BeritaFotoSiaran Pers

Menko Luhut: Bapak BJ. Habibie Merupakan Demokrat Sejati

Oleh 12 Sep 2019 September 26th, 2019 Tidak ada komentar
Menko Luhut: Bapak BJ. Habibie Merupakan Demokrat Sejati
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan (Almarhum) Presiden ke-3 BJ Habibie, semasa hidupnya, merupakan seorang demokrat sejati.

“Bapak ibu, mari kita sejenak mengenang Bapak BJ. Habibie yang sudah mendahului kita. Saya pribadi punya hubungan yang agak emosional dengan beliau, menurut saya beliau adalah seorang demokrat sejati,” kata Menko Luhut di lokasi. Hal ini diucapkan Menko Luhut saat dirinya menjadi pembicara dalam Katadata Forum di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/09).

Menurut Menko Luhut, Presiden ke-3 BJ Habibie merupakan demkorat sejati, yang berani menyatakan ‘saya tidak terus, saya berhenti’, dan orang yang tidak mencampuri lagi pekerjaan-pekerjaan lain setelah beliau pensiun dan hanya sebatas memberikan nasehat. Menko Luhut mengatakan hal ini lah yang harus dicontoh dari mantan Presiden Habibie.

Investasi Rumit

Dalam acara ini, Menko Luhut memaparkan upaya menjadikan Indonesia sebagai lima besar ekonomi dunia pada tahun 2045, salah satunya mengenai perubahan untuk mendorong investasi.

“Arah kebijakan pemerintah ini 2019 tentang percepatan perubahan untuk mendorong investasi. Presiden sudah memerintahkan dalam rapat kabinet bahwa satu bulan ini harus digunakan untuk merevisi sekitar 72 undang-undang yang satu sama lain itu sudah banyak yang tidak cocok. Dari semua itu yang masih zaman Belanda, ada yang tahun ‘80, tahun ‘90, mungkin juga tahun ‘ 70, jadi mungkin undang-undang itu sudah tidak cocok lagi. Ini sedang dikerjakan oleh kantor seskab dan kantor menko perekonomian. Yang diubah itu banyak sekali,” jelasnya.

Mengenai investasi, lanjut Menko Luhut, Indonesia merupakan tempat yang paling rumit dari segi peraturannya. Hal itu akan diupayakan secepat mungkin, sebab jika terus-menerus seperti itu, Negara-negara lain ‘enggan’ berinvestasi di Indonesia.

“ Pokoknya saya sudah ngomong kemarin, kita sudah buat matrix ternyata di Asia kita yang paling rumit untuk investasi, karena peraturan-peraturan perizinan. Karena itulah mereka lari ke tempat lain,” ujar Menko Luhut.

Oleh sebab itu, para investor harus diberikan kepastian tentunya dengan aturan yang jelas.
“Kami harap mereka akan berbondong-bondong datang ke kita. Kita punya rule nya untuk investasi,” tegasnya.

Biro Perencanaan dan Informasi 

Kementerian Koordinator  Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel