Berita DeputiDeputi 4

Mendorong Percepatan Program PEN Mangrove 2021, Tim Kemenko Marves Melaksanakan Monev Terpadu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Dibaca: 34 Oleh Senin, 30 Agustus 2021September 2nd, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 30 at 10.48.27
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-544/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

Marves – Babel, Dalam rangka percepatan program rehabilitasi mangrove melalui PEN mangrove 2021, tim Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama-sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove melaksanakan monitoring dan evaluasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terbagi menjadi 2 tim yaitu tim Bangka yang dipimpin oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dan tim Belitung yang dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan.

“Program pengelolaan mangrove berkelanjutan tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tapi juga membangun persemaian, melakukan penelitian, pelatihan masyarakat dan lain sebagainya,” tambah Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dalam pertemuan tersebut.

Program rehabilitasi mangrove di Provinsi Kepulauan Babel merupakan salah satu wilayah kerja Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) selain Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat berdasarkan Perpres No.120/2020 tentang BRGM.

Baca juga:  Kemenko Maritim Resmi Lepas Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2018 Universitas Hasanuddin

Kemenko Marves mengapresiasi progres pelaksanaan rehabilitasi mangrove BRGM di Kepulauan Babel yang dilaksanakan atas dukungan teknis dari BPDASHL Baturusa Cerucuk untuk lahan seluas 3.400 Ha dan BKSDA Sumatera Selatan untuk lahan seluas 500 Ha setelah ada refocusing anggaran.

“Kami berharap program rehabilitasi mangrove tidak berhenti di tahun ini saja,” ucap Kepala Dinas LHK Kep. Babel dalam rapat koordinasi bersama perangkat daerah dengan tim Kemenko Marves. Menurutnya, Bangka terkenal denga potensi timahnya, dan proses penambangan menimbulkan kerusakan lingkungan yang salah satunya mengenai lahan mangrove.

Tim Kemenko Marves melakukan monev ke Dusun Penyak dan Dusun Beriga untuk melihat progres penanaman sejak Juni 2021. Relatif tanaman tumbuh dengan baik di Dusun Penyak karena dibentengi dengan susunan batu penahan ombak yang dibantu oleh Dinas PU Kep. Babel. Sedangkan pertumbuhan mangrove di Dusun Beriga agak terganggu karena faktor alam seperti tritip, terjangan ombak dan sampah yang terbawa oleh ombak tersebut.

Selain itu tim Kemenko Marves juga mengunjungi Desa Riding Panjang untuk melihat program BRGM yang berdampingan dengan program reguler rehabilitasi mangrove KLHK. Penanaman yang telah dilakukan oleh KLHK pada tahun 2019 tumbuh dengan baik dan berjajar dengan rapi. Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan melakukan penanaman mangrove di lokasi tersebut sebagai penanda bahwa di lokasi tersebut juga terdapat program PEN Mangrove 2021.

Baca juga:  Menko Luhut Menghadiri acara Natal di Humbang Hasundutan

Tim Kemenko Marves juga melaksanakan monev di Kabupaten Belitung khususnya Desa Perpat dan Desa Juru Seberang. Progres penanaman sangat bagus, hal ini terbukti dengan sudah tertanamnya lahan mangrove sekitar 60% dari target seluas 50 hektar. Kendala yang dihadapi di Belitung lebih banyak karena faktor alam seperti pasang surut, ombak dan hujan.

“Kondisi ini harusnya bisa meningkatkan realisasi penyerapan anggaran BRGM karena progres di Babel ini bagus,” imbuh Asdep Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan dalam dialognya dengan anggota kelompok padat karya mangrove dan koordinator lapangan. Masalah administrasi memang menjadi salah satu penghambat terlambatnya pencairan anggaran untuk para pekerja.

“Babel ini cukup memenuhi syarat untuk calon lokasi kerja sama RI-UAE untuk pengembangan mangrove karena memiliki banyak lahan mangrove alami, pantai yang indah dan potensi terumbu karang,” tambah Asdep Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan. Saat ini pemerintah Indonesia tengah melakukan pembahasan teknis dengan pemerintah UAE untuk mengembangkan potensi mangrove di kedua negara dan mencari lokasi yang cocok untuk pilot project.

Baca juga:  Gerak Cepat Reformasi Birokrasi, Kemenko Maritim Susun Permenko E-Gov

“Kemenko Marves akan selalu membantu dan mendukung K/L teknis untuk mengoordinasi program rehabilitasi mangrove ini dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai target yang ditetapkan,” tutup Asdep Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan. Monev ini diharapkan dapat membantu untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam program rehabilitasi mangrove untuk meningkatkan percepatan program secara keseluruhan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel