Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: Banyuwangi Siap Menjadi Tujuan Wisata Kelas Dunia

WhatsApp_Image_2018-07-30_at_6.03.31_AM

Maritim – Banyuwangi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan menyatakan, Banyuwangi siap menjadi destinasi wisata berkelas dunia oleh karena potensi alamnya yang luar biasa dan belum tentu ada di daerah lain.

“Pemerintah ingin siapkan tujuan wisata selain Bali. Kita cepat persiapkan Banyuwangi ini dan tadi saya melihat satu bagian yang sudah dipersiapkan dengan sangat baik, yaitu Taman Nasional Alas Purwo yang menurut hemat saya penyiapannnya sangat baik,” ujar Menko Luhut di Banyuwangi, Minggu (29/7/2017).

Menurut Menko Luhut, Kabupaten di ujung Timur Pulau Jawa ini sangat potensial untuk mendatangkan banyak wisatawan lokal dan mancanegara, apalagi dengan keberadaan TN Alas Purwo dengan keberagaman flora, fauna dan eksotikanya yang belum tentu ada di belahan dunia lain.

“Berbagai sarana dan pra sarana sedang kita siapkan seperti akses jalan yang September ini bisa selesai, pihak Pemkab Banyuwangi saya lihat sangat bagus, nanti kita akan lengkapi dengan sarana dan prasarana lain seperti air, listrik dan menara sinyal broadband, nanti juga harus dikelola dengan baik karena Alas Purwo adalah kawasan hutan lindung terbaik dunia maka tidak boleh merusak kawasan hutan lindungnya,” tambahnya.

Selain itu, untuk kawasan wisata Ijen Crater, Menko Luhut mendorong agar pihak Pemkab Banyuwangi di bawah komando Bupati Azwar Anas dapat membangun sebuah wahana kereta gantung agar lebih menarik minat wisatawan.

“Nanti kawasan Ijen juga akan kita benahi semisal kita akan dorong agar Pemda dapat membuat kereta gantung disana agar tidak kalah dengan tempat wisata berkelas internasional lainnya,” kata Menko Luhut.

Banyuwangi Bersiap Mendukung Event Global Annual Meeting IMF-World Bank

Banyuwangi juga akan dipersiapkan untuk mendukung event keuangan terbesar dunia AM IMF-WB, diantaranya pemerintah melalui Kemenko Bidang Kemaritimansebelumnya telah mendorong Pemkab Banyuwangi untuk memperluas apron (parkir pesawat terbang) bandaranya dan juga memperpanjang landasan pacu (runway) dari yang semula 2500 m menjadi 2700 m, sehingga siap untuk menjadi bandara internasional yang dapat menampung dan didarati oleh berbagai pesawat berbadan lebar.

“Karena di Bali akan penuh bandaranya maka Banyuwangi kan menjadi satu alternatif bersama dengan Lombok oleh karena itu apron di Bali dan Banyuwangi akan kita perluas, Pak Bupati juga telah memperbaiki lapangan terbang yaitu dengan memperpanjang runway. Rencananya, Banyuwangi ini dapat meningkatkan jumlah turisnya yang tahun 2014 baru mencapai 100 ribu turis, tahun ini sudah mencapai 4,8 juta orang, sama seperti Toba jumlah turis sebelumnya hanya 20 ribu orang, sekarang 1,2 juta orang. Saya pikir upaya pemerintah untuk membangun segala infrastruktur itu akan membuahkan hasil di sana sini” jelas Menko Luhut.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan. Padahal semula, pengembangan Bandara Belimbingsari di Banyuwangi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 10 tahun, namun dengan kebijakan Presiden Jokowi melalui Menko Luhut, maka pengembangan bandara tersebut dapat direalisasikan dalam beberapa waktu ke depan.

“Ini persis dengan proyek pelebaran jalan di Ijen dan Alas Purwo, telah lebih 7 tahun kita merancang program dengan rapat terus menerus tetapi belum ada hasil. Namun setelah rapat dengan Menko Maritim, program pelebaran jalan menuju Ijen dan Alas Purwo sekarang sudah dapat dikerjakan dengan anggaran hanya sebesar Rp 40 miliar,” ujarnya.

BEC Luar Biasa dan Agar Bisa Dikembangkan di Masa Depan

Menko Luhut juga mendapat kehormatan untuk membuka pagelaran lokal bergengsi bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang telah memasuki tahun ke 7 dan dinilai sukses dalam setiap tahun pelaksanaannya.

Menurutnya, event ini sangat luar biasa dengan segala keunikannya dan dia berharap agar event serupa dapat dikembangkan di masa depan.

“Terkait event BEJ Saya kira ini sangat hebat, ini Ide yang luar biasa dari Pak Bupati dan saya belum pernah lihat di kota lain di Indonesia, mungkin ada tetapi saya belum pernah lihat yang se luar biasa ini,” ujar Menko Luhut dalam kata sambutannya.

Ditambahkan Menko Luhut, agar masyarakat setempat dapat bersiap diri untuk menyambut para wisatawan yang akan mengunjungi Banyuwangi. Dia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Azwar Anas yang pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi karena tata kelola keuangan yang baik dan dihadiahi dana pembangunan sebesar Rp 75 miliar dan Rp 8,7 miliar akibat akuntabilitas anggaran daerah, yang seluruhnya masuk ke kas APBD Banyuwangi.

“Masyarakat agar bersiap diri menyambut datangnya turis, tetapi dengan partisipasi masyarakat dan kepemimpinan Pak Bupati saya tidak ragu. Kepemimpinan di Banyuwangi saya kira dapat dijadikan contoh bagi daerah lain agar lebih maju. Singkat kata, mari kita nikmati kebersamaan ini, buang jauh-jauh syak wasangka dan mari kita nikmati sukacita yang akan segera kita mulai ini,” tutupnya, sekaligus membuka BEC 2018.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Menko Luhut: Banyuwangi Siap Menjadi Tujuan Wisata Kelas Dunia