BeritaFoto

Menghela Geopark Belitung Mencapai SDGs, Pemerintah Ajak Kontribusi Generasi Muda Bangsa

Dibaca: 12 Oleh Minggu, 14 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Menghela Geopark Belitung Mencapai SDGs, Pemerintah Ajak Kontribusi Generasi Muda Bangsa
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-89/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Belitung, Menjaga keberlanjutan pembangunan daerah Belitung, pemerintah ajak generasi muda untuk ikut berperan  dalam pengembangan Geopark atau Taman Bumi. Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi berpendapat bahwa Geopark dapat berkontribusi paling tidak  dalam mencapai 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) / Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu peningkatan kualitas pendidikan (SDG-4), kesetaraan gender (SDG-5), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG-8), pembangunan masyaramat dan kota berkelanjutan (SDG-11), produksi dan komsumsi yang bertanggung jawab (SDG-12), serta kemitraan (SDG-17).

Jadi, apabila diterapkan dengan baik, maka Gaopark adalah platform yang berdampak pada peningkatan perekonomian nasional dan daerah.

“Kunci dari keberhasilan pembangunan itu merupakan keberlanjutan. Apabila dijalankan dengan baik, maka Geopark bisa membawa pada SDGs,” ungkap Staf Ahli Rameyo kala melakukan peninjauan Geopark Belitung pada hari Minggu (14-02-2021).

Kontribusi ini dapat terjadi khususnya untuk mencapai tujuan tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi, dan infrastruktur, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo Lakukan Pendaratan Perdana di Bandara Internasional Jawa Barat

Pada kesempatan ini, Staf Ahli Rameyo melakukan peninjauan ke Geosite Tektites Garumedang yang mencakup juga Kawasan Eduwisata Taman Mangrove Kuale Tambak yang dikelola Kelompok Tani Sayang Kampong, serta Geosite Rawa Kenozoikum Tebat Rasau.

Menurut Staf Ahli Rameyo, keberadaan Geosite ini sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Dan melalui Geosite ini, diharapkan dapat dihasilkan berbagai geoproduct dan pengembangan geoculture.

“Sebuah Geosite itu memiliki keunikannya masing-masing. Dan dengan keragaman budaya lokal akan menghasilkan kebhinekaan produk atau _geoproduct_ yang nantinya bisa mendorong perekonomian, pemberdayaan dan kesejahteraan ” jelasnya.

Sementara terkait mangrove, Staf Ahli Rameyo juga turut mengungkapkan kepeduliannya bahwa mangrove dapat menjadi kunci untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Mangrove ini menjadi isu nasional dan kemudian menjadi isu strategis. Gak hanya pariwisata, tapi juga penyerapan karbon, kedaulatan pangan dan isu lingkungan,” ungkap Staf Ahli Rameyo.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (13-02-2021), telah diselenggarakan _Kick-off_ Indonesia Geopark Youth Forum (IGYF) yang dilaksanakan di Geosite Pantai Batu Bedil, Geopark Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian PPN / Bappenas yang turut didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta pemerintah daerah baik di lingkup Provinsi maupun Kabupaten.

Baca juga:  Menko Marves Menghadiri Vidcon Ratas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial

Pada kesempatan ini, dilakukan kegiatan _beach clean up_, penanaman 100 pohon Ketapang Kancana, serta _ceremony_ Penembakan Bedil Tradisional. Selain Staf Ahli Rameyo, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rustam Efendi juga turut hadir sebagai perwakilan dari Kemenko Marves.

Bupati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sahani Saleh yang juga hadir turut menyampaikan harapannya terhadap Geopark Belitung. Ia berharap agar Geopark Belitung bisa terus meningkatkan kualitas dan mengharapkan partisipasi demi keberlanjutan Geopark.

“Geopark Belitung sudah milik dunia. Kita orang Indonesia harus partisipasi dan peduli,” seru Bupati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sahani Saleh.

Partisipasi ini, secara khusus, ditujukan untuk pemuda-pemudi sebagai agent of change dalam masyarakat.  Mereka diharapkan dapat bekerja sama sebagai kolaborator dengan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan, serta menjadi inovator dalam mengeluarkan inovasi  pengembangan sumber daya yang ada di daerahnya.

Pada kegiatan ini, Staf Ahli Rameyo juga turut menjadi perwakilan dalam penyematan pin Orang Tertular Geopark kepada para pemuda-pemudi bersama dengan Bupati Kabupaten Belitung Sahani Saleh, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, dan Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Bappenas Woro Srihastuti Sulistyaningrum.

Baca juga:  Menko Kemaritiman Luhut Menjadi Narasumber dalam Acara Live Kompas TV "Satu Meja The Forum"

Sebelumnya, Geopark Belitung telah berhasil meraih skor 850. Ini merupakan skor tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia selama mengajukan diri menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dengan perolehan angka tersebut maka taman nasional Belitung akan diresmikan sebagai bagian dari UGG pada bulan April 2021.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel