Siaran PersBerita

Meningkatkan Pengelolaan Sampah di Indonesia, Kemenko Marves ajak 8 Wilayah di Jawa Barat Menggunakan Teknologi RDF

Dibaca: 134 Oleh Jumat, 18 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Meningkatkan Pengelolaan Sampah di Indonesia, Kemenko Marves ajak 8 Wilayah di Jawa Barat Menggunakan Teknologi RDF
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-162/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Cilacap, Dalam rangka pelaksanaan program Peningkatan Manajemen Sampah Padat,  pemerintah melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves mengajak 8 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat untuk melakukan studi komparatif ke Kabupaten Cilacap mengenai pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Sebagai informasi RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil. Hasilnya dapat digunakan dalam proses pembakaran sebagai pengganti batu bara.

“8 wilayah yang kita ajak adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi dan Kota Sukabumi. Melihat keberhasilan teknologi RDF di Cilacap, kami mengajak wilayah lainnya di Jawa Barat untuk dapat mempelajari dan menerapkan teknologi ini. Nantinya kita dapat mendukung percepatan pembangunan teknologi RDF di 8 wilayah Jawa Barat,” ujar Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah, Rofi Alhanif (Kamis, 17-09-2020) mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan.

Setelah diresmikan pada bulan Juli lalu, RDF di Cilacap telah menjadi titik balik momentum pengelolaan sampah di Indonesia. Pengelolaan sampah di lakukan untuk mengolahnya menjadi bahan bakar yang dipakai untuk pembakaran di pabrik semen. Hasil dari pengelolaan ini dapat berubah menjadi semacam pengganti batubara atau bisa juga idsebut dengan co-firing. Keberhasilan RDF di Cilacap akan direplikasi pada 8 kabupaten/kota di sekitarnya.

Baca juga:  Menko Luhut Sambut Raja dan Ratu Belanda di Bandara Silangit

“Di dalam studi banding ini kita melihat dari dekat bagaimana teknologi RDF di Cilacap bekerja. Kita meninjau dari proses pengangkutan serta penimbangan sampah, dilanjutkan dengan pengolahan, proses produksi, dan impelementasi dari RDF ini. Setelah ini akan kita ekspansi kepada kota-kota lain, untuk dapat menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarti Pamuji mengucapkan terima kasih dan menambahkan, “Di Cilacap, sampah dikelola dengan baik dan menjadi manfaat bagi masyarakatnya. Dengan penerapan teknologi RDF, membuat masyarakat antusias dalam melakukan pemilahan serta pengolahan sampah. Sehingga, saat ini sampah telah berkurang dan hampir tidak ada tumpukan sampah di Cilacap. Diharapkan dengan akan diterapkan teknologi RDF pada wilayah tetangga dapat menyelesaikan masalah sampah yang terjadi pada setiap wilayah. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Kemenko Marves.”

Salah satu peserta study Lucky Sumenang dari Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat juga mneyampaikan, “kami semua antusias mengikuti kegiatan ini dan optimis RDF dapat juga diterapkan di wilayah Jawa Barat.”

Baca juga:  Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan Memimpin Rapat Koordinasi LRT di Kantor Maritim

Melalui tinjauan lapangan ini, Kemenko Marves akan mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dari 8 wilayah di Jawa Barat dan pemerintah daerah lainnya di serta seluruh Kementerian dan Lembaga terkait untuk dapat mewujudkan penerapan teknologi RDF ini.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel