BeritaArtikelFotoBerita DeputiDeputi 2

Masyarakat Nelayan Terbantu, Kemenko Marves Terus Kawal Konversi BBG Nelayan

Dibaca: 153 Oleh Sabtu, 8 Agustus 2020Agustus 9th, 2020Tidak ada komentar
Masyarakat Nelayan Terbantu, Kemenko Marves Terus Kawal Konversi BBG Nelayan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves-Kalimantan Barat, Konverter Kit ABG, salah satu kreasi dan inovasi seorang nelayan bernama Amin Ben Gas di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 silam, hingga kini, dinilai banyak memberikan manfaat bagi para nelayan di daerah pesisir.

Faktanya, di tengah kondisi yang serba sulit karena pandemi covid-19, sektor yang memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan nasional, salah satunya adalah sektor kelautan dan perikanan.

“Beberapa inovasi yang dilakukannya seperti alat konversi bbm menjadi gas untuk perahu dibawah 5 Gross Ton (GT), sampai saat ini tetap berlangsung. Kami berharap akan selalu ada dukungan dari eksekutif maupun legislatif berupa paket pengadaan alat konversi itu yang akan diberikan kepada seluruh nelayan kecil se-Indonesia,” ujar Asisten Deputi Hirilisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Amalyos, melalui keterangan pers resmi, hasil dari peninjauan langsung ke Kubu Raya, Kalbar, ditulis pada 8 Agustus 2020.

Pemerintah sudah menyalurkan bantuan konverter kit ABG sebanyak 25.000 paket dan sudah didistibusikan secara nasional kepada masyarakat pesisir dan nelayan.
Asdep Amalyos menilai, program ini memberikan kontribusi secara nasional didalam peningkatan perekonomian masyarakat pesisir, walaupun diakuinya kantong-kantong kemiskinan masih banyak pada masyarakat pesisir, namun ia berharap dengan inovasi ini, akan dapat memberikan nilai tambah positif.

Baca juga:  Infografis Destinasi Prioritas Danau Toba

“Dan juga akan mengangkat kehidupan masyarakat pesisir terutama nelayan di daerah Kubu Raya, dan diharapkan juga di daerah pesisir lainnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Herti Herawati menambahkan, konsep pemberdayaan yang sudah dilakukan yaitu pemberdayaan masyarakat untuk turut memproduksi sampan (perahu kecil/sedang) yang bertujuan untuk dirangkaikan dengan inovasi konverter kita buatan Amin Ben Gas.

“Sehingga nelayan itu tidak terpaku hanya mencari ikan dilaut tetapi mempunyai keahlian lain apalagi disaat musim-musim paceklik,” jelasnya.

‘Konverter Kit ABG’ yaitu alat untuk mengubah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi gas sejak pertama kali diciptakan tahun 2010 silam. Hasilnya bahan bakar yang digunakan diubah sedemikian rupa menjadi lebih ramah lingkungan, dan lebih murah ketika dibandingan dengan menggunakan BBM.

“Alat ini pun sudah dikembangkan hingga generasi ke 9 dengan spesifikasi yang enak untuk tarikan mesin, akselerasi yg seimbang, dan hemat bahan bakar,” pungkas sang inovator, Amin Ben Gas.

Di sela-sela kunjungan kerja, Asdep Amalyos pun mengunjungi ekowisata mangrove. Ekosistem mangrove yang sudah ditata cukup layak untuk ekowisata mangrove ditingkat lokal, sudah dibangunkan pula fasilitas-fasilitas seperti sandaran kapal, jalur tracking pengunjung, gazebo, aula dan lahan parkir.

Baca juga:  Menko Luhut Menggelar Rapat Tsunami Selat Sunda

Biro Komunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Masyarakat Nelayan Terbantu, Kemenko Marves Terus Kawal Konversi BBG Nelayan

 

Masyarakat Nelayan Terbantu, Kemenko Marves Terus Kawal Konversi BBG Nelayan

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel