HeadlineBerita

Menko Luhut Ingin Kerja Sama Masyarakat Bantu Pemerintah Lawan Covid-19

Dibaca: 317 Oleh Minggu, 16 Januari 2022Tidak ada komentar
2CB3A45D C663 4E6B BABD F0995964E721
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-13/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2022

Marves, Jakarta – “Segala keputusan yang diambil untuk memitigasi keparahan kondisi Covid-19 telah melalui proses penelitian dan kajian dari berbagai akademisi dan pakar terkait. Kita harus bekerja sama dalam menghadapinya,” sebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dalam Konferensi Pers virtual Update Penanganan Pandemi Covid-19 pada Minggu (16-01-2022). Hadir dalam konferensi yang digelar usai Ratas dengan Presiden Joko Widodo, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Menghadapi Pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya untuk memitigasi kemungkinan penambahan kasus Covid-19, terutama setelah munculnya varian Omicron di Indonesia. Berdasakan data, saat di negara-negara Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat telah melewati puncak varian Omicron, sedangkan di negara Asia masih meningkat. “Memang varian Omicron ini gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya, seperti Delta, tetapi kita harus melakukan mitigasi supaya kejadian pertengahan Juli 2021 tidak terulang kembali,” tutur Menko Luhut. Menurutnya, tingkat perawatan rumah sakit dan kematian pun dapat meningkat akibat kasus yang meningkat tajam.

Di Indonesia sendiri, para peneliti telah melakukan studi dan memprediksi bahwa puncak gelombang Omicron diproyeksikan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022 .

“Namun apabila kita meningkatkan protokol kesehatan dan dapat mendorong jumlah orang tervaksinasi, kita pasti bisa membuat perkembangan menjadi landai dibanding dengan apa yang terjadi di negara lain,” beber Menko Luhut menyebutkan kemungkinan lainnya.

Baca juga:  Menko Marves Wawancara dengan TV CNA

Sebagai informasi, per pertengahan Januari 2022 ini kasus konfirmasi harian di Indonesia kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, kasus terkonfirmasi mencapai 1.054 kasus dan kasus transmisi lokal menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan transmisi dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Namun demikian, Menko Luhut mengatakan bahwa langkah pengetatan pintu masuk masih tetap harus dipertahankan untuk mencegah masuknya varian Omicron ke dalam negeri.

Mengenai perbandingan jumlah kasus, Menko Luhut mengatakan bahwa kini jumlah Varian Omicron banyak terjadi di Pulau Jawa dan Pulau Bali, terutama wilayah Aglomerasi Jabodetabek. Di sisi lain, kasus di provinsi lain relatif terjaga meskipun kita tetap harus berhati-hati mengingat mobilitas di Jawa-Bali sudah sangat tinggi. “Kita semua bertanggung jawab. Saya harap kita semua bisa bersatu. Saya minta kompak kita semua,” tegas Menko Luhut.

Pemerintah hari ini akan terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh Omicron. Pemerintah akan tetap menggunakan PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan bagi masyarakat. Selain itu Pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen dwi mingguan semata-mata untuk mengikuti perkembangan kasus Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat. Terkait dengan perubahan Level yang ada secara rinci akan dituangkan dalam Inmendagri.

Baca juga:  Kemenko Maritim Rakor Pembahasan Kerusakan Terumbu Karang di Karimunjawa

Menko Luhut menyatakan bahwa selanjutnya pemerintah akan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menahan mobilitas keluar rumah maupun aktivitas berkumpul. “Perkantoran diimbau untuk sebisa mungkin melakukan aktivitas work from home dan syarat masuk ke tempat publik diperketat menjadi harus full vaksinasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak dapat bekerja sama untuk menahan laju penyebaran kasus Omicron ini.

Selain itu, Menko Luhut juga mengajak para stakeholders, termasuk pemerintah dan masyarakat agar kompak menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi kedua dan booster, dan menjaga jarak. Ketiga aspek ini menjadi penentu penting bagi kondisi pandemi Covid-19. “Berkaca dari negara lain, varian Omicron dapat meningkat dengan cepat,” ucap Menko Luhut melanjutkan. Ia pun meminta agar masyarakat tidak pergi ke luar negeri atau keluar kota bila tidak benar-benar diperlukan.

Mengenai vaksinasi, tingkat vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk umum dan lansia umumnya sudah tinggi di Jabodetabek dan perlu dilakukan akselerasi vaksinasi booster disana. Kemudian, vaksinasi dosis 2 untuk umum dan lansia masih perlu dikejar di beberapa provinsi, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Hal ini karena dosis 2 di wilayah-wilayah tersebut masih di bawah angka 70 persen.

Baca juga:  Kemenko Maritim Fasilitasi Uji Kompetensi Pemandu Geowisata Pertama di Indonesia

Menyambung, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga ketersediaan vaksin. “Vaksin juga sudah kami siapkan, baik yang produksi dalam negeri seperti vaksin merah-putih maupun dari luar negeri untuk mendukung supply vaksin di Indonesia, termasuk yang akan digunakan menjelang MotoGP di Mandalika, Lombok” ungkapnya.

Ia berharap sebelum pelaksanaan MotoGP pada bulan Maret nanti, vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga sudah mencapai target untuk mengurangi kemungkinan paparan Covid-19 di antara para penonton yang hadir.

Terakhir, Menambahkan pernyataan kedua menko tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Jakarta akan dijadikan medan tempur Varian Omicron yang pertama di Indonesia. “Sebagian besar, lebih dari 90 persen transmisi lokal Varian Omicron terjadi di Jakarta, jadi kita harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron dan kita harus bisa memastikan kita bisa menangani,” ujarnya tegas. Sesuai arahan Presiden, Menkes Budi menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus mematuhi prokes, disiplin memanfaatkan aplikasi Peduli Lindungi, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel