FotoBerita

Menengok Perkembangan Rehabilitasi Hulu Sungai Citarum

Dibaca: 62 Oleh Sabtu, 21 November 2020November 23rd, 2020Tidak ada komentar
Menengok Perkembangan Rehabilitasi Hulu Sungai Citarum
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bandung, Sungai Citarum yang panjangnya kurang lebih 269 km dan didiami oleh 18 juta orang di sepanjang DAS-nya, telah tercemar sejak tahun 2007. Bahkan, pada tahun 2013 riset Green Cross Switzerland dan Blacksmith Institute menyatakan Sungai Citarum sebagai salah satu tempat paling tercemar di dunia.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerbitkan Perpres No.15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. Aturan ini menghubungkan 23 K/L yang saling terintegrasi untuk mengatur, mengkonservasi DAS Citarum dan melakukan penegakan hukum bagi pencemar sungai.

Kini, selang 2 tahun, kondisi Citarum telah makin membaik. Untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan Situ Cisanti, hulu Sungai Citarum di Bandung, Biro Komunikasi Kemenko Marves mengajak belasan mitra warga net berkunjung pada Hari Sabtu (21-11-2020).

Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas D. Patria yang memimpin rombongan mengatakan bahwa tujuan kedatangannya ke Situ Cisanti adalah untuk melihat bagaimana perkembangan penanganan hulu Sungai Citarum. “Saat ini kami  mengundang beberapa mitra warga net yang  terdiri dari berbagai macam profesi, pegiat medsos dengan jumlah pengikut yang banyak agar cerita tentang penanganan Citarum bisa disebarluaskan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Baca juga:  Menko Luhut B. Pandjaitan Rapat Percepatan Pembangunan Bandara Kediri

Selain itu, dia juga mengungkapkan tujuan kegiatan tersebut adalah agar pesan-pesan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan terutama sungai dapat terus disebarkan kepada masyarakat,” lanjut Kabiro Andreas. Dia berharap dengan melibatkan kelompok masyarakat untuk menyuarakan tentang kepedulian terhadap lingkungan dengan bahasa yang ‘membumi’ maka makin banyak masyarakat yang mendukung program ‘Citarum Harum’.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Satgas Citarum Dedi Kusnadi Thamim menyampaikan bahwa perkembangan penataan hulu Citarum di Situ Cisanti cukup baik.

“Dulu tidak terkelola, banyak eceng gondok, sekarang jauh lebih baik dan lebih bersih karena dikelola dengan baik secara bersama-sama sehingga dapat dijadikan tempat wisata dan dijadikan tempat pembibitan pohon juga” katanya.

Menyambung, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves Rofi Alhanif mengemukakan bahwa program Citarum Harum merupakan program yang istimewa. “Program ini menyinergikan 23 K/L untuk bekerja sama mewujudkan Citarum kembali bersih dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Sinergi ini merupakan sebuah terobosan dari Perpres nomor 15 tahun 2018 yang termasuk pelibatan unsur TNI didalamnya,” jelasnya.

Baca juga:  Menko Maritim Apresiasi Toba Nauli Photo Contest & Exhibition 2017

Turut hadir memberikan penjelasan dalam kunjungan tersebut Asisten Deputi Pengelolaan DAS dan Konservasi SDA Kemenko Marves Mochamad Saleh Nugrahadi. Sembari menemani mitra warga net mengelilingi Situ Cisanti diapun menjelaskan mengenai proses penanganan pembersihan di wilayah Situ Cisanti.

Usai mengelilingi Situ, para mitra warga net diajak untuk melihat pembenihan dan pembibitan tanaman keras di Sektor 23 Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Dansektor 23  kolonel wahyudiantono menjelaskan bahwa tugas mereka adalah melaksanakan pembibitan baik tanaman keras dan tanaman buah berkayu yang cocok tumbuh diatas 1000 dpl. “Ini nantinya akan digunakan untuk merehabilitasi lahan kritis di wilayah hulu sungai Citarum,”  bebernya. Tanaman-tanaman yang disemaikan serta ditanam di lahan seluas 200-an hektar antara lain alpukat, petai, jeruk siam, kopi, mahoni, damar hingga rumput vetifer yang mampu menahan erosi.

Lebih jauh, kunjungan lapangan ke Situ Cisanti ini merupakan rangkaian temu mitra warga net yang diadakan oleh Biro Komunikasi Kemenko Marves di Kota Bandung pada hari Kamis-Minggu (19-22 November 2020). Acara yang dibuka oleh Sesmenko Marves Agung Kuswandono itu bertujuan untuk dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan para influencer (pemengaruh).

Baca juga:  Jumlah Lansia Sehat Harus Meningkat

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel