BeritaFotoBerita DeputiDeputi 4

Mengawal Program Food Estate, Pemerintah Lakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi

Dibaca: 60 Oleh Jumat, 4 Desember 2020Desember 6th, 2020Tidak ada komentar
Mengawal Program Food Estate, Pemerintah Lakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Sumatera Utara, Menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo pada kawasan food estate Sumatera Utara pada 27 Oktober lalu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN), dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara melakukan monitoring dan evaluasi program pengembangan food estate di Sumatera Utara pada Jumat (04-12-2020) untuk memantau dan menentukan langkah kerja ke depan.

“Melalui rapat koordinasi ini akan dilakukan evaluasi apa yang sudah diselesaikan dan yang perlu segera didorong untuk dapat mencapai target di akhir tahun 2020,” diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti dalam arahannya. Kendala di lapangan yang diakibatkan oleh cuaca dan akses jalan menyebabkan pekerjaan pengolahan lahan dan penanaman tertunda 15 (lima belas) hari. Oleh karena itu, perencanaan yang matang di awal adalah kunci kesuksesan program food estate. Untuk mematangkan perencanaan program food estate, telah dibagikan peran dari lintas Kementerian dan Lembaga yang telah bertugas sejak awal, baik dari persiapan pelaksanaan hingga pendampingan.

Dari perencanaan serta kerja sama antar K/L hal yang telah dicapai pada pengembangan food estate sampai saat ini adalah telah dibuka lahan dan dilakukan penanaman komoditi kentang, bawang merah, dan bawang putih di lahan seluas 215 Ha oleh Kementan dan akan segera disiapkan untuk panen. Untuk mendukung keberhasilan penanaman food estate, Kementerian PUPR telah membangun infrastruktur irigasi untuk mengairi lahan seluas 215 Ha, dan akan segera diselesaikan untuk sisa lahan seluas 785 Ha pada tahun 2021. Selain infrastruktur irigiasi, infrastruktur jalan juga telah menjadi perhatian Binamarga dan akan segera dibangun di akhir tahun.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Video Conference Rapat Koordiansi Pembahasan Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di 12 Kota

Penataan bidang tanah juga menjadi fokus dari Kementerian ATR agar seluruh lahan sudah bersertifikat. Selain itu, penetapan kelembagaan petani juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan karena akan panen dalam waktu dekat. “Food estate kini telah masuk Proyek Strategis Nasional, sehingga kita perlu mendorong food estate Sumatera Utara untuk dapat menjadi bagian dari PSN ini agar mendapatkan benefit yang sesuai,” jelasnya.

Untuk mendorong pengembangan food estate di Sumatera Utara, segera akan dibangun TSTH yang akan dikembangkan oleh IT Del dan BPPT serta Kementerian / Lembaga lain yang terkait. Agar pembangunan TSTH ini sesuai, maka dilakukan rapat konsiyering pengembangan TSTH dan food estate pada Kamis (03-12-2020). TSTH yang nantinya akan dikembangkan di Pollung merupakan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagian penelitian dan pengembangan. Saat ini, langkah yang harus diselesaikan adalah tata batas dari KHDTK, dimana tata batas ini akan ditetapkan sebagai areal kerja untuk TSTH.

“Rencana tata batas ini menjadi penting karena untuk penegakan hukum dan areal kerja, dimana kita akan paralel juga mengerjakan perencanaan dalam pembangunan TSTH. Lokasi TSTH di Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan akan menjadi barometer hasil pertanian dan kehutanan,” dijelaskan oleh Rektor IT Del Profesor Togar M. Simatupang. TSTH ini akan menjadi pusat pembibitan herbal dan hortikultura, demplot untuk mencoba kualitas unggul dari hasil tanam, laboratorium, kebun koleksi herbal dataran tinggi dan dataran rendah, produk hasil tanam, serta penyediaan jasa bagi masyarakat.

Baca juga:  Penanaman Pohon Aren di acara Puncak Sail Selat Karimata 2016 oleh Menko Luhut

Dalam membangun TSTH ini, BPPT menamakannya sebagai Pollung Technopolitan. Dimana kawasan TSTH akan menjadi sentra dari kegiatan iptek yang dapat mendorong gerakan masyarakat dalam mempercepat inovasi dan teknologi. “Untuk mendorong hal ini, kita perlu melibatkan Kementerian dan Lembaga terkait dan mekanisme kerjanya harus diatur secara baik sehingga pekerjaan jelas dan dapat segera diselesaikan,” disampaikan oleh Heri Apriyanto sebagai perwakilan dari Pusat Teknologi Kawasan Spesifik dan Sistem Inovasi BPPT .

Antara food estate dan TSTH itu nantinya akan saling bergantung, dimana kedua kawasan akan saling mempengaruhi untuk industri. Oleh karena itu, dilaksanakan kunjungan lapangan ke dua kawasan tersebut pada Rabu (02-12-2020). Kunjungan lapangan ke kawasan TSTH dilakukan oleh Kemenko Marves, BPPT, Dinas PUPR, dan juga akademisi untuk meninjau langsung kawasan yang akan dikembangkan untuk TSTH. Sedangkan pada kawasan food estate kunjungan dilakukan oleh Kemenko Marves, Dinas Pertanian Kab. Humbang Hasundutan, serta Taiwan Economic and Trade Office (TETO) untuk meninjau langsung lahan pertanian seluas 215 Ha dibawah pengelolaan Kementerian Pertanian, untuk menjajagi peluang kerjasama dalam investasi perdagangan dan akses pasar.

Baca juga:  Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan Tapping di Acara Catatan Najwa

Kemenko Marves juga membuka peluang kerjasama pengembangan food estate dengan mitra luar negeri lainnya seperti Tiongkok, Korea Selatan dan Peru.

Keberlanjutan program dari food estate ketika pemerintah tidak lagi memberikan bantuan kepada petani menjadi masukan penting yang diberikan dalam kunjungan lapangan. Oleh karena itu, dapat diperhatikan lebih dalam komoditas apa yang diperlukan pasar sehingga petani dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Petani juga butuh difasilitasi dalam proses paska panen, utamanya mengantisipasi panen raya.

“Saya harap pembahasan food estate dan TSTH ini bukan hanya membawa manfaat untuk Sumatera Utara, tetapi untuk Indonesia juga. Diharapkan kita bisa bekerja bersama dengan semangat yang positif ini dan semoga kita dapat memajukan Indonesia, sehingga potensi yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tutup Deputi Nani Hendiarti

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel