adanya rumusan atau yang dirinya sebut ‘resep’ baru untuk memberantas korupsi melalui seminar ini.
“keluarnya Undang-Undang NO.19 tahun 2019 tentang perubahan UU KPK memunculkan isu bahwa pemberantasan korupsi dapat menghambat investasi. Terkait hal tersebut, melalui seminar ini kami berharap mendapat pandangan para ahli” harap Ketua KPK.
“Topik korupsi penting untuk terus kita bicarakan, karena pemberantasan korupsi adalah salah satu pilar untuk menerapkan investasi demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama” ujar Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, pada sambutannya.

Dirinya kemudian menambakan bahwa dunia usaha tidak hanya memandang daya beli dan harga untuk melakukan investasi, menurutnya faktor penting untuk adanya investasi adalah pada faktor infrastruktur yang memadai, pengembalian yang baik dari dana yang di Investasikan, dan tidak adanya pungutan tambahan. Pungutan tambahan yang dimaksud adalah korupsi.

“Korupsi bisa menjadi penghambat investasi. Menghambat keinginan dunia usaha, investor, pemilik modal untuk investasi. Dengan ada korupsi, investor akan menghitung ulang karena ada biaya yang tidak resmi. Kalo kita bisa memastikan tidak ada biaya yang tidak resmi maka akan lebih efisien” jelas Wamenkeu.

“Kalau kita bicara investasi, negara mana yang tidak ingin investasi di Indonesia? Apakah itu Eropa, Amerika, Jepang, Cina, Australia, semua berbondong -bondong datang ke Indonesia untuk melakukan investasi. Pertanyaannya sekarang kenapa kita kalah dari negara tetangga? Karena kita tidak pandai memanage investasi tersebut” jelas Sesmenko Marves terkait investasi.

Sesmenko Marves mengatakan bahwa perlu adanya pola piker. Menurutnya Indonesia memiliki sumber daya alam yang lengkap dan SDM yang berkualitas. Menurutnya permasalahan terletak pada pengelolaan.

“Banyak hal yang mesti kita perbaiki terutama di dalam Indonesia sendiri, salah satunya terkait perizinan. Perizinan di Indonesia mungkin yang paling ruwet di dunia, ya kita harus mau membuka diri untuk perzinan” tambah Sesmenko Marves.

“Kita sudah kalah langkah. Di Asean saja kita kalah saing dengan Vietnam untuk investasi, kalah saing dengan Malaysia, dengan Singapura. Padalah Indonesia adalah negara terbesar di Asean” jelas Sesmenko Marves.

“Apa yang kita tidak punya? Hampir semua kita punya. Hanya saja cara pengelolaannya yang salah. Kita punya bahan baku tapi tidak punya pabrik, kita punya bahan baku tapi distribusinya tidak terlaksana dengan baik” tambahnya.

Dalam penutup paparannya, Sesmenko Marves mengatakan bahwa,
“Itulah sebabnya ada Kemenko Bidang Kemaritiman Dan Investasi, kita akan perbaiki semua ini.dan Insyaallah dengan semangat yang sama, kita akan memnghilangkan korupsi” tutupnya.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel