Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Menko Luhut: Bila Tidak Kompak, Kita Tidak Bisa Bangun Indonesia

By 26 Oct 2017 12:35Berita
WhatsApp_Image_2017-10-25_at_5.00.36_PM

Maritim – Bacan, Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mewakili beliau membuka Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017 di pulau Bacan, Maluku Utara (25/10). Kegiatan ini merupakan event perlombaan memancing bertaraf internasional yang berlokasi di Kepulauan Widi,  Maluku Utara. “Kemarin pagi saya dipanggil Presiden untuk menghadap beliau dan diperintahkan untuk mewakili Presiden datang kemari. Beliau menyampaikan salam hangat buat seluruh masyarakat di Pulau ini, di Pulau Halmahera di Maluku Utara. Beliau berjanji akan datang kemari”. Dalam pidato sambutannya Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengangkat beberapa poin penting yakni pembangunan infrastruktur, potensi energi terbarukan di Halmahera, potensi perikanan, lingkungan dan pariwisata. Masih dalam rangkaian acara pembukaan WIFT juga berlangsung East Indonesia Maritime Expo, kampanye Gemar Ikan, serta Menko Maritim mewakili Presiden Joko Widodo membagikan kartu asuransi nelayan kepada nelayan-nelayan Halmahera.

WhatsApp_Image_2017-10-25_at_8.24.11_PM

Infrastruktur

Masalah yang dihadapi Maluku Utara yang terdiri dari gugusan pulau-pulau ini adalah masalah transportasi antar pulau, termasuk transportasi antar moda. Keterbatasan infrastruktur menjadi perhatian Menko Luhut. Menko Luhut menyinggung lapangan terbang Oesman Sadik Labuha, Bacan dan pelabuhan Babang yang menjadi lokasi pembukaan WIFT. “Landasan bisa diperpanjang sampai 2400M dan pelabuhan Babang ini bisa panjang 500 M. Tadi Pak Gubernur beritahu saya, ‘ini Kampung saya nih Pak Luhut’, jadi saya tadi langsung bicara dengan Menhub dan Pelindo IV. Saya bilang tahun depan mesti dibikin. Insha Allah akan perpanjang hingga 500M, sehingga bisa menampung lebih banyak container”.

Energi Terbarukan

Sebelumnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pernah melakukan riset terhadap arus laut Maluku Utara.Halmahera dan Laut Banda ini sangat kaya. Halmahera memiliki arus laut dengan kecepatan 5M/detik, artinya disini ada potensi pembangkit listrik tenaga arus. Menko Luhut menjelaskan, bahwa di Flores,  potensi listrik tenaga arus laut disana dengan kecepatan arus 3M/detik  bisa dibuat pembangkit berkapasitas 300MW, tahap pertama akan ada 50 MW. ” Senin besok, saya kesana. Nah di Halmahera  ini apabila sudah ada hasil studi, eloknya yang 30MW atau 50 MW bisa dibuat juga disini. Memang Halmahera itu kaya. Potensi yang ada bisa dieksploitasi, tapi tentunya dengan cara yang baik”.

Perikanan

Dalam pembukaan WIFT 2017 hadir Prof. Rokhmin Dahuri yang juga menjadi panitia WIFT 2017. Prof. Rokhmin menyampaikan informasi mengenai potensi perikanan Maluku Utara pada Menko Luhut, yang disambut positif oleh Menko Luhut , “Prof.Rokhmin dan Pak Panglima beritahu saya, kita bisa buat jaring atau Aqua Culture atau budidaya disini, nah kita buat kerja sama”. Terkait potensi perikanan yang besar di kawasan yang layak disebut lumbung ikan nasional ini, Menko Luhut mengingatkan, pentingnya menjaga lingkungan hidup agar perikanan tangkap dapat terjaga lestari dan pertanian budi daya tidak merusak lingkungan alamiahnya. “Yang penting Bapak Ibu sekalian, siapapun yang datang investasi kesini, kita yang atur. Harus jaga lingkungan hidup dengan bagus, bawa manajemen yang baik, membawa produksi yang bagus dan kita yang atur bagaimana pemanfaatan dari produk tadi.”

