Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Bidang Kemaritiman Dukung Pengembangan PLTBm Sekam Padi Milik Swasta

By 31 Jan 2019 February 1st, 2019 Berita
WhatsApp_Image_2019-01-31_at_18.14.35

Maritim – Dalam rangka mendorong pencapaian target pemenuhan pasokan listrik dari sumber bioenergi sebesar 5,5 GW pada tahun 2025, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa mengadakan rapat koordinasi percepatan pengembangan bioenergi untuk listrik di Palembang, Rabu (30-01-2019). Dalam rapat ini dibahas pemanfaatan limbah padi untuk listrik yang sedang dikembangkan oleh PT. Buyung Poetra Sembada (BPS), Tbk melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) sekam padi sebesar 3 MW.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan BAPPENAS, Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, perwakilan Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, perwakilan Kementerian LHK, perwakilan Direktorat Bisnis Regional Sumatera PT. PLN, General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu, perwakilan Pemprov Sumsel (Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan), perwakilan Pemkab Ogan Ilir, dan jajaran direksi PT BPS, Tbk.

Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvesional Amalyos menerangkan bahwa pada sebentar lagi Indonesia akan memiliki energi listrik dari limbah penggilingan padi berupa sekam padi yang sedang dibangun oleh PT. BPS di Kabupaten Ogan Ilir Prov Sumsel ini. Apabila terwujud, maka Indonesia akan memiliki PLTBm sekam padi pertama yang dibangun oleh swasta.

“Kami berharap apa yang sudah diinisiasi oleh BPS ini nanti dapat dukungan penuh dari semua pihak mengingat selain mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pengembangan bioenergi untuk listrik juga PLTBm sekam padi ini sebagai pembangkit listrik pertama di Indonesia dari sekam padi” pungkasnya.

Dari hasil rapat ini semua pihak mendukung penuh pembangunan PLTBm sekam padi yang sedang dibangun oleh PT. BPS dengan tetap memperhatikan pemenuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan yang disyaratkan. PT. BPS juga mengharapkan pembelian listrik dengan mekanisme excess power oleh PT. PLN dan PT. PLN menyanggupi permohonan PT BPS sepanjang memenuhi ketentuan yang disyaratkan.

“Kita akan terus mengawal tahap pembangunan PLTBm Sekam Padi hingga ke tahap Operasional” tutupnya.

Kunjungan ke PT BPS

Menindaklanjuti dari hasil rapat koordinasi tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jada mengadakan kunjungan kerja ke pabrik penggilingan padi milik PT. BPS, Tbk di Ogan Ilir, Kamis (31-01-2019).

Berdasarkan keterangan dari PT. BPS, fisik bangunan PLTBm sekam padi di areal pabrik penggilingan padi tersebut telah mencapai 80% dan diharapkan kegiatan komisioning sendiri dilaksanakan pada bulan maret ini.
Selain itu, pihak BPS menyampaikan dengan beroperasinya PLTBm sekam padi sebesar 3 MW ini, maka dapat mengurangi jumlah tumpukan sekam padi sebanyak -/+ 100 ton/hari.

Disela-sela kunjungan kerja, amalyos menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi sekam padi yang menumpuk di areal penampungan yang sangat luas, dan apabila tidak ditangani secara baik akan berdampak terhadap lingkungan sekitarnya.

“Dengan beroperasinya PLTBm sekam padi, dapat memicu pencetakan sawah baru dalam rangka mendukung program nasional swasembada beras dan upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat”, ungkapnya.

Dia juga menegaskan dalam 1-2 bulan ke depan akan mendorong pihak-pihak terkait dalam proses pemenuhan ijin operasi PLTBm sekam padi termasuk juga PT. PLN dalam kaitannya dengan proses penjualan listriknya dengan mekanisme excess power, sehingga dampaknya dapat dirasakan juga oleh masyarakat.

“Apabila PLTBm sekam padi beroperasi pada bulan Maret ini, akan berkonstribusi dalam pencapaian target pemenuhan pasokan listrik dari sumber bioenergi”, pungkasnya.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan BAPPENAS, perwakilan Direktorat Bioenergi, perwakilan Kementerian LHK, perwakilan Pemprov Sumsel, dan perwakilan PT. PLN.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Menko Bidang Kemaritiman Dukung Pengembangan PLTBm Sekam Padi Milik Swasta