Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Mendorong Program INA NET Port Berjalan Maksimal

Agung Kuswandono 6

Maritim – Perbaikan sistem Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok tidak lepas dari kerja keras dari perubahan sistem yang ada selama ini. Hal ini yang disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Jasa Kemenko Maritim dan Sumber Daya sekaligus Kepala Satuan Tugas (Satgas) ‘Dwelling Time’ Agung Kuswandono.

Perubahan ini tentu tidak semua akan disukai banyak orang.  Tapi hal itu tidak menjadi halangan bagi pihaknya buat menekan terus angka ‘dwelling time’.

“Lihat saja, kalau kita mengembangkan perbaikan ‘dwelling time’, siapa yang menentang? ya itu. Ingat gak awal-awal kita memperbaiki ‘dwelling time’, banyak yang mengatakan ini tidak benar dan tidak mungkin?,” kata Agung saat ditemui seusai Halal Bi Halal di lingkungan Kementrian Maritim dan Sumber Daya, belum lama ini.

Diakui oleh Agung, bahwa sebagian dari mereka itu yang menentang adalah yang menitipkan barang-barangnya di Tanjung Priok. Begitu dikenakan denda 5 juta itu, para pengusaha itu protes.

“Jadi sebenarnya kita ingin menolong pengusaha supaya tidak terganggu jadwal kedatangan kontainernya, tetapi di balik itu mereka memang ingin menimbun kontainernya di situ. Nah sementara lahannya di situ situ juga, gak bertambah, jalannya ya itu-itu saja, jadi serba ruwet di Tanjung Priok itu,” urainya.

Saat ini semua sistem yang berjalan diarahkan melalui ‘online’ dan menjadi perkembangan luar biasa.

“Bea cukainya ‘online’, karantinanya ‘online’, pembayarannya sekarang sudah ‘online’, jadi nanti orang ngurus pelabuhan tuh gak perlu ke pelabuhan, dia ngetik di sini, tinggal nanti barangnya diambil juga sudah bisa,” jelasnya.

Proses ini sudah berjalan di Bea Cukai sudah mulai, dimana pembayaran ‘online’ itu dari pelabuhan sedang dijalankan. Untuk itu akan digenjot semua sistem yang dilakukan dalam ‘Dwelling Time online’ semua.

“Ya sebetulnya sekarang sudah semuanya ‘online’, hanya INA NET Portnya itu belum jalan secara utuh. Itu yang harus dikembangkan supaya nanti Tanjung Priok ini kita tau kontainer ini pindah di mana, masuk di mana, jadi nyarinya gampang, bayarnya gampang, keluarnya gampang, masuknya gampang. Saya tuh selalu susah kalau ditanya kapan mulai, mulainya mah sudah lama mas,” ungkapnya.

Proses ‘try and eror’ dan memperbaiki kekurangan yang ada diiringi dengan perbaikan infrastrukturnya.

“Komunikasi kita dengan pelabuhan agak susah selama ini. Pelabuhan punya ide sendiri. Kalau kita kasih tahu mau bangun ini ini ini, dia jalan sendiri gitu. Bikin program sendiri. Nggak mau diajak ngomong bareng gitu kan. Datang Pak Menko, langsung digebrak kereta api harus masuk. Itu kan ditolak dulu mas. Nah sekarang semua sudah bahu membahu, satu persepsi, yang penting kan itu,” tegas dia.

“Begitu persepsinya satu, kereta api bisa masuk, sudah nggak ada isu dwelling time lagi seharusnya. Kita tinggal menjalankan perintah presiden, supaya jadi 2-3 hari. Insya Allah kita siap,” tutupnya.

(Glh/Dim)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Reformasi Birokrasi Artikel Narasi Tunggal Berita
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Mendorong Program INA NET Port Berjalan Maksimal