Lingkungan

Lingkungan menjadi perhatian Menko Luhut, “Ini saya lihat penting. Tadi saya lihat disini ada pabrik ferro nickel. Saya minta kepada Pak Gubernur, tolong diperiksa Ph air yang dibuang atau limbahnya, sehingga itu tidak akan merusak generasi yang akan datang. Semua harus paham kalau limbah B3 itu, bisa meracuni ikan dan kalau ikan itu kita makan, itu bisa merusak generasi yang akan datang.”

Menko Luhut juga berpesan mengenai penanganan sampah, khususnya sampah plastik harus dikelola dengan baik. “Sampah plastik itu, bisa berubah menjadi mikro plastik. Kalau dimakan oleh ikan, lalu dimakan oleh ibu yang mengandung itu akan menjadi masalah kesehatan serius. Ini bisa diantisipasi dengan pengelolaan sampah yang baik, dipilah, didaur ulang, diproses didarat agar sampah plastik tidak hanyut ke laut dan merusak lingkungan”.

Pariwisata

Potensi pariwisata Maluku Utara tidak perlu diragukan lagi. Event-event wisata seperti WIFT telah meningkatkan jumlah kunjungan. “Hotel-hotel penuh, restoran laku, souvenir khas laris, ini baik untuk ekonomi daerah”. Turisme bisa menjadi satu penerimaan yang besar bagi daerah. Pariwisata untuk pendapatan negara pada tahun 2019, diproyeksikan itu akan menjadi nomor satu dengan nilai 20 miliar USD. Lingkungan yang bersih akan sangat kondusif bagi kesehatan dan baik juga untuk pariwisata.  Dalam WIFT 2017, turut hadir Wakil Ketua International Game Fish Association (IGFA) Tim Simpson  sebabagai juri lomba. IFGA dalah sebuah wadah internasional, yang menaungi para hobi mancing maupun industri yang melingkupinya.  Tim Simpson  disela-sela kegiatan pembukaan Widi International Fhising Tournament (WIFT) mengatakan   ikan, makanan dan habitatnya secara sosial ekonomi menjadi aset yang paling berharga. Dengan adanya lomba mancing WIFT, IFGA berharap, even ini dapat berkelanjutan, sebab lokasi WIFT ini sebagai destinasi baru yang layak menjadi even dunia. Kehadiran IGFA dalam lomba mancing WIFT 2017 juga untuk mensosialisasikan olahrag mancing yang responsible dan sustainable. Olahraga memancing yang membuat para pehobi mancing bersenang-senang tapi tetap dengan memperhatikan kelestarian lingkungan sesuai dengan standar IGFA.

Kompak dalam Membangun Indonesia

Menko Luhut juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya, “Bapak Presiden mengingatkan bila kita tidak kompak tidak akan bisa membangun Indonesia. Negara kita ini sangat kaya tapi kita kurang tata, ini perlu kesungguhan dari kita semua”.

Mengakhiri sambutannya, Menko Luhut berpesan agar kita semua bangga menjadi Indonesia, karena Indonesia itu hebat. Bukan karena saya sebagai Menko, tapi itu adalah refleksi. Pernyataan orang asing saat bertemu dalam acara IMF-WB dan juga dari data-data ekonomi lainnya. Apakah kita semua sudah berhasil? tentu belum, masih banyak persoalan yang mesti kita selesaikan. Tetapi satu persatu masalah itu kita urai dan mesti kita selesaikan. Presiden sekarang betul-betul merakyat, terbuka dan berani menerima pendapat, cepat membuat keputusan dan kita selesaikan masalah itu secara holistic dan terintegrasi. Itu akan membuat Indonesia maju lebih cepat.”

 Menko Luhut juga mengucapkan selamat memancing kepada para peserta WIFT 2017. Para pemancing diingatkan untuk selalu mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga kelestarian alam, “Selalu memancing dengan responsible dan sustainable. Selamat memancing, selamat berlomba, jaga sportifitas” Tutup Menko Luhut.***

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Foto Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menko Luhut: Bila Tidak Kompak, Kita Tidak Bisa Bangun Indonesia