Berita

Menko Luhut : FIR Itu Urusan Teknis dan Administratif Negara

Menko Luhut : FIR Itu Urusan Teknis dan Administratif Negara
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan menyatakan, Indonesia terus mendorong kerja sama terkait Flight Information Region(FIR) atau wilayah ruang udara tertentu, yang menyediakan layanan informasi penerbangan dan peringatan penerbangan. Salah satunya dengan Singapura yang sudah mencapai tahap penandatanganan kerangka kerja sama.

“Tidak ada urusan kedaulatan negara, bahwa FIR itu adalah teknis, FIR Australia, Singapura, Timor Leste kita juga yang kontrol. Sekarang kita sudah siap, kerangka kerjasama dengan Singapura sudah ditandatangani. Itu harus ada juga pengakuan dari negara-negara lain bahwa mereka sudah mengakui bahwa kita negara kepulauan, teknisnya masih ada yang perlu kita selesaikan,” ujar Menko Luhut dalam perbincangannya bersama awak media di acara Coffee Morning, digelar di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jumat (11/10/2019).

Menurut Menko Luhut, sejak 45 tahun yang lalu FIR belum ditanda tangani, dikarenakan pada saat itu belum ada perangkat yang siap. Namun kondisi sekarang, lanjut Menko Luhut, Singapura sangat percaya dengan pemerintah Indonesia.

“Singapura percaya kepada kita, Indonesia di bawah Presiden Jokowi sangat kredibel menurut mereka. jangan kita mengkaitkan FIR ini dengan kedaulatan nasional. Kita juga bicara mengenai defense agreement (perjanjian pertahanan) kalau ada bicara kedaulatan, dengan rendah hati saya katakan, jangan ada membawa isu-isu yang tidak perlu mengenai FIR,” tegasnya.

Kunjungan Kerja Ke Uni Emirat Arab

Menko Luhut juga menjelaskan hasil kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab belum lama ini, menurutnya, perkembangan yang terjadi berjalan dengan begitu cepat oleh karena respon dari pemimpin kedua negara pun sangat cepat, utamanya dari Putra Mahkota Kerajaan Mohamed bin Zayed yang sebelumnya telah mengunjungi Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

“Di antaranya dengan pembangunan replika Grand Mosque di Abu Dhabi yang akan dibangun di Solo yang nantinya akan menjadi Islamic Center, sekaligus menjadi tempat training para pendakwah kita. Kemudian investasi di bidang pertanian, Tim mereka untuk datang meninjau langsung lahan di Kalimantan Tengah, dan mereka juga mengirim Tim AL nya untuk pembelian 3 kapal LST (landing ship tank) buatan kita. Intinya, sebelum tanggal 13 Januari saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Abu Dhabi, semuanya sudah rampung dan bisa ditandatangani,” ujar Menko Luhut.

Tidak Ada Penutupan Pulau Komodo

Kemudian, mengenai isu penutupan Pulau Komodo untuk umum, Menko Luhut dengan tegas mengatakan, bahwasanya tidak ada rencana untuk menutup pulau yang menjadi habitat mahkluk purba tersebut. pemerintah, lanjut Menko Luhut hanya berkeinginan untuk menata pulau yang menjadi world heritage tersebut agar lebih baik dan mendatangkan hal positif bagi masyarakat setempat.

“Saya ingin garis bawahi tidak ada rencana penutupan Pulau Komodo. kita ingin menata seperti tourist destination yang exclusive lah. Jadi seperti di Afrika ada tempat safari disana. Komodo itu kan sampai 3,1 sampai 3,2 meter panjangnya, sudah kayak dinasourus. Nanti juga dibuatkan research center, kita hanya mau atur jangan sampai semrawut. Nanti kita berdayakan penduduk sana, jadi jangan khawatir mereka tidak dapat pekerjaan. Justru dengan penataan begini maka nanti penduduk setempat jadi lebih sejahtera,” jelasnya.

Progress Revitalisasi Citarum

Sementara itu, terkait perkembangan dari revitalisasi Sungai Citarum, Menko Luhut mengungkapkan, semenjak dicetuskan dan sampai dengan sekarang, telah banyak perkembangan signifikan dari revitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut. walaupun masih ada permasalahan sampah namun secara keseluruhan sudah terlihat hasil yang baik. Menko Luhut lalu kembali menegaskan akan mempidanakan perusahaan-perusahaan yang masih membandel dan membuang limbahnya sembarangan.

“Sekarang makin bagus, walaupun sampah domestik masih banyak. Sekarang kita akan lebih keras kepada perusahaan yang masih membuang sampah akan kita pidanakan langsung. teman media juga ikut menghimbau kepada publik agar, jangan lagi buang buang plastik. kemudian jangan memakai plastik terlalu banyak,” tegas Menko Luhut.

Biro Perencanaan dan Informasi

Kemenko Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel