Siaran PersBerita

Menko Luhut Evaluasi Penanganan Covid 19 di Empat Provinsi

Dibaca: 159 Oleh Rabu, 16 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Menko Luhut Evaluasi Penanganan Covid 19 di Empat Provinsi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-159/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Jakarta, Sesuai perintah Presiden Joko Widodo Senin (14-9-2020) lalu untuk fokus mengendalikan penularan Covid 19 di 9 provinsi, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan pimpin koordinasi dengan empat kepala daerah pada Hari Rabu (16-9-2020). Rapat secara virtual bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Bali, Gubernur Sumatera Utara, serta jajaran aparat di Kapolda dan Pangdam terkait ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penanganan Covid pasca turunnya perintah presiden.

Dalam rapat koordinasi itu, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan memantau upaya-upaya pencapaian target dan rencana operasi untuk menangani Covid 19 di keempat provinsi yang termasuk penyumbang terbanyak jumlah kasus positif di Indonesia. “Saya ingin penerapan disiplin protokol kesehatan untuk perubahan perilaku dipertegas pelaksanaannya, lalu harus ada penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan, penurunan angka kematian dan penurunan angka kematian per total populasi,”tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Menko Marves Luhut Pandjaitan meminta masing-masing kabupaten dan kota untuk memberikan data-data yang menunjukkan variable jumlah kasus, kesembuhan, dan tingkat kematian. “Saya minta detil mengenai masing-masing kluster penyebaran yang diklasifikasikan menjadi beberapa sub kluster besar yaitu perkantoran, keluarga, pasar, maupun titik-titik keramaian yang lain,”perintahnya kepada empat kepala daerah yang hadir.

Baca juga:  Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif Sub Sektor Kuliner, Pemerintah Lakukan Optimalisasi Akses Permodalan melalui Food Startup Indonesia MMXX

Selain itu, Menko Luhut juga meminta rencana operasi lapangan dari Polda dan Kodam untuk pengerahan anggota dalam penegakan disiplin protokol kesehatan di titik-titik keramaian. Lalu, pemerintah daerah juga diminta untuk menjelaskan secara detail rencana pembangunan pusat-pusat karantina untuk isolasi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) dan gejala ringan. “Ini penting untuk menghindari isolasi mandiri di rumah yang dapat menularkan penyakit kepada keluarga yang lain,”tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Jubir Menko Maves Jodi Mahardi mengungkapkan bahwa perlu upaya tegas untuk mengubah perilaku masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. “Karena kita melihat ada tren kenaikan di Bulan September apabila dibanding Bulan Agustus kendati jumlah kesembuhan juga naik,”ujarnya beralasan.

Lebih jauh, Jodi menyebutkan bahwa langkah penanganan Covid 19 dibawah koordinasi Menko Marves ini dilakukan secara terintegrasi dan dipantau setiap hari. Secara detil, tugas Kodam adalah Pembinaan teritorial sampai ke tingkat RT dengan pesan yang tegas tentang protokol kesehatan, isolasi kluster penularan Covid 19, pembubaran kerumunan setelah jam waktu tertentu, memberikan disiplin positif secara massif. “Untuk Polda dan jajarannya berkewajiban melakukan operasi yustisi dengan tegas terhadap protokol kesehatan hingga ke tingkat RT serta pembubaran kerumunan massa pada jam tertentu,”jelasnya.

Baca juga:  Kemenko Marves Sambangi Aceh Timur, Kejar Peningkatan Produksi Udang Nasional

Sebagai informasi, Senin (14-9-2020) Presiden Joko Widodo memerintahkan Menko Luhut untuk mengawal ketat penanganan Covid 19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara dan Papua. Provinsi-provinsi tersebut berkontribusi terhadap 75% dari total kasus atau 68% dari total kasus yang masih aktif di Indonesia. Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, jumlah kasus positif di DKI Jakarta per hari ini telah mencapai 56.953 orang dari jumlah nasional 225.030 kasus. Terkait hal ini, sekitar 77% kamar rawat inap dan ICU telah terisi oleh pasien Covid 19. Lalu, klaster terbanyak di ibukota merupakan klaster keluarga. (**)

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